Tugas Siswa

Menganalisis Biografi

download (1)
Arni Putri
Ditulis Oleh arni putri

Biografi Lengkap Kisah dan Kiprah R.A. Kartini  Profil R.A. Kartini    

 

Nama : Raden Adjeng Kartini

Tempat lahir : Jepara, Jawa Tengah

Tanggal lahir : Senin, 21 April 1879

Zodiac : Taurus

Wafat : 17 September 1904, Kab. Rembang

Warga Negara : Indonesia

Agama : Islam

Pasangan : K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat

Anak : Soesalit Djojoadhiningrat

Dikenal karena : Emansipasi wanita

 

 

 

    Biografi R.A. Kartini    

Sudah banyak yang mengupas kisah mengenai sosok Kartini, salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Banyak penulis menuturkan perjalanan hidup beliau yang menginspirasi lewat biografi, seperti yang dilakukan oleh Sitisoemandari Soeroto dalam bukunya yang berjudul, ‘Kartini : Sebuah Biografi’. Dalam buku tersebut diterangkan mengenai silsilah keluarga Kartini, sisi kehidupan yang menjadi saksi perjuangan melalui tulisannya yang sarat akan kritik penyetaraan gender, nasionalisme yang menggugah sampai ke negeri Belanda. Kumpulan tulisan kepada sahabat-sahabat penanya di Belanda maupun surat-surat yang pernah ia buat dirangkum Armijn Pane dalam sebuah buku berjudul, ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, yang juga merupakan salah satu tema surat yamg pernah beliau tuliskan. Berikut pemaparan mengenai Biografi Kartini mulai dari perjalanan hidupnya, karyanya, semua yang bersangkutan mengenai Kartini, kontroversi gelarnya, serta keturunan Kartini yang masih hidup. Semuanya disadur dari buku dan beberapa sumber dari Internet.

 

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari NyaiHaji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo.

 

Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua. Kakeknya, Pangeran Ario Tjondronegoro IV, diangkat bupati dalam usia 25 tahun dan dikenal pada pertengahan abad ke-19 sebagai salah satu bupati pertama yang memberi pendidikan Barat kepada anak-anaknya. Kakak Kartini, Sosrokartono, adalah seorang yang pintar dalam bidang bahasa. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Beliau bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Sebagai seorang gadis, Kartini harus menjalani masa pingitan hingga sampai waktunya untuk menikah. Ini merupakan suatu adat yang harus dijalankan pada waktu itu. Kartini hanya dapat memendam keinginannnya untuk bersekolah tinggi.

 

Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa .Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judulMax Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder(Letakkan Senjata). Semuanya berbahasa Belanda. Pikirannya menjadi terbuka lebar, apalagi setelah membandingkan keadaan wanita di Eropa dengan wanita Indonesia. Sejak itu, timbullah keinginan beliau untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status sosial yang rendah. Ia ingin memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah bagi gadis – gadis di Jepara, karena pada saat itu ia berdomisili di Jepara. Muridnya hanya berjumlah 9 orang yang terdiri dari kerabat atau famili.

 

Di samping itu, ia banyak pula menulis surat untuk teman-temannya orang Belanda.  Salah satunya adalah Rosa Abendanon yang banyak mendukungnya. Dalam surat itulah ia melampiaskan cita-citanya untuk menuntut persamaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita. Kartini pun kemudian beberapa kali mengirimkan tulisannya dan akhirnya dimuat diDe Hollandsche Lelie, sebuah majalah terbitan Belanda yang selalu ia baca. Dari surat-suratnya, tampak Kartini membaca apa saja dengan penuh perhatian, sambil membuat catatan-catatan. Kadang-kadang Kartini menyebut salah satu karangan atau mengutip beberapa kalimat. Perhatiannya tidak hanya semata-mata soalemansipasi wanita, tapi juga masalah sosial umum. Kartini melihat perjuangan wanita agar memperoleh kebebasan, otonomi dan persamaan hukum sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

 

