Tugas Siswa

Latihan Bahasa Indonesia hal 81

KYU 2014
Novia Dwi Rahmawati
Ditulis Oleh Novia Dwi Rahmawati

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Seonggok Jagung
Karya W.S. Rendra

Seonggok jagung di kamar,
takkan menolong seorang pemuda
yang pandangan hidupnya hanya berasal dari buku,
dan tidak dari kehidupan…

 

Yang tidak terlatih dalam metode,
dan hanya penuh hafalan kesimpulan,
yang hanya terlatih sebagai pemakai,
tetapi kurang latihan bebas berkarya,

Pendidikan telah memisahkannya dari kehidupannya!
Aku bertanya
Apakah gunanya pendidikan,
bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing
di tengah kenyataan persoalannya?

Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang
menjadi layang-layang di ibu kota,
menjadi sekrup-sekrup di Schlumberger, Freeport, dan sebagainya,
kikuk pulang ke daerahnya?

Apakah gunanya seseorang
belajar teknik, kedokteran, filsafat, sastra,
atau apa saja,
ketika ia pulang ke rumahnya, lalu berkata:

“Di sini aku merasa asing dan sepi!!”

 

 Pertanyaan

1.       Puisi karya W.S Rendra di atas menggambarkan seorang pemuda yang hanya tinggal berdiam; terkurung di dalam rumah sehingga ia tidak hidup bebas bergerak dan berekspresi di luar rumah. Setelah membaca puisis tersebut,  bandingkan isinya dengan kesempatan kalian untuk berpendapat dalam kehidupan sehari-hari!

2.       Bagaimanakah kesempatan kalian untuk berpendapat di rumah?

3.       Bagaimanakah kesempatan kalian untuk berpendapat di masyarakat?

4.       Setujukah kalian bahwa pendidikan sekolah yang sekarang diselenggarakan di Negara tercinta ini secara terus-menerus sedang mengembangkan kesempatan untuk berpendapat bagi siswa?

5.       Sebagai siswa, apakah kalian merasa bebas atau tidak untuk berpendapat di sekolah?

6.       Dengan cara apakan biasanya kalian mengajukan pendapat  di sekolah? Siapa yang biasanya mendengarkan pendapat kalian di sekolah?

7.       Saat mengikuti pelajaran di kelas, kapan kalian diberi kesempatan untuk berpendapat?

8.       Apakah pendapat kalian sering disetujui atau ditolak? Tahukah kalian mengapa disetujui atau ditolak?

 

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah

 

1.       Perbandingan isi puisi di atas dengan kesempatan saya untuk berpendapat dalam kehidupan sehari-hari sangatlah berbanding terbalik dengan tokoh dalam puisi ini karena saya diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat di dalam keluarga saya dan juga di sekolah, sedangkan dalam puisi ini si tokoh hanya mementingkan pendidikannya dan lupa dengan lingkungan sekitarnya sehingga tidak ada tempat baginya untuk berpendapat atau menyampaikan keluhannya.

2.       Saya bebas berpendapat di rumah karena orang tua saya tidak membuat aturan jika anak dilarang untuk menyampaikan pendapatnya, lagi pula jika anak menyampaikan pendapatnya maka keluarga tersebut akan dapat saling mengerti dan bahagia.

3.       Saya kurang bebas berpendapat di masyarakat karena di kampong saya warga kampong hanya mau menerima pendapat orang tertentu dan orang tua saja. Mereka sepertinya tidak menghiraukan pendapat dari anak SMA seperti saya.

4.       Saya setuju, karena jika kesempatan tersebut terus dikembangkan, maka siswa  akan mudah untuk menyampaikan keluhannya baik itu tentang fasilitas sekolah, ketenangan sekolah, keamanan sekolah, maupun kinerja guru dalam mendidik di sekolah. Sehingga siswa di sekolah akan merasa aman dan nyaman.

5.       Sebagai siswa SMA N 1 Lubuk Alung saya merasa bebas untuk mengeluarkan pendapat saya di sana, karena di sekolah saya tidak ada larangan untuk menyampaikan pendapat masing-masing siswa bahkan guru-guru memfasilitasinya dengan adanya kotak saran.

6.       Saya biasanya mengajukan pendapat di sekolah dengan cara berkomunikasi dengan wali kelas, guru bk dan teman-teman saya mengenai pendapat atau keluhan saya.

