Tugas Siswa

ANALISIS BUKU ANTOPOLOGI PUISI ” BERIRING MASA” OLEH CACA MARSHANDA

index
Caca Marshanda
Ditulis Oleh Caca Marshanda

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Analisis Puisi dari Buku Antopologi Puisi “SUNYI”

Beriring Masa

Karya Nadya Dwi Permata

Darimu kugenggam erat arti cinta.

Kau yang selalu ada didetik masa,

disaat duka kubagi dua,

dan bahagia kian berada.

Aku dan kau bagaikan tali

yang diikat mati di tiap langkah,

hanya karena ukhuwah

yang tertancap,

menghujam bumi dan mencengkram langit.

Namun, bisakah selalu beriring?

Rasanya tak pantas kita menyombongkan diri,

memaksa langkah yang selalu teriring.

Kau punya masa,

kau punya cita,

kau punya cinta,

dan aku pun sama.

Bukan langkah yang harus berdamping,

tapi hati yang selalu terjaga.

Dimana pun, kapan pun,

kupastikan keangkuhanku

akan selalu ada rasa kita,

cerita kita dan asa kita.

Untukmu sahabat

yang selalu hapuskan air mata.

 

 

Analisis puisi

A. Unsur Intrinsik

               1.) Tema                                                              : Sahabat“Untukmu sahabat”

`        2.) Suasana                                                : Mengharukan “Untukmu sahabat

                                                                                                                                   yang selalu hapuskan air mata.”

: Dalam puisi ini pembaca dan pendengar dapat  mengimajinasikan  setiap baitnya dari puisi ini. Penggunaan majas dalam baitnya pun membuat para pembaca dan pendengarnya berimajinasi yang tinggi.

“ Aku dan kau bagaikan tali

 yang diikat mati ditiap langkah,”

4.) Unsur gaya bahasa  : Tidak terlalu berbelit, sehingga para pembaca mudah                                                            memahaminya. “ Darimu kugenggam erat arti cinta.

                                                                                                                                            Kau yang selalu ada di detik masa,”

5.) Unsur musikalisasi   : Puisi ini sangat indah dalam setiap baitnya, terdapat makna         yang menarik.

Aku dan kau bagaikan tali

                yang diikat mati di tiap langkah,

 hanya karena ukhuwah

 yang tertancap,

 menghujam bumi dan mencengkram langit.

6.) Amanat                        :Dari puisi ini menyatakan bahwa kita tidak pantas menyombongkan diri untuk selalu bersamanya. Kamu punya tujuan dan aku juga punya tujuan

 

B.Unsur Ekstrinsik

1.) Keadaan sosial penyair             : Penyair menulis puisi yang perannya untuk          sahabat.

2.) Keadaan lingkungan                  : Penyair menyesuaikan puisinya dengan lingkungannya dalam bergaul sama temannya.

3.) Profesi                                             : Penyair merupakan siswa SMA, jadi dia menulis puisi dengan usia nya sekarang yang menjadi siswa.

4.) Kondisi                                            : Pada saat ini kondisi penyair yang remaja menyesuaikan cara bergaulnya.

5.) Peran                                               : Penyair berperan untuk mengembangkan imajinasinya dalam bentuk puisi.

 

            MAKNA YANG TERKANDUNG DALAM PUISI

·         Darimu kugenggam erat arti cinta          : maknanya yaitu Dari seseorang kita bisa mengenal arti kehidupan dengan sebuah cinta

·         Kau yang selalu ada didetik masa, disaat duka kubagi dua dan bahagia kian berada    : maknanya yaitu Kamu yang selalu ada disaat duka maupun bahagia

·         Aku dan kau bagaikan tali yang diikat mati ditiap langkah : maknanya yaitu persahabatan kita tidak pernah putus

·         Hanya karena ukhuwah yang tertancap, menghujam bumi dan mencengkram langit: karena persaudaraan yang membuat kita terjalin erat

·         Namun, bisakah kau selalu beriring?: namun, kita takkan pernah selalu bersama

·         Rasanya tak pantas kita menyombongkan diri, memaksa langkah yang selalu teriring: kita tidak boleh sombong untuk ingin selalu bersama.

·         Kau punya masa, kau punya cita, kau punya cinta, dan aku pun sama:kau punya tujuan dan cita cita dan aku juga begitu.

·         Bukan langkah yang harus berdamping, tapi hati yang selalu terjaga: kita tidak harus bersama sama, tapi kita harus percaya satusama lain.

·         Dimana pun, kapan pun, kupastikan keangkuhanku akan selalu ada rasa kita, cerita kita dan asa kita

·         Untuk mu sahabat, yang hapuskan air mata

Tentang Penulis

Caca Marshanda

Caca Marshanda

Tinggalkan Komentar