Beliau sempat mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya, namun ayahnya pada saat itu memutuskan agar Kartini harus menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala ituyang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Sejak itu, Kartini harus hijrah dari Jepara ke Rembang mengikuti suaminya.  Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

 

Kartini memiliki seorang anak lelaki bernama Soesalit Djojoadhiningrat, yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Selang beberapa hari pasca melahirkan, Kartini tutup usia pada tanggal 17 September 1904. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

 

Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

 

Pada tahun 1922, Balai Pustaka menerbitkannya dalam bahasa Melayu dengan judul yang diterjemahkan menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran, yang merupakan terjemahan oleh Empat Saudara. Kemudian tahun 1938, keluarlah Habis Gelap Terbitlah Terang versi Armijn Pane seorang sastrawan Pujangga Baru. Armijn membagi buku menjadi lima bab pembahasan untuk menunjukkan perubahan cara berpikir Kartini sepanjang waktu korespondensinya. Versi ini sempat dicetak sebanyak sebelas kali. Surat-surat Kartini dalam bahasa Inggris juga pernah diterjemahkan oleh Agnes L. Symmers. Selain itu, surat-surat Kartini juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Jawa dan Sunda.

 

Terbitnya surat-surat Kartini, seorang perempuan pribumi, sangat menarik perhatian masyarakat Belanda, dan pemikiran-pemikiran Kartini mulai mengubah pandangan masyarakat Belanda terhadap perempuan pribumi di Jawa. Pemikiran-pemikiran Kartini yang tertuang dalam surat-suratnya juga menjadi inspirasi bagi tokoh-tokoh kebangkitan nasional Indonesia, antara lain W.R. Soepratman yang menciptakan lagu berjudul Ibu Kita Kartini.

 

 

TugasHal 214.

No

Pertanyaan

Jawaban

1.

Mengapa teks tersebut tergolong kedalam biografi?

Karena teks tersebut berisikan tentang riwayat hidupnya.

2.

Apakah isi dari teks biografi tersebut?

Teks tersebut berisikan tentang perjalanan hidup, mulai dari seputar kisah keluarganya hingga setiap permasalahan yang dihadapinya.

3.

Bagaimanakah pola penyajian teks biografi tersebut?

 

4.

Siapakah nama tokoh yang biogarinya sedang dibacakan?

Raden Adjeng Kartini

5.

Apa perannya sehingga ia layak dibuatkan biografi?

Ia merupakan tokoh pahlawan wanita fenomenal dari tanah Jawa.

6.

Bagaimanakah masa kecilnya?

Pada masa kecilnya Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europose Lagere School) sampai berumur 12 tahun.

7.

Bagaimanakah masa mudanya?

Setelah berusia 12 tahun, Kartini harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit hingga sampai waktunya untuk menikah. Kartini hanya dapat memendam keinginannya untuk bersekolah tinggi.

8.

Kesulitan atau masalah apa yang pernah dialaminya?

Permasalahannya Kartini tidak bisa melanjutkan pendidikannya untuk bersekolah tinggi.

9.

Bagaimana ia mengatasi kesulitan-kesulitan itu?

Karena beliau gemar membaca dari buku-buku, Koran, sampai majalah Eropa. Dengan itulah beliau belajar. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.

10.

Karya apa saja yang telah dibuatnya?

Beliau sudah mengangkat derajat kaum wanita, beliau juga mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara.

11.

Apabilabertemudengantokohtersebut, apa yang kamu lakukan atau tanyakan?

Untuk bertemu itu tidak mungkin, tapi untuk mengetahui perjuangannya tentu saja. Mungkin saya akan mengutip dan mencontoh setiap pembelajaran dan perjuangan yang telah diraih oleh beliau. Walaupun belum sesempurna beliau.

 

Tugas Hal 215.

Analisis struktur teks biografi.

