Materi

Menganalisis dan Menyunting Teks Anekdot

4_Tekstschrijver
Admin
Ditulis Oleh
  • Menganalisis teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
  • Menyunting teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan.

 

Menganalisis Teks Anekdot

Sebuah anekdot adalah sebuah laporan singkat, lucu, dan menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya. Berikut ciri khas anekdot.

  1. Anekdot selalu terilhami dari kejadian nyata yang diprovokasi menjadi sebuah kelakar.
  2. Anekdot pada awalnya hanya melibatkan tokoh-tokoh terkenal, tetapi seiring waktu penyajian anekdot mengalami modifikasi ke arah fiktif.
  3. Anekdot bersifat menghibur, tetapi tujuan utamanya untuk mengungkapkan kebenaran.
  4. Anekdot terkadang bersifat sindiran alami.
  5. Anekdot dekat dengan tradisi tamsil.

 

Cermatilah teks anekdot berikut.

Menunggu Bis Jalur 54

Untuk pertama kalinya, seorang gadis lugu mengunjungi Kota Washington, DC. Dia sangat ingin mengunjungi sebuah tempat di kota tersebut. Karena tidak tahu arah yang pasti, dia bertanya kepada seorang polisi yang ada di dekatnya.

“Permisi Pak,” kata gadis itu, “Saya mau pergi ke Capitol Building, bagaimana caranya ya?”

Dengan ramah polisi itu berkata, “Anda tunggu saja di sini dan tunggulah bis nomor 54 dan bis itu akan membawa Anda langsung sampai ke Capitol Building.”

Gadis itu langsung mengucapkan terima kasih kepada Pak polisi dan ia pun pergi.

Tiga jam kemudian, polisi tersebut kembali lagi ke posnya dan melihat gadis itu masih berdiri di tempat yang sama. Polisi itu langsung menghampiri gadis tersebut dan berkata, “Permisi Nona, untuk bisa pergi ke Capitol Building Anda harus naik bis nomor 54. Saya sudah mengatakannya tiga jam yang lalu, bukan? Kenapa Anda masih menunggu di sini?”

Dengan lugunya sang gadis menjawab, “Nggak usah khawatir Pak, nggak lama lagi kok. Barusan bis yang ke- 45 sudah lewat, jadi masih kurang sembilan bis lagi.”

Sumber: sidiq_triw@yahoo.com

Cermatilah analisis teks anekdot berdasarkan ciri khas anekdot berikut ini.

  1. Teks anekdot “Menunggu Bis Jalur 54” jelas terilhami dari peristiwa yang biasa terjadi, yaitu masyarakat Indonesia bepergian ke luar negeri khususnya ke negara Amerika. Provokasi kelakar dimunculkan dengan menggambarkan kenaifan atau keluguan masyarakat Indonesia yang baru saja bepergian ke luar negeri.
  2. Tokoh yang ditampilkan dalam teks anekdot tersebut hanya fiktif dan tidak ada kaitannya dengan tokoh terkenal.
  3. Tujuan menghibur dalam teks anekdot “Menunggu Bis Jalur 54” cukup berhasil. Provokasi kelakar yang diwakili tokoh gadis manis nan lugu yang sedang berjalan-jalan di negeri Paman Sam menjadi muatan hiburan dengan tetap mempertahankan kebenaran umum bahwa masih ada di sekeliling kita manusia yang berperilaku dan bersifat lugu.
  4. Teks anekdot “Menunggu Bis Jalur 54” terlakhir dari kepekaan penulisan terhadap sifat alamiah manusia yang beragam. Dalam teks anekdot ini, penulis menyindir keluguan masyarakat Indonesia pada saat berhadapan dengan masyarakat dunia yang dianggap lebih kuat dan menguasai bidang kehidupan.
  5. Anekdot dekat dengan tamsil atau perumpamaan. Dalam anekdot “Menunggu Bis Jalur 54” tokoh yang diceritakan yaitu seorang gadis lugu yang merupakan tamsil bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Pemilihan tempat atau negara yang dikunjungi oleh gadis tersebut adalah Amerika. Negara Amerika mengandung perumpamaan atau tamsil sebagai negara adidaya dan berpengaruh besar terhadap dunia.

Menyunting Teks Anekdot

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) menyunting adalah meyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat). Jadi, menyunting dapat dikatakan sebagai proses mengedit sebuah tulisan agar sesuai dengan kaidah bahasa.

Untuk menjadi penyunting, Anda perlu membaca cermat, sabar, dan peka dengan bahasa. Dengan belajar menyunting, Anda akan belajar untuk memahami bahasa yang digunakan dalam teks. Anda dapat mengetahui kata yang tepat atau tidak dalam suatu teks tertentu. Misalnya, dalam teks anekdot, ada bentuk ragam bahasa yang harus dibedakan antara ragam bahasa lisan dan tulisan.

Perhatikan kalimat berikut.

  1. Kami sedang baca teks anekdot.
  2. Kami sedang membaca teks anekdot.

Kalimat (a) merupakan ragam bahasa lisan dan kalimat (b) merupakan ragam bahasa tulisan. Anda dapat menemukan hal tersebut di dalam teks dan dapat menentukan atau menyunting ragam mana yang tepat untuk teks anekdot yang akan Anda sunting.

 

Tentang Penulis

Admin

Memastiksn Bindoline berjalan lancar

Tinggalkan Komentar