Tugas Siswa

ANEKDOT KARYA SENDIRI

THANG
Fanysa Mantila
Ditulis Oleh Fanysa Mantila

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

    Rumah Rara dan Rani cukup dekat dari sekolah mereka.Mereka jalan kaki menuju sekolah. Suatu hari,setiap mereka pulang sekolah,mereka terlibat perbincangan tentang sampah.                                                                                    Rara  : “Banyak sekali sampah berserakan.Padahal ada tong sampah,tapi pada buanh seenak nya saja.     
              Memangnya mereka  tidak tahu kalau sampah itu salah satu penyebab banjir.
Rani   : “Kamu Ra,seperti orang yang baru tinggal sehari saja di Indonesia.memang dari dulu banyak    
               orang kita yang buang sampah sembarangan.

      Di tengah jalan mereka bertemu dengan Dini yang juga satu sekolah dengan mereka.
Dini       :”hai rara,rani sedang apa kalian sepertiny ribut sekali??”
Rani      :”ini dini kita sedang membahas tentang masalah sampah yang berserakan di jalan,padahal telah  
               tersedia tong sampahtetapi masih saja membuang sampah sembarangan.”
Dini       :”iya juga ya,apakah terus menerus seperti ini?masa tidak mau di perbaiki?selain banjior,sampah        
               juga tidak baik untuk kesehatan.”
Rara      :”betul din,eharusnya pemerintah lebih peduli”
Rani      :”pemerintah bukan nya tidak peduli.kita kan sama-sama tahu kalau negeri kita banyak masalah
                yang perlu di selesai kan.belum lagi sampah-sampah yang berkeliaran di acara berita di TV.” Dini&Rara :”maksud kamu??”
Rani        :”itu para koruptor.mereka itu ampah masyarakat.,kalian tahu kan?? Kalau tidak di daur ulang
                   ya di musnahkan.”
Dini         :”aku setuju sama kamuRan,koruptor itu memang sampah yang sangat merugikan dan
                  menyakiti rakyat Indonesia.kalau sampah masig mending di daul ulang.kalau koruptor
                 itulebih buruk dari sampah.”
Rara        :”aku benar-banar heran,kalau menyangkut masalah koruptor,masyarakat pasti langsung peduli
                  tapi kalau masalah sampah banyak orang yang masih tidak peduli.padahal kan sama-sama bagi
                  bagi kesehatan.sampah dapat menbahayakan kesehatan tubuh manusia,sedangkan koruptor
                  dapatmembahayakan khas negara.”
Rani          :”padahal kan maslah nyabukan koruptor nya sajaya??”
Dini           “iya,tapi koruptor juga penting untuk di berantas.maksud ku korupsi nya”
Rara          :”kalau koruptornya gimana??”
Dini           :”buanglah koruptor pada tempat nya.”

        Mereka bertiga tertawa dan tidak terasa sudah mau sampai dirumah mereka masing-masing.

Rani           :”aku duluan ya,sampai jumpa.”
Dini&Rara :”iya,sampai jumpa.”

 

Tentang Penulis

Fanysa Mantila

Fanysa Mantila

Tinggalkan Komentar