KutipanTeks

BagianStruktur

R.A Kartini merupakan salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia lahir pada tanggal 21 april 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah.Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Ibunya bernama M.A Ngasirah seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri, dari kesemua saudara kandung Kartini adalah anak perempuan tertua. Kartini menikah dengan R.M.A.A Singgih Djojo Adhiningrat, bupati rembang kala itu yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903 dan dikarunia seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang dilahirkan pada 13 September 1904.

 

Orientasi, bagian ini menceritakan siapa R.A Kartini

Kartini membandingkan keadaan wanita Eropa dengan wanita Indonesia. Sejak itulah timbul keinginan beliau untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status social yang rendah. Ia ingin memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara, karena pada saat itu ia berdomidili di Jepara.

 

Peristiwa-peristiwapenting

. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911.

 

 

Reorientasi

 

Tugas Hal 223.

Marilah kita bandingkan pola penyajian ketiga biografi di atas dengan menggunakan tebel berikut ini.

Aspek

R.A Kartini

George Saa

Ardian Syaf

Alurcerita

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarganya, lalu pendidikannya yang hanya sampai usia 12 tahun. banyak diulas mengenai pendidikan yang banyak didapatkannya dengan membaca dan menulis. Kemudian cerita dilanjutkan dengan kehidupannya dengan sang suami hingga 1 tahun pernikahan dan dikarunia seorang putra yang disusul dengan kepergian beliau selang 4 hari pasca melahirkan.

 

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarga, lalu beralih kepada pendidikannya yang penuh pengorbanan dan tekad yang kuat. Cerita dilanjutkan dengan kisah pendidikannya di Amerika.

Cerita diawali dengan identitas diri da keluarga, lalu dilanjutkan dengan perjungannya selama mengenyam pendidikan. Kemudian cerita dilanjutkan dengan perjalanannya dalam merintis kariernya di Amerika. Cerita diakhiri dengan sederet daftar komik karya Ardian.

Sudut pandang

 

 

 

Gaya penulisan

 

Deskriptif naratif dikombinasikan dengan dialog

 

Fokus penceritaan

Perjalanan karier

Keberhasilan karier

Keberhasilan karier

 

Tugas Hal 226.

Judul teks biografi :

Kutipan Teks Biografi

Kepribadian Unggul

, salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Dikenal  karena Emansipasi wanita.

 

Sosok panutan

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. .Kartini banyak membaca surat kabar.

Tidak mudah menyerah

 

 

 

Tugas Hal 230.

Tuliskan hasil kerjamu pada table beriku tini.

KutipanTeks

Pokok Informasi

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari NyaiHaji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.

 

R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya bernama M.A. Ngasirah.

. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Beliau bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Sebagai seorang gadis, Kartini harus menjalani masa pingitan hingga sampai waktunya untuk menikah. Ini merupakan suatu adat yang harus dijalankan pada waktu itu. Kartini hanya dapat memendam keinginannnya untuk bersekolah tinggi. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa .Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judulMax Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder(Letakkan Senjata)

 

 

Pendidikannya hanya sampai bangku skolah dasar, tapi untunglah ia gemar dalam membaca.

Beliau sempat mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya, namun ayahnya pada saat itu memutuskan agar Kartini harus menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala ituyang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Sejak itu, Kartini harus hijrah dari Jepara ke Rembang mengikuti suaminya.  Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

 

 

Suaminya mengerti akan keinginan Kartini dan memberi kebebasan.

Kartini memiliki seorang anak lelaki bernama Soesalit Djojoadhiningrat, yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Selang beberapa hari pasca melahirkan, Kartini tutup usia pada tanggal 17 September 1904. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

 

 

Kartini wafat selang 4 hari melahirkan anaknya.

Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

 

 

Karena menghormati kegigihannya, maka didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini.

 

 TugasHal 214.

No

Pertanyaan

Jawaban

1.

Mengapa teks tersebut tergolong kedalam biografi?

Karena teks tersebut berisikan tentang riwayat hidupnya.

2.

Apakah isi dari teks biografi tersebut?

