Tugas Siswa

Analisis puisi Adam dan Hawa

hqdefault
Afitrah Rahmadiana
Ditulis Oleh Afitrah Rahmadiana

Adam dan Hawa

Karya Sisri Putri

Saat tata surya tak tersusun rapi

dan bumi masih kosong tanpa penghuni,

Kau turunkan sepasang cinta sejati,

karena kesalahan yang membuat-Mu murka.

 

Kau satukan tulang rusuk yang terpisah,

Kembali berpeluk di gunung cinta.

Tangisannya bagaikan air hujan

Yang selalu menetes mengemis kasih-Mu.

 

Kamilah anak dan cucu nya

Yang hidup memadati bumi.

Bumi yang dulunya kosong dan gelap tanpa cahaya

dan kini telah dipenuhi berjuta dosa.

 

ANALISA PUISI

A. Unsur intrinsik

1) Tema : Kasih sayang “ Kau turunkan sepasang cinta sejati,”

2)Suasana : Mengharukan “ Tangisannya bagaikan air hujan Yang selalu menetes mengemis kasih-Mu.”

3Imaji: Dalam puisi ini,pembaca atau pendengarnya dapat mengimajimasikan setiap bait dari puisi ini,karena maksud dari puisi ini telah ada ceritanya. Penggunaan majas dalam baitnya pun membuat para pembaca dan pendengarnya dapat berimajinasi tinggi. “Saat tata surya tak tersusun rapi dan bumi masih kosong tanpa penghuni”,

4)simbol atau lambang: a.” Kau turunkan kebumi sepasang cinta sejati” kata sejati mengganbarkan hal yang abadi dan tak mudah hilang.

                                            b.”Kau satukan tulang rusuk yang terpisah” Kata tulang rusuk menyimbolkan seorang wanita yang terpisah dari pemiliknya.

                                          c .”Yang selalu menetes mengemis kasihmu” Kata mengemis melambangkan meminta,permintaan seseorang kepada yang lebih tinggi kuasanya.

                                         d. ”Tangisannya bagaikan air hujan” Kata air hujan disini berarti tangisannya amat deras.

5) unsur musikalitas:puisi ini sangat indah dengan setiap baitnyaterdapat makna yang menarik. . Serta puisi diatas juga memiliki tanda baca yang jelas yang membuat pembaca dapat menyesuaikan intonasinya saat membaca “Saat tata surya tak tersusun rapi dan bumi masih kosong tanpa penghuni, Kau turunkan sepasang cinta sejati, karena kesalahan yang membuat-Mu murka.”

6)unsur gaya bahasa :yang digunakan tidak terlalu berbelit sehingga bagi orang yang tidak mengerti sastrapun dapat memahaminya. Kamilah anak dan cucu nya Yang hidup memadati bumi.

7) Amanat:daripuisi diatas kita dapat mengetahui cerita adam dan hawa dengan begitu puisi diatas juga menyatakan bahwa cinta sejati meskipun terpisah akan dapat barsatu kembali.puisi ini juga mengingatkan kita bahwa manusia sekarang memiliki banyak dosa.

 

B) unsur ekstrinsik

1) keadaan sosial penyair: penyair menulis pusisi mengingat pesan puisinya dapat disampaikan untuk teman sesamanya.

2) keadaan lingkungan penyair:penyair menyesuaikan puisinya agar diterima dilingkungannya,dimana lingkungan penyair adalah para remaja.

3)profesi:penyair yang merupakan siswa sma,menulis puisi tersebut sehubungan dengan usianya yang merupakan usia remaja.

4)kondisi:pada saat sekarang kondisi penyair yang remaja tentu harus sedang berada pada fase percintaan.

5)peran :peran penyair dalam pembuatan puisinya ibarat dan orang yang ingin mengingatkan para pembaca dan pendengarnya.

 

Makna yang terkandung dalam puisi

Saat tata surya tak tersusun rapi : Bait puisi disamping bermakna, disaat tata surya belum pada aturannya atau pada awal terbentuknya jagad raya.

dan bumi masih kosong tanpa penghuni,: Bait puisi disamping juga memiliki makna pada awal terciptanya jagad raya.

Kau turunkan sepasang cinta sejati, : Bait puisi disamping memiliki makna, Allah menghadirkan kebumi sepasang Cinta sejati yakni Adan dan Hawa

karena kesalahan yang membuat-Mu murka. : Bait puisi disamping memiliki makna , Adam dan Hawa telah melanggar larangan yang telah Allah tetapkan.

Kau satukan tulang rusuk yang terpisah, : Bait puisi disampingbermakna bahwa Allah kembali menyatukan Adam dan Hawa yang waktu mereka turun kebumi mereka dalam keadaan terpisah.

Kembali berpeluk di gunung cinta.: bait puisi disamping memiliki makna,mereka bertemu disebuah gunung yang bernama jabal rahmah

Tangisannya bagaikan air hujan :Bait puisi de samping bermakna tangsisannya amat deras dan terus mengalir

Yang selalu menetes mengemis kasih-Mu. : bait puisi di samping memiliki makna air mata yang selalu menetes meminta maaf dan meminta kasih sayang dari Allah

Kamilah anak dan cucu nya : Bait puisi disamping memiliki makna bahwa sekarang kamilah keturunan Adam dan Hawa

Yang hidup memadati bumi. : Bait puisi disamping memiliki makna, sekarang keturunan Adam dan Hawa telah memenuhi bumi

Bumi yang dulunya kosong dan gelap tanpa cahaya: Bait puisi disamping memiliki makna bumi yang dulunya masih kosong dan bersih

dan kini telah dipenuhi berjuta dosa.: Bait puisi disamping memiliki makna sekarang bumi telah penuh oleh dosa yang diperbuat manusia.

Tentang Penulis

Afitrah Rahmadiana

Afitrah Rahmadiana

Tinggalkan Komentar