Tugas Siswa

Analisis Puisi didalam Buku Kumpulan Puisi “Sunyi”

buku-sunyi
Irfan Afrinal99
Ditulis Oleh Irfan Afrinal99

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Hapuskan

Karya Teguh Eka Putra

 

           

            Hai kawan,

            Kesalahanku terukir di batu,

            Seakan tak akan terhapuskan.

                       

                        Batu itu sangat besar,

                        Sulit untuk dipindahkan,

                        Dan tak mudah di hancurkan.

 

            Batu itu tak pernah hilang,

            Setiapku membuka mata,

            Batu itu menutupi sinar mentari,

            Membuat duniaku gelap dan dingin.

                       

                        Kawan.

                        Kau itu air yang mengikis batu itu,

                        Agar duniaku tak lagi gelap dan dingin.

 

 

 

 

Analisis

1.       Makna dari lirik puisi

 Hai kawan,

 Kesalahanku terukir di batu, {masalah yang ada dan tersimpan dalam pikiran}

 Seakan tak akan terhapuskan. {masalah itu seakan-akan tidak akan bisa diselesaikan}

         

Batu itu sangat besar, { batu di umpamakan sebagai masalah,berarti masalah besar }

Sulit untuk dipindahkan, { sehingga karena masalah  itu pikirannya hanya mengingat masalah itu dan tidak bisa memikirkan yang lain }

Dan tak mudah di hancurkan. {masalah yang sangat berat }

Batu itu tak pernah hilang, {masalah  itu tidak bisa hilang dari pikirannya }

Setiapku membuka mata, { pada saat iya berpikir atau memikirkan sesuatu}

Batu itu menutupi sinar mentari, { masalah  itu membuat ia tidak sanggup lagi menjalani kehidupan}

Membuat duniaku gelap dan dingin. {masalah  itu membuatnya tidak nyaman dan terus menyertainya}

 

Kawan.

Kau itu air yang mengikis batu itu, {temannya yang bisa memberikan solusi dari masalah itu}

 Agar duniaku tak lagi gelap dan dingin. {agar masalah itu selesai}

 

2.      Unsur instrinsik

 

a.      Tema : Hidup yang terus dibayangi oleh kesalahan.

b.      Rasa : Sedih.

c.       Nada : Menggunakan nada yang yang syahdu sehingga lirik puisi memberikan kesan  sedih.

d.      Suasana : Sedih.

e.      Imaji : menggunakan imaji visual {pengimajian dengan kata yang membuat objek seperti terlihat}

Contoh :“Batu itu menutupi sinar mentari”

f.        Diksi : Pemilihan kata yang memberikan makna tertentu.

Contoh :

“Batu itu sangat besar” merupakan pengganti dari kata masalah besar.

“Batu itu menutupi sinar mentari” merupakan pengganti dari kata melihat kehidupan.

“Kau itu air yang mengikis batu itu” merupakan pengganti dari kata menghilangkan kesalahan.

g.      Amanat :

Ø  Janganlah berfikir masalah itu membuat kita tidak penting lagi hidup karena masalah itu adalah cobaan dari Yang Maha Kuasa.  

Ø  Jika ada masalah cobalah untuk berbagi kepada orang yang dirasa bisa di percaya.

Ø  Setiap masalah pasti bisa di selesaikan.

 

3.      Unsur Ekstrinsik

a.      Profesi {status} : Siswa SMAN 1 Lubuk Alung.

b.      Agama : Islam.

 

Tentang Penulis

Irfan Afrinal99

Irfan Afrinal99

Tinggalkan Komentar