Teks tersebut berisikan tentang perjalanan hidup, mulai dari seputar kisah keluarganya hingga setiap permasalahan yang dihadapinya.

3.

Bagaimanakah pola penyajian teks biografi tersebut?

 

4.

Siapakah nama tokoh yang biogarinya sedang dibacakan?

Raden Adjeng Kartini

5.

Apa perannya sehingga ia layak dibuatkan biografi?

Ia merupakan tokoh pahlawan wanita fenomenal dari tanah Jawa.

6.

Bagaimanakah masa kecilnya?

Pada masa kecilnya Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europose Lagere School) sampai berumur 12 tahun.

7.

Bagaimanakah masa mudanya?

Setelah berusia 12 tahun, Kartini harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit hingga sampai waktunya untuk menikah. Kartini hanya dapat memendam keinginannya untuk bersekolah tinggi.

8.

Kesulitan atau masalah apa yang pernah dialaminya?

Permasalahannya Kartini tidak bisa melanjutkan pendidikannya untuk bersekolah tinggi.

9.

Bagaimana ia mengatasi kesulitan-kesulitan itu?

Karena beliau gemar membaca dari buku-buku, Koran, sampai majalah Eropa. Dengan itulah beliau belajar. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.

10.

Karya apa saja yang telah dibuatnya?

Beliau sudah mengangkat derajat kaum wanita, beliau juga mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara.

11.

Apabilabertemudengantokohtersebut, apa yang kamu lakukan atau tanyakan?

Untuk bertemu itu tidak mungkin, tapi untuk mengetahui perjuangannya tentu saja. Mungkin saya akan mengutip dan mencontoh setiap pembelajaran dan perjuangan yang telah diraih oleh beliau. Walaupun belum sesempurna beliau.

 

Tugas Hal 215.

Analisis struktur teks biografi.

KutipanTeks

BagianStruktur

R.A Kartini merupakan salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia lahir pada tanggal 21 april 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah.Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Ibunya bernama M.A Ngasirah seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri, dari kesemua saudara kandung Kartini adalah anak perempuan tertua. Kartini menikah dengan R.M.A.A Singgih Djojo Adhiningrat, bupati rembang kala itu yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903 dan dikarunia seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang dilahirkan pada 13 September 1904.

 

Orientasi, bagian ini menceritakan siapa R.A Kartini

Kartini membandingkan keadaan wanita Eropa dengan wanita Indonesia. Sejak itulah timbul keinginan beliau untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status social yang rendah. Ia ingin memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara, karena pada saat itu ia berdomidili di Jepara.

 

Peristiwa-peristiwapenting

. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911.

 

 

Reorientasi

 

Tugas Hal 223.

Marilah kita bandingkan pola penyajian ketiga biografi di atas dengan menggunakan tebel berikut ini.

Aspek

R.A Kartini

George Saa

Ardian Syaf

Alurcerita

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarganya, lalu pendidikannya yang hanya sampai usia 12 tahun. banyak diulas mengenai pendidikan yang banyak didapatkannya dengan membaca dan menulis. Kemudian cerita dilanjutkan dengan kehidupannya dengan sang suami hingga 1 tahun pernikahan dan dikarunia seorang putra yang disusul dengan kepergian beliau selang 4 hari pasca melahirkan.

 

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarga, lalu beralih kepada pendidikannya yang penuh pengorbanan dan tekad yang kuat. Cerita dilanjutkan dengan kisah pendidikannya di Amerika.

Cerita diawali dengan identitas diri da keluarga, lalu dilanjutkan dengan perjungannya selama mengenyam pendidikan. Kemudian cerita dilanjutkan dengan perjalanannya dalam merintis kariernya di Amerika. Cerita diakhiri dengan sederet daftar komik karya Ardian.

Sudut pandang

 

 

 

Gaya penulisan

 

Deskriptif naratif dikombinasikan dengan dialog

 

Fokus penceritaan

Perjalanan karier

Keberhasilan karier

Keberhasilan karier

 

Tugas Hal 226.

