Tugas Siswa

ANALISIS PUISI by BENI PUTRA YUNARTA ( X MIPA 7 )

f
Beni Putra Y.
Ditulis Oleh Beni Putra Y.

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}

AKHIR KEGELAPAN

Karya Tania

Getar-getir suara maut

Menapaki sisa helaan

Ketika ia telah di kerongkongan,

Menarik sisa untuk melepas.

            Kala waktu telah tiba,

            Segala cinta tak terucap.

            Hanya diam terpaku menghitung noda,

            Yang nanti akan bercerita.

Entah kemana tiada yang tahu,

Kebaikan yang menentukan.

Si kiri dan kanan yang menjawab,

Meski tangisan pilu kian terucap,

Berlari jauh dari bayang kelam.

 

Analisis :

Getar-getir suara maut (napas)

Menapaki sisa helaan (yang sudah tersengal-sengal)

Ketika ia telah di kerongkongan, (yang telah berada di kerongkongan)

Menarik sisa untuk melepas. (menarik kembali untuk yang terakhir kalinya)

            Kala waktu telah tiba, (saat ajal menjemput)

            Segala cinta tak terucap. (cinta tidak dapat disampaikan)

            Hanya diam terpaku menghitung noda, (hanya diam yang bisa dilakukan)

            Yang nanti akan bercerita. (untuk menyampaikannya)

Entah kemana tiada yang tahu, (kemanapun pergi tidak ada yang tahu)

Kebaikan yang menentukan. (hanya amal kebaikan yang menentukannya)

Si kiri dan kanan yang menjawab, (malaikat raqib dan atid  bisa memberitahu)

Meski tangisan pilu kian terucap, (walau orang-orang menangis)

Berlari jauh dari bayang kelam. (namun dia tidak akan kembali)

Unsur intrinsik  :

a.       Tema     : perasaan yang tidak tersampaikan.

b.      Rasa      : sedih

c.       Nada     : menggunakan nada yang sendu dan syahdu sehingga memberikan kesan sedih.

d.      Suasana : sedih

e.       Imaji      : menggunakan imaji visual (pengimajian dengan kata yang membuat objek seperti terlihat.

Contoh   : “getar-getir suara maut”

                 “meski tangisan pilu kian terucap”

f.       Diksi      : pemilihan kata yang memberikan makna tertentu .

Contoh   : “getar-getir suara maut”

                 “si kiri dan kanan yang menjawab”

                 “berlari jauh dari bayang kelam”

g.      Amanat  : –     kita harus memberitahu perasaan kita sebelum ajal menjemput.

          Banyak-banyaklah berbuat kebaikan.

Unsur ektrinsik  :

a.       Profesi (status) : siswa SMA N 1 Lubuk Alung

b.      Agama              : Islam

Tentang Penulis

Beni Putra Y.

Beni Putra Y.

Tinggalkan Komentar