Tugas Siswa

Analisis Puisi dalam buku Antalogi Puisi “Sunyi” Gaun Merah

Cover Depan Sunyi
Irfan Afrinal99
Ditulis Oleh Irfan Afrinal99

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Gaun Merah

Karya Januarizka Safwita

 

Tatapku di ujung indra.

Kaulah sosok bergaun merah,

seolah mawar yang mekar.

Secercahpun seolah tanpa noda,

hanya saja tertutup gaun merah itu.

 

Tapi,keangkuhanmu takkan sanggup ia bela

karna saat tersentuh

jarimu pun sanggup menusuk jiwa.

Jika kau siuman,

sadarlah sebongkah dagingmu

takkan berarti keindahan bangkaimu,

hanya karna sehelai sutra yang membalutmu.

 

Makna puisi

            Lihat, pandang aku yang terakhir .Seseorang yang dibenci/sombong,seperti paling sempurna/berwibawa.Seperti tidak memiliki dosa/suci,tapi ia itu sombong.Tapi,kesombongannya itu tidak bisa menolongnya,karna saat besikap pada orang,perbuatanmu itu membuat sakit hati orang.Jika kau terbangun,apa kau sadar perbuatan baikmu,tidak akan bisa menutupi keburukanmu,hanya karna sedikit perbuatan baik mu itu.

 

 

Unsur instrinsik

1.      Tema : Kebencian dan kesombongan.

2.      Rasa : Marah.

3.      Nada : Menggunakan nda yang tinggi sehingga membuat kesan marah.

4.      Suasana : Marah.

5.      Gaya bahasa : Gaya bahasa yang digunakan susah dipahami.

6.      Diksi : Pemilihan kata yang memberikan makana tertentu.

Contoh:

“Tatapku di ujung indra.”merupakan pengganti kata pandang aku yang terakhir.

“ Kaulah sosok bergaun merah,”merupakan pengganti kata seorang yang dibenci.

“Secercahpun seolah tanpa noda,”merupakan pengganti kata tidak memliki dosa,bersih      suci

“hanya karna sehelai sutra yang membalutmu.”merupakan pengganti kata dengan sedikit kebaikan dapat menutupi keburukanmu.

7.      Amanat :

Ø  Selama kita hidup didunia kita tidak boleh menyombongkan diri karena itu akan mengundang kebencian orang lain.

Ø  Jangan merasa dengan sedikit kita berbuat baik kepada orang lain dapat menutupi keburukan kita yang banyak.  

 

Unsur ekstrinsik

1.      Keadaan sosial penyair : dalam keadaan membenci seseorang yang menyombongkan dirinya.

2.      Keadaan lingkungan : Penyair menyesuaikan dengan keadaan lingkungannya .

3.      Profesi : Sebagai siswi SMAN 1 Lubuk Alung

4.      Agama : Islam.

 

 

Tentang Penulis

Irfan Afrinal99

Irfan Afrinal99

Tinggalkan Komentar