Judul teks biografi :

Kutipan Teks Biografi

Kepribadian Unggul

, salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Dikenal  karena Emansipasi wanita.

 

Sosok panutan

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. .Kartini banyak membaca surat kabar.

Tidak mudah menyerah

 

 

 

Tugas Hal 230.

Tuliskan hasil kerjamu pada table beriku tini.

KutipanTeks

Pokok Informasi

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari NyaiHaji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.

 

R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya bernama M.A. Ngasirah.

. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Beliau bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Sebagai seorang gadis, Kartini harus menjalani masa pingitan hingga sampai waktunya untuk menikah. Ini merupakan suatu adat yang harus dijalankan pada waktu itu. Kartini hanya dapat memendam keinginannnya untuk bersekolah tinggi. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa .Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judulMax Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder(Letakkan Senjata)

 

 

Pendidikannya hanya sampai bangku skolah dasar, tapi untunglah ia gemar dalam membaca.

Beliau sempat mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya, namun ayahnya pada saat itu memutuskan agar Kartini harus menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala ituyang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Sejak itu, Kartini harus hijrah dari Jepara ke Rembang mengikuti suaminya.  Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

 

 

Suaminya mengerti akan keinginan Kartini dan memberi kebebasan.

Kartini memiliki seorang anak lelaki bernama Soesalit Djojoadhiningrat, yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Selang beberapa hari pasca melahirkan, Kartini tutup usia pada tanggal 17 September 1904. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

 

 

Kartini wafat selang 4 hari melahirkan anaknya.

Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

 

 

Karena menghormati kegigihannya, maka didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini.

 TugasHal 214.

No

Pertanyaan

Jawaban

1.

Mengapa teks tersebut tergolong kedalam biografi?

Karena teks tersebut berisikan tentang riwayat hidupnya.

2.

Apakah isi dari teks biografi tersebut?

Teks tersebut berisikan tentang perjalanan hidup, mulai dari seputar kisah keluarganya hingga setiap permasalahan yang dihadapinya.

3.

Bagaimanakah pola penyajian teks biografi tersebut?

 

4.

Siapakah nama tokoh yang biogarinya sedang dibacakan?

Raden Adjeng Kartini

5.

Apa perannya sehingga ia layak dibuatkan biografi?

Ia merupakan tokoh pahlawan wanita fenomenal dari tanah Jawa.

6.

Bagaimanakah masa kecilnya?

Pada masa kecilnya Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europose Lagere School) sampai berumur 12 tahun.

7.

Bagaimanakah masa mudanya?

Setelah berusia 12 tahun, Kartini harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit hingga sampai waktunya untuk menikah. Kartini hanya dapat memendam keinginannya untuk bersekolah tinggi.

8.

Kesulitan atau masalah apa yang pernah dialaminya?

Permasalahannya Kartini tidak bisa melanjutkan pendidikannya untuk bersekolah tinggi.

9.

Bagaimana ia mengatasi kesulitan-kesulitan itu?

Karena beliau gemar membaca dari buku-buku, Koran, sampai majalah Eropa. Dengan itulah beliau belajar. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.

10.

Karya apa saja yang telah dibuatnya?

Beliau sudah mengangkat derajat kaum wanita, beliau juga mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara.

11.

Apabilabertemudengantokohtersebut, apa yang kamu lakukan atau tanyakan?

Untuk bertemu itu tidak mungkin, tapi untuk mengetahui perjuangannya tentu saja. Mungkin saya akan mengutip dan mencontoh setiap pembelajaran dan perjuangan yang telah diraih oleh beliau. Walaupun belum sesempurna beliau.

 

Tugas Hal 215.

Analisis struktur teks biografi.

KutipanTeks

BagianStruktur

R.A Kartini merupakan salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia lahir pada tanggal 21 april 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah.Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Ibunya bernama M.A Ngasirah seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri, dari kesemua saudara kandung Kartini adalah anak perempuan tertua. Kartini menikah dengan R.M.A.A Singgih Djojo Adhiningrat, bupati rembang kala itu yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903 dan dikarunia seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang dilahirkan pada 13 September 1904.

