Tugas Siswa

Menganalisis Teks Anekdot

Wisata Korea Selatan - Pulau Nami
Melda Agus
Ditulis Oleh melda agus

 

1.”Becak Dilarang Masuk”

Ketika masih menjabat sebagai kepala desa, Jokowo pernah bercerita kepada salah seorang kaur di kantor desanya tentang seseorang tukang becak yang cerdas dan banyak akal berasal dari Jawa Timur. Suatu hari tukang becak itu kepergok polisi sedang melanggar rambu yang bertuliskan “tukang becak dilarang masuk”, kemudian terjadilah perbincangan diantara keduanya   

Polisi : Kamu gak liat gambar itu ya?, Itu kan gambar becak yang disilang, berarti becak gak boleh masuk sini…!!!

Tukang becak : Iya pak saya liat, tapi itu gambar becaknya kan kosong, gak ada orangnya, sedangkan becak saya ada orangnya dan gak kosong, jadi saya boleh dong masuk sini…

Polisi : Dasar bodoh kamu…!!! Kamu gak bisa baca ya???,,, Dibawah gambar itu kan sudah ada tulisannya “becak di larang masuk”…!!!

Tukang becak : Iya pak saya gak bisa baca, kalau saya bisa baca mungkin saya akan jadi polisi seperti sampean, bukan jadi tukang becak begini…&%&$#@

 

Struktur teks anekdot ‘’Becak di Larang Masuk’’

·         Abstrak: ketika masih menjabat sebagai kepala desa, Jokowo pernah bercerita kepada seorang kaur di kantor desanya tentang seorang tukang becak yang cerdas dan  banyak akalnya yang berasal dari Jawa Timur.

·         Orientesi : Pada suatu hari tukang becak itu terpergok oleh seorang polisi, karena sedang melanggar rambu yang bertulisan ‘’Becak di Larang Masuk’’.

·         Krisis : katika Polisi tersebut bertanya kepada si tukang becak kemudian  ia menjawab ‘’ Iya pak saya liat, tapi itu gambar becaknya kan kosong, gak ada orangnya, sedangkan becak saya ada orangnya dan nggak kosong, jadi saya boleh dong masuk sini ………….’’.

·         Reaksi : ‘’Dasar bodoh kamu….!!!! kamu nggak bisa baca ya???? ,,,’’ Dibawah gambar itu kan sudah ada tulisannya ‘’becak dilarang masuk’’…..!!!

·         Koda : ‘’Iya pak saya nggak bisa baca, kalau saya bisa baca mungkin saya akan jadi polisi seperti sampean, bukan jadi tukang becak begini…….’’

 

 

Ciri Kebahasaan :

·        Kata konotasi :

cerdas yang berarti bodoh

banyak akal yang berarti berpikiran dangkal

 

2.”Kemiskinan di pelihara Pemerintah”

Suatu hari terjadi percakapan ringan antara Jono dan Joni di dalam kelas saat jam pelajaran sedang kosong

Jono : Dolar naik, harga barang barang lain juga jadi ikutan naik, kalau begini kapan bangsa Indonesia akan sejahtera, ya Jon???

Joni : Iya ni Jon, padahal Indonesia ini kekayaan alamnya sangat luar biasa, baik laut maupun darat, kalau saja pertambangan emas yang ada di negara ini bisa di kelola sendiri oleh orang Indonesia, tentu bangsa kita akan sangat makmur

Jono : Jadi itu berarti untuk menjadi negara yang maju, berkembang dan berkualitas tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekayaan alamnya saja, namun juga harus di imbangi dengan kualitas sumber daya manusianya juga

Joni : Tapi agar SDM bisa meningkat tentu kualitas pendidikannya harus di tingkatkan lagi dong, sementara banyak masyarakat yang tidak mampu membiayai pendidikan anak anaknya untuk dapat mengenyam pendidikan lebih lanjut

Jono : Itulah kenyataanya Jon, padahal kalau kita mengacu pada UUD, pendidikan itu kan sudah menjadi hak setiap warga negara Indonesia

Joni : Iya, di UUD juga di jelaskan bahwasannya warga fakir miskin itu di pelihara negara, namun kenyataanya warga miskin di negara ini semakin bertambah

Jono : Itu dia Jon, sama seperti misalnya kamu memelihara ayam, tentu kamu ingin agar ayam kamu bisa menjadi semakin banyak, iya kan???

Joni : Ya iya lah, tapi hubungannya sama pembahasan kita apa???

Jono : Kan orang miskinnya di pelihara terus sama negara, jadi bagaimana tidak bertambah banyak…!!!

Jono & Joni : Ngakakakakakakakak kak kak kak %$#$^^^

 

Struktur teks anekdot :

·         Abstrak : Suatu hari terjadi percakapan ringan antara Jono dan Joni di dalam kelas saat jam pelajaran sedang kosong.

·         Orientasi : Dolar naik harga barang-barang lain juga jadi ikutan naik

·         Krisis : di jelaska pada UUD bahwa fakir miskin di pelihara oleh negara

·         Reaksi :‘’Ya iya lah, tapi apa hubungannya sama pembahasan kita apa???’’

·         Koda : kan orang miskinnya di pelihara terus sama negara, jadi bagaimana tidak bertambah banyak…!!!!. Ngakakakakakakakakakakakk……..

Nama : Melda Agus

Kelas : X.IIS2

 

   

·         

Tentang Penulis

Melda Agus

melda agus

Tinggalkan Komentar