Teknologi

Karier di Bidang TI, Kunci Pertumbuhan Indonesia

Dari kiri ke kanan: Fiona Davidson (International Marketing Manager), Stefani Sugiarto (Regional Coordinator, UTS:INSEARCH), Dr Alan Sixsmith (Director of Teaching and Learning, University Technology of Sydney), dan Kate Dennis (Corporate Communication Manager, UTS:INSEARCH) berfoto bersama sesuai acara.

Berdasarkan laporan terbaru McKinsey, diperkirakan penggunaan teknologi digital baru dapat menambah lebih dari US$150 miliar (sekitar sepuluh persen PDB) bagi ekonomi tahunan Indonesia dalam sepuluh tahun mendatang.

Hal ini dicapai melalui sektor publik dan pemerintah serta warga negara yang tertarik dalam memanfaatkan teknologi digital. Tujuannya, meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Menurut laporan tersebut, Indonesia memiliki akses internet yang terjangkau dibandingkan dengan negara lainnya di dunia (termasuk India), meskipun kualitas internet (kecepatan dan bandwidth) masih rendah.

Dengan penetrasi internet yang terpusat di daerah berpenduduk padat seperti Jakarta dan Yogyakarta, infrastruktur masih berkembang dengan ketersediaan 4G yang baru menjangkau 23 persen wilayah RI.

Karena itu, perluasan infrastruktur melalui pembangunan menara 4G/LTE di luar Jawa sangat diperlukan untuk memungkinkan inisiatif kota cerdas yang dilakukan di seluruh Indonesia serta dalam industri niaga.

Seiring dengan adanya urgensi transformasi digital dalam perusahaan yang meningkat, kebutuhan terhadap profesional TI yang terampil pun akan berkembang pesat. “Infrastruktur IT yang kuat dan teknologi digital bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan produktivitas, menghubungkan lebih banyak orang ke dalam ekonomi Indonesia, dan mendorong inovasi serta membuka akses ke pasar baru,” kata Dr Alan Sixsmith (akademisi TI dari UTS Sydney, Australia).

“Dengan permintaan global terhadap spesialis TI yang meningkat, mereka yang memiliki keterampilan mendalam dalam mengembangkan dan mengelola TI akan tetap berada di barisan depan,” tambahnya.

Ia juga menyatakan bahwa mendapatkan modal manusia yang tepat untuk mewujudkan peluang di masa depan akan menjadi tantangan.

Pasalnya, banyak perusahaan dan start-up di Indonesia memerlukan keterampilan TI yang kuat. Menurutnya, para karyawan ini harus siap dengan soft skill dan keterampilan sosial yang kuat untuk membangun tim yang efektif.

Dr Sixsmith sendiri saat ini sedang berkunjung ke Indonesia serta sedang menyelenggarakan serangkaian lokakarya sekolah bersama UTS:INSEARCH di Denpasar, Jakarta, Palembang dan Surabaya untuk menekankan karier yang tersedia di bidang TI.

Tanggapan Kamu

komentar

قالب وردپرس

Tentang Penulis

Albert Aprillio

albert aprillio

Tinggalkan Komentar