Tugas Siswa

Membuat Teks Anekdot (X IIS 1)

Penguins
Dian Kurnia Cristin
Ditulis Oleh Dian Kurnia Cristin

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Bantuan yang Tidak di Inginkan

 

Farel seorang mahasiswa yang baik, ramah dan suka membantu orang yang banyak pergumulan.

Ketika Farel ingin pulang ke rumah, ia melihat seorang kakek yang sangat lemah berdiri di tepi jalan raya. Farel pun kasihan, ia merasa bahwa kakek tersebut ingin menyebrangi jalan. Tapi, sang kakek tidak berani untuk menyebrang. Tanpa membuang waktu, Farel langsung menghampiri kakek itu untuk membantu nya menyebrang.

Farel : “kek, sini saya bantu.” Ucap farel. Sang kakek jadi bingung, tapi ia tidak membantah.

 Setelah tiba di seberang, bis yang telah lama ditunggu sang kakek sudah datang, tapi kakek tidak jadi naik.

Kakek : “Bis.. biss.. tunggu.. tungu… tunggu…” teriak kakek sekuat mungkin. Tapi, sopir bis itu tidak bisa mendengar teriakan sang kakek.

Farel : “Kakek mau naik bis itu ya? Bukan nya kakek mau menyebrang? Emang nya kakek mau  kemana?” Tanya Farel .

Kakek : “Kamu sih..,  siapa juga yang mau nyebrang? Jalas-jelas saya di situ ya, nunggu bis. Tiap mobil yang lewat, batas nya tiga jam. Dan lihat sekarang, bis nya sudah pergi”. Jelas sang     kakek terpatah-patah.

Farel : “Aduh kek,, maaf banget kek.. Farel kira kakek mau nyebrang”. Sahut Farel dengan menyesal.

Kakek : “Dasar anak muda, sok baik lu”.Celoteh sang kakek di dalam hati nya.

 Kakek pun tidak bisa memarahi nya, karna sang kakek tau bahwa Farel tidak sengaja. Tapi sang kakek selalu berceloteh di dalam hati nya.

 

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Salah Sangka

Qisa dan Meta telah lama bersahabat, begitu pula dengan Yono dan Ciko. Qisa dan Meta ingin mencari sahabat tambahan. Sadangkan Yono dan Ciko ingin mencari gebetan tambahan.

Yono : ciko, lihat tuh, ada cewek. Tanpa memperpanjang waktu, ciko langsung menuju ke arah yang berlawanan lalu menyenggol Qisa.

Ciko : “eeh,, sorry, aku sengaja”

Qisa : “gak apa-apa kok” balas Qisa.

Meta :”loh,? Kok gak apa-apa? Padahal kan…?”

Qisa : “heh.. sudah lah..” bentak Qisa.

Meta : “hmm.. terserah lah..”

                Seiring berjalan nya waktu, Qisa dan Ciko mulai dekat dan saling perhatian satu sama lain. Tak lama Qisa  pun ingin menawarkan kepada Ciko untuk menjadi sahabat baru nya dan Meta. Akan tetapi,

Qisa : “Ciko, kamu mau gak jadi..” Qisa belum selesai bicara, Ciko langsung menyahut.

Ciko : Apah..? gak..gak aku gak bisa jadi pacar kamu.”bentak Ciko.

Meta :Ihh, gr nee cowok..”celoteh Meta di dalam hati nya.

Qisa : apaa sih, siapa juga yang mau pacaran sama kamu? Gr..!”

Qisa pun pergi meninggalkan Ciko di depan perpustakaan. Sedangkan ciko, langsung terdiam dan tidak bisa mengatakan apapun lagi.

Tentang Penulis

Dian Kurnia Cristin

Dian Kurnia Cristin

Saya bersekolah di tengah teman-teman yang berbeda. Tapi mereka semua memahami dan menghargai saya karena, saya jaga mencoba untuk memahami dan menghargai perbedaan mereka semua..

Tinggalkan Komentar