7.       Saat mengikuti pelajaran di kelas, kami di beri kesempatan untuk bertanya  pada saat diskusi kelompok, sesi tanya jawab dan setelah guru menyampaikan materi.

8.       Pendapat saya kadang diterima dan kadang pula ditolak. Pendapat saya ditolak mungkin karena pendapat yang saya berikan tidak masuk akal. Dan pendapat saya yang dirima mungkin karena saya menyampaikan pendapat dengan ide-ide yang kreatif dan masuk akal.

 

Latihan 2

 

1.       Menurut kalian, Negara manakah yang memiliki perenomian yang paling bagus di dunia dan Negara manakah yang memiliki ekonomi yang paling buruk?

2.       Apakah dibandingkan Negara lain, ekonomi Indonesia berada pada urutan keberapa?

3.       Mungkinkah Indonesia memilikiekonomi yang setara dengan ekonomi Negara-negara maju?

4.       Syarat-syarat apakah yang harus dipenuhi agar ekonomi Indonesia menjadi setara dengan ekonomi Negara-negara maju?

5.       Apakah yang ditempuh oleh pemerintah agar syarat-syarat itu dipenuhi?

6.       Apakah yang seharusnya ditempuh oleh setiap warga agar Indonesia  maju?

7.       Apakah yang seharusnya dilakukan oleh sekolah agar ekonomi Indonesia maju?

8.       Apakah yang dapat kalian lakukan agar ekonomi Indonesia maju?

 

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah

 

1.       Menurut  saya negara yang memiliki perekonomian  paling maju adalah Amerika Serikat karena karena Amerika merupakan negara maju dan Negara berkembang. Selain itu mata uang Amerika Serikat juga dapat mempengaruhi nilai mata uang Negara lain. Dan negara dengan ekonomi paling rendah di dunia menurut saya adalah  Republik Afrika Tengah karena kekeran sektarian yang  hampir terjadi setiap tahun membuat ekonomi negara ini sulit berkembang.

2.       Saya tidak begitu tau urutn keberapa pastinya Indonesia di dunia, tetapi menurut logika saya Indonesia mungkin berada pada tingkat menengah keatas karena Indonesia perekonomiannya tidak terlalu buruk dibandingkan negara berkembang lainnya.

3.       Menurut saya kemungkinan perekonomian Indonesia setara dengan Negara maju mungkin ada  tetapi tidak untuk saat ini, jika pemerintah menyiapkan generasi yang cerdas dan bertanggung jawab mulai dari sekarang mungkin nantinya Indonesia akan menjadi Negara maju dan penghasilan perkapitanya tinggi.

4.       Menerut saya syarat-syarat yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi Negara yang perekonomiannya maju adalah sebagai berikut:

-Mempertegas sanksi terhadap koruptor

-Meningkatkan fungsi kerja  KPK

– Menyiapakan generasi yang cerdas, disiplin dan bertanggung jawab

– Meningkatkan kinerja guru dalam membimbing siswa-siswa di sekolah

– Mendahulukan produk domestick darti pada produkluar negri

 

5.       Yang harus ditempuh pemerintah adalah agar syarat tersebut terpenuhi adalah pemerintah bekerjasama dengan petinggi Negara ataupun polisi dalam rangka pemberantasan korupsi dan pensejahteraan ekonomi Indonesia.

6.       Yang harus ditempuh masyarakat adalah agar syarat tersebut terpenuhi adalah masyarakat menjalin kerjasama dengan pemerintah mengenai  cara agar perekonomian Indonesia maju dan merancang lapangan pekerjaan untuk mensejahterakan ekonomi penduduknya.

7.       Yang seharusnya dilakukan oleh pihak sekolah adalah dengan menyiapakan generasi bangsa yang cerdas, disiplin, terampil dan bertanggung jawab untuk menjadikan Indonesia menjadi Negara maju.

8.       Yang dapat saya lakukan selaku siswa SM untuk memajukan perekonomian Indonesia adalah dengan menyiapakan diri dengan lebih baik, cerdas dan rajin belajar guna untuk memajukan ekonomi Indonesia nantinya.

Tentang Penulis

Novia Dwi Rahmawati

Novia Dwi Rahmawati

Tinggalkan Komentar