 

Orientasi, bagian ini menceritakan siapa R.A Kartini

Kartini membandingkan keadaan wanita Eropa dengan wanita Indonesia. Sejak itulah timbul keinginan beliau untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status social yang rendah. Ia ingin memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara, karena pada saat itu ia berdomidili di Jepara.

 

Peristiwa-peristiwapenting

. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911.

 

 

Reorientasi

 

Tugas Hal 223.

Marilah kita bandingkan pola penyajian ketiga biografi di atas dengan menggunakan tebel berikut ini.

Aspek

R.A Kartini

George Saa

Ardian Syaf

Alurcerita

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarganya, lalu pendidikannya yang hanya sampai usia 12 tahun. banyak diulas mengenai pendidikan yang banyak didapatkannya dengan membaca dan menulis. Kemudian cerita dilanjutkan dengan kehidupannya dengan sang suami hingga 1 tahun pernikahan dan dikarunia seorang putra yang disusul dengan kepergian beliau selang 4 hari pasca melahirkan.

 

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarga, lalu beralih kepada pendidikannya yang penuh pengorbanan dan tekad yang kuat. Cerita dilanjutkan dengan kisah pendidikannya di Amerika.

Cerita diawali dengan identitas diri da keluarga, lalu dilanjutkan dengan perjungannya selama mengenyam pendidikan. Kemudian cerita dilanjutkan dengan perjalanannya dalam merintis kariernya di Amerika. Cerita diakhiri dengan sederet daftar komik karya Ardian.

Sudut pandang

 

 

 

Gaya penulisan

 

Deskriptif naratif dikombinasikan dengan dialog

 

Fokus penceritaan

Perjalanan karier

Keberhasilan karier

Keberhasilan karier

 

Tugas Hal 226.

Judul teks biografi :

Kutipan Teks Biografi

Kepribadian Unggul

, salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Dikenal  karena Emansipasi wanita.

 

Sosok panutan

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. .Kartini banyak membaca surat kabar.

Tidak mudah menyerah

 

 

 

Tugas Hal 230.

Tuliskan hasil kerjamu pada table beriku tini.

KutipanTeks

Pokok Informasi

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari NyaiHaji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.

 

R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya bernama M.A. Ngasirah.

. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Beliau bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Sebagai seorang gadis, Kartini harus menjalani masa pingitan hingga sampai waktunya untuk menikah. Ini merupakan suatu adat yang harus dijalankan pada waktu itu. Kartini hanya dapat memendam keinginannnya untuk bersekolah tinggi. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa .Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judulMax Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder(Letakkan Senjata)

 

 

Pendidikannya hanya sampai bangku skolah dasar, tapi untunglah ia gemar dalam membaca.

Beliau sempat mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya, namun ayahnya pada saat itu memutuskan agar Kartini harus menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala ituyang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Sejak itu, Kartini harus hijrah dari Jepara ke Rembang mengikuti suaminya.  Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

 

 

Suaminya mengerti akan keinginan Kartini dan memberi kebebasan.

Kartini memiliki seorang anak lelaki bernama Soesalit Djojoadhiningrat, yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Selang beberapa hari pasca melahirkan, Kartini tutup usia pada tanggal 17 September 1904. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

 

 

Kartini wafat selang 4 hari melahirkan anaknya.

Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

 

 

Karena menghormati kegigihannya, maka didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini.

 TugasHal 214.

No

Pertanyaan

Jawaban

1.

Mengapa teks tersebut tergolong kedalam biografi?

Karena teks tersebut berisikan tentang riwayat hidupnya.

2.

Apakah isi dari teks biografi tersebut?

Teks tersebut berisikan tentang perjalanan hidup, mulai dari seputar kisah keluarganya hingga setiap permasalahan yang dihadapinya.

3.

Bagaimanakah pola penyajian teks biografi tersebut?

