Tugas Siswa

menganalisis puisi lepas

dia
Tiffani Zahira Martin

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

 

                                    Lepas

Karya  Thasyami suryani putri

 

 

Butir –butir bening

jatuh menghantam bumi.

membuat bumi pun ikut bersedih.

membuat bumi pun ikut bersedih.

Tetapi kemanalah ia mengadu.

Sebagian darinya terbanjiri.

Jika senyum merekah,

orang tak peduli.

Ketika dia terisak ,

dada ikut sesak.

Para petinggi hanyalah membuang muka.

Kami yang rendah tak sanggup menghela napas.

 

 

Analisis setiap kalimat

 

Butir-butir bening: air mata

jatuh menghantam bumi:  berderai jatuh kebawah

membuat bumi pun ikut bersedih.: membuat hati jiwa bersedih

Tetapi kemanalah ia mengadu: dia tak tahu kemana  harus bercerita.

Sebagian darinya terbanjiri.:  banyak masalah yang tak tertangani.

Jika senyum merekah,:jika mereka bahagia , para petinggi acuh tak acuh.

Ketika dia terisak : ketika ia menangis.

Ketika dia terisak ,: hatipun ikut bersedih.

Para petinggi hanyalah membuang muka.: tidak peduli

Kami yang rendah tak sanggup menghela napas.: kami tak sanggup brbuat apa apa.

 

Unsur  Instrinsik

 

·        Unsur tema: lepas dari tanggung jawab para petinggi kepada rakyat biasa.

 

·        Unsur suasana: sedih.

 

·        Unsur simbol/lambing:” butir-butir bening”( ada 2 makna: air hujan dan air mata)

 

·        Unsur musikalitasi puisi: “para petinggi hanyalah membuang muka” maksudnya para pejabat tidak peduli dengan rakyat miskin.

 

·        Unsur amanat: penyampaian kata-kata yang mewakili perasaan rakyat kalangan bawah yang tidak di pedulika oleh para petinggi.

 

·        Unsur amanat: disampaikan untuk para petinggi agar lebih memperhatikan rakyat miskin yang berada di bawahnya.

 

 

 

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Tentang Penulis

Tiffani Zahira Martin

Tiffani Zahira Martin

Tinggalkan Komentar