Materi

Mengevaluasi dan Mengonversi Anekdot

spongebob menilai
Rita Anggraini, S. Pd

spongebob menilai

D. Materi Ajar :
• Mengevaluasi Teks Anekdot dengan memperhatikan ide yang diceritakan di dalam teks tersebut
• Mengonversi Teks Anekdot dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks

Menilai Teks Anekdot
Pada dasarnya, menulis anekdot sama halnya dengan kegiatan menulis lainnya, yaitu kegiatan untuk menuangkan ide dalam sebuah catatan dengan media kata-kata. Anda dapat menilai teks anekdot dengan memperhatikan ide dan cara dalam menulis teks tersebut. Salah satunya, dengan memahami bagian-bagian teks anekdot dan tujuan penulisan teks tersebut.
Perbedaan menulis anekdot dengan menulis lainnya adalah dari tujuan penulisan, bahwa anekdot bertujuan menghibur dan mengundang tawa para pembacanya. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dapat menulis anekdot dengan baik.
Beberapa hal yang harus diperhatikan tersebut adalah :
1. Ide cerita yang berbeda dari ide cerita pada umumnya, karena anekdot ditulis berdasarkan pada cerita yang tidak biasa (unusual) dan menghibur (amusing acident).
2. Agar tidak lupa, catatlah ide tersebut dalam buku catatan.
3. Mulailah untuk menuliskan ide dalam bentuk cerita.
4. Lalu, periksa dan cermati kembali tulisan Anda.

Cermati teks anekdot berikut.
Tamu di Tengah Malam

Di sebuah rumah, sepasang suami istri sedang tidur. Tiba-tiba, ada seseorang yang mengetuk rumah mereka, tok … tok … tok … Lalu, bangunlah sang istri sambil melihat jam yang telah menunjukkan pukul satu pagi. Sang isri pun membangunkan suaminya. “Mas, bangun Mas, ada yang mengetuk pintu rumah, coba lihat sana.”
“Males ah, Mah, “Jawab suami.
“Ayo dong Mas, lihat,” pinta sang istri.
Akhirnya, sang suami pun berjalan sambil menahan kantuknya.
“Siapa sih malam-malam begini ngetuk-ngetuk pintu.” Pikir suami.
Ia pun membuka pintu. Setelah terbuka, ia melihat seorang laki-laki dalam keadaan mabuk dan memegang botol minuman.
“Bantu dorong Pak,” pinta pria itu.
Melihat hal itu, sang suami pun menutup pintunya kembali dan berlari ke kamarnya.
“Siapa Mas di luar?” tanya istrinya.
“Orang mabuk Mah minta bantu dorong,” jawab suami.
“Ya udah kamu bantu sana Mas. Bukankah, kita juga pernah malem-malem minta bantuan ke rumah orang waktu mobil kita mogok,” kata sang istri.
Karena telah mendengarkan ocehan istrinya. Akhirnya, sang suami pun berjalan ke depan rumah dan membuka pintu. Lalu, ia melihat di depan rumahnya sudah sepi dan ia pun berteriak.
“Woi… masih butuh bantuan dorong gak?”
Lalu pria itu menjawab dari kejauhan. “Iya masih.”
Sang suami berteriak lagi “Kamu ada di mana?”
Pria itu pun kembali menjawab, “Aku di sini, di samping rumahmu, di atas ayunan. Ayo bantu dorong ayunannya.”
Sumber: Dokumen Penulis

Komplain

Nia masuk ke sebuah perpustakaan dan berdiri di depan seorang pegawai perpustakaan. Lalu, ia berkata, “Saya mau komplain.”
“Ada apa, Nona?” sang petugas perpustakaan bertanya dengan ramah.
“Minggu lalu, saya meminjam buku dari perpustakaan ini dan buku tersebut sangat tidak bermutu,” jelas Nia.
“Memangnya kenapa, Nona?”
“Hurufnya kecil-kecil, tidak ada spasi, tidak ada paragrafnya, semuanya hanya huruf-huruf, tidak ada gambar menarik, dan yang paling menyedihkan, buku itu sama sekali tidak menceritakan apa pun, padahal ada banyak nama orang di dalamnya.”
Petugas perpustakaan itu langsung terbelalak dan berkata. “Aha… jadi, Andalah orang yang membawa buku telepon kami yang hilang minggu lalu.”
Sumber: clikyudhaqirana.wordpress.com, dengan pengubahan

• Mengonversi Teks Anekdot dalam bentuk yang lain
(Bermain Peran Berdasarkan Cerita Anekdot)
Teks anekdot dapat dapat dikonversi ke dalam drama ataupun puisi.
Pada subunit ini Anda akan belajar bermain peran sesuai cerita anekdot. Anda akan belajar bermain peran sesuai cerita anekdot. Anda akan menghafal dialog dan berperan menjadi salah satu tokoh dalam cerita tersebut. Ketika Anda bermain peran, Anda harus memperhatikan bahasa tubuh Anda saat bersdialog. Bermain peran berdasarkan anekdot adalah kegiatan yang menghibur dan menceritakan kejadian yang tidak biasa (unusual). Oleh karena itu, Anda harus cerdas ketika menjadi seseorang yang memiliki karakter lucu dan menghibur.
Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang digunakan untuk menjelaskan perasaan, sikap tingkah laku, dan nilai.

Tentang Penulis

Rita Anggraini, S. Pd

Rita Anggraini, S. Pd

Tinggalkan Komentar