 

4.

Siapakah nama tokoh yang biogarinya sedang dibacakan?

Raden Adjeng Kartini

5.

Apa perannya sehingga ia layak dibuatkan biografi?

Ia merupakan tokoh pahlawan wanita fenomenal dari tanah Jawa.

6.

Bagaimanakah masa kecilnya?

Pada masa kecilnya Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europose Lagere School) sampai berumur 12 tahun.

7.

Bagaimanakah masa mudanya?

Setelah berusia 12 tahun, Kartini harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit hingga sampai waktunya untuk menikah. Kartini hanya dapat memendam keinginannya untuk bersekolah tinggi.

8.

Kesulitan atau masalah apa yang pernah dialaminya?

Permasalahannya Kartini tidak bisa melanjutkan pendidikannya untuk bersekolah tinggi.

9.

Bagaimana ia mengatasi kesulitan-kesulitan itu?

Karena beliau gemar membaca dari buku-buku, Koran, sampai majalah Eropa. Dengan itulah beliau belajar. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa.

10.

Karya apa saja yang telah dibuatnya?

Beliau sudah mengangkat derajat kaum wanita, beliau juga mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara.

11.

Apabilabertemudengantokohtersebut, apa yang kamu lakukan atau tanyakan?

Untuk bertemu itu tidak mungkin, tapi untuk mengetahui perjuangannya tentu saja. Mungkin saya akan mengutip dan mencontoh setiap pembelajaran dan perjuangan yang telah diraih oleh beliau. Walaupun belum sesempurna beliau.

 

Tugas Hal 215.

Analisis struktur teks biografi.

KutipanTeks

BagianStruktur

R.A Kartini merupakan salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia lahir pada tanggal 21 april 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah.Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Ibunya bernama M.A Ngasirah seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Kartini merupakan anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri, dari kesemua saudara kandung Kartini adalah anak perempuan tertua. Kartini menikah dengan R.M.A.A Singgih Djojo Adhiningrat, bupati rembang kala itu yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903 dan dikarunia seorang anak laki-laki bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang dilahirkan pada 13 September 1904.

 

Orientasi, bagian ini menceritakan siapa R.A Kartini

Kartini membandingkan keadaan wanita Eropa dengan wanita Indonesia. Sejak itulah timbul keinginan beliau untuk memajukan perempuan pribumi yang pada saat itu berada pada status social yang rendah. Ia ingin memajukan wanita Indonesia melalui pendidikan. Untuk itu, beliau mendirikan sekolah bagi gadis-gadis di Jepara, karena pada saat itu ia berdomidili di Jepara.

 

Peristiwa-peristiwapenting

. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang. Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911.

 

 

Reorientasi

 

Tugas Hal 223.

Marilah kita bandingkan pola penyajian ketiga biografi di atas dengan menggunakan tebel berikut ini.

Aspek

R.A Kartini

George Saa

Ardian Syaf

Alurcerita

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarganya, lalu pendidikannya yang hanya sampai usia 12 tahun. banyak diulas mengenai pendidikan yang banyak didapatkannya dengan membaca dan menulis. Kemudian cerita dilanjutkan dengan kehidupannya dengan sang suami hingga 1 tahun pernikahan dan dikarunia seorang putra yang disusul dengan kepergian beliau selang 4 hari pasca melahirkan.

 

Cerita diawali dengan identitas diri dan keluarga, lalu beralih kepada pendidikannya yang penuh pengorbanan dan tekad yang kuat. Cerita dilanjutkan dengan kisah pendidikannya di Amerika.

Cerita diawali dengan identitas diri da keluarga, lalu dilanjutkan dengan perjungannya selama mengenyam pendidikan. Kemudian cerita dilanjutkan dengan perjalanannya dalam merintis kariernya di Amerika. Cerita diakhiri dengan sederet daftar komik karya Ardian.

Sudut pandang

 

 

 

Gaya penulisan

 

Deskriptif naratif dikombinasikan dengan dialog

 

Fokus penceritaan

Perjalanan karier

Keberhasilan karier

Keberhasilan karier

 

Tugas Hal 226.

Judul teks biografi :

Kutipan Teks Biografi

Kepribadian Unggul

, salah satu tokoh pahlawan wanita fenomenal dari Tanah Jawa, tepatnya di Jawa Tengah. Dikenal  karena Emansipasi wanita.

 

Sosok panutan

Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa. .Kartini banyak membaca surat kabar.

Tidak mudah menyerah

 

 

 

Tugas Hal 230.

Tuliskan hasil kerjamu pada table beriku tini.

KutipanTeks

Pokok Informasi

Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari NyaiHaji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara kandung dan tiri. Dari kesemua saudara sekandung, Kartini adalah anak perempuan tertua.

 

R.A Kartini lahir pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. ayahnya bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan ibunya bernama M.A. Ngasirah.

. Sampai usia 12 tahun, Kartini diperbolehkan bersekolah di ELS (Europese Lagere School). Di sini antara lain Kartini belajar bahasa Belanda. Tetapi setelah usia 12 tahun, ia harus tinggal di rumah karena sudah bisa dipingit. Beliau bersekolah hanya sampai sekolah dasar. Ia berkeinginan untuk melanjutkan sekolahnya, tapi tidak diizinkan oleh orangtuanya. Sebagai seorang gadis, Kartini harus menjalani masa pingitan hingga sampai waktunya untuk menikah. Ini merupakan suatu adat yang harus dijalankan pada waktu itu. Kartini hanya dapat memendam keinginannnya untuk bersekolah tinggi. Untunglah beliau gemar membaca dari buku – buku, koran, sampai majalah Eropa. Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa .Kartini banyak membaca surat kabar Semarang De Locomotief yang diasuh Pieter Brooshooft, ia juga menerima leestrommel (paket majalah yang diedarkan toko buku kepada langganan). Di antaranya terdapat majalah kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang cukup berat, juga ada majalah wanita Belanda De Hollandsche Lelie. Di antara buku yang dibaca Kartini sebelum berumur 20, terdapat judulMax Havelaar dan Surat-Surat Cinta karya Multatuli, yang pada November 1901 sudah dibacanya dua kali. Lalu De Stille Kraacht (Kekuatan Gaib) karya Louis Coperus. Kemudian karya Van Eeden yang bermutu tinggi, karya Augusta de Witt yang sedang-sedang saja, roman-feminis karya Nyonya Goekoop de-Jong Van Beek dan sebuah roman anti-perang karangan Berta Von Suttner, Die Waffen Nieder(Letakkan Senjata)

 

 

Pendidikannya hanya sampai bangku skolah dasar, tapi untunglah ia gemar dalam membaca.

Beliau sempat mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Belanda karena tulisan-tulisan hebatnya, namun ayahnya pada saat itu memutuskan agar Kartini harus menikah dengan R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang kala ituyang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Sejak itu, Kartini harus hijrah dari Jepara ke Rembang mengikuti suaminya.  Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka.

 

 

Suaminya mengerti akan keinginan Kartini dan memberi kebebasan.

Kartini memiliki seorang anak lelaki bernama Soesalit Djojoadhiningrat, yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Selang beberapa hari pasca melahirkan, Kartini tutup usia pada tanggal 17 September 1904. Kartini meninggal pada usia 25 tahun. Beliau dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.

 

 

Kartini wafat selang 4 hari melahirkan anaknya.

Untuk menghormati kegigihan beliau, didirikanlahSekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang pada tahun1912, kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Yayasan Kartini ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis.Setelah Kartini wafat, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada teman-temannya di Eropa. Abendanon saat itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Buku kumpulan surat Kartini ini diterbitkan pada 1911. Buku ini dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan terakhir terdapat tambahan surat Kartini.

 

 

Karena menghormati kegigihannya, maka didirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini.

 

 

 

Tentang Penulis

Arni Putri

arni putri

Tinggalkan Komentar