Materi

Pengenalan Struktur Isi, Ciri Bahasa dan Pemahaman Isi Teks Eksposisi

netanyahu-gaza-elections
Rita Anggraini, S. Pd

A.     Materi Ajar :

·      Pengenalan struktur isi teks eksposisi

·      Pengenalan ciri bahasa teks eksposisi

·      Pemahaman isi teks eksposisi

·      Makna kata, istilah, ungkapan dalam teks eksposisi

·      Pemahaman isi teks eksposisi

 

Memahami Teks Eksposisi

            Melalui teks eksposisi, Anda akan belajar memberikan informasi kepada pembaca melalui tulisan. Anda juga harus menggunakan bahasa Indonesia yang benar dalam menyampaikan informasi. Oleh karena itu, bahasa merupakan salah satu anugerah Tuhan yang keberadaannya harus disyukuri, karena dengan media bahasa Anda dapat berinteraksi dan berkomunikasi.

            Karangan eksposisi yaitu karangan yang ditulis dengan maksud untuk memperjelas suatu pembahasan yang dipaparkan oleh penulis. Menurut Gorys Keraf, eksposisi adalah suatu bentuk wacana yang berusaha menguraikan suatu objek sehingga memperluas pandangan atau pengetahuan pembaca. Wacana ini digunakan untuk menjelaskan wujud dan hakikat suatu objek. Isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan gaya penulisan yang singkat, akurat, informatif, objektif, logis, dan padat. Jadi, karangan eksposisi bertujuan menjelaskan, menerangkan sesuatu atau memberikan informasi kepada pembaca sehingga pembaca memperoleh informasi sejelas-jelasnya.

            Menulis eksposisi harus disertai oleh data faktual, yaitu suatu kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan sebagainya. Karangan eksposisi bersifat ilmiah atau nonfiksi. Sumber karangan ini dapat diperoleh dari hasil pengamatan, penelitian, atau pengalaman. Dalam karangan ini pengarang lebih menjelaskan maksud dari topiknya itu, dengan menyertakan bukti-bukti yang konkret sebagai penunjang dari pembahasan itu.

Ada beberapa jenis paragraf eksposisi, yaitu:

1.   Eksposisi berita adalah karangan yang berisi pemberitaan mengenai suatu kejadian. Jeis ini banyak ditemukan pada surat kabar.      

2.   Eksposisi ilustrasi adalah karangan yang pengembangannya menggunakan gambaran sederhana atau bentuk konkret dari suatu ide. Mengilustrasikan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat. Biasanya menggunakan frase penghubung “seperti ilustrasi berikut ini, dapat diilustrasikan seperti, seperti, bagaikan.”

3.   Eksposisi proses adalah karangan yang sering ditemukan dalam buku-buku petunjuk pembuatan, penggunaan, atau cara-cara tertentu.

4.   Eksposisi perbandingan adalah karangan yang dibuat penulis untuk mencoba menerangkan ide dalam kalimat utama dengan cara membandingkannya dengan hal lain.

5.   Eksposisi pertentangan adalah karangan berisi pertentangan antara sesuatu dengan sesuatu yang lain. Frase penghubung yang biasa digunakan adalah “akan tetapi, meskipun begitu, dan sebaliknya.”

6.   Eksposisi definisi  adalah karangan yang menfokuskan pada karakteristik sesuatu itu.

7.   Eksposisi analisis adalah karangan yang memisah-misahkan suatu masalah dari suatu gagasan utama menjadi beberapa subbagian, kemudian masing-masing dikembangkan secara berurutan.

8.   Eksposisi klasifikasi adalah karangan yang membagi sesuatu dan mengelompokkan ke dalam kategori-kategori.

Langkah-langkah penulisan karangan eksposisi:

1.    Menentukan tema paparan.

2.    Menentukan tujuan karangan setelah kita menentukan topik yang akan dipaparkan nanti, kita harus memiliki tujuan yang nantinya akan memberikan penjelasan dan pemahaman kepada pembaca.

3.    Memilih data yang sesuai dengan tema.

4.    Membuat kerangka karangan sebelum pembuatan karangan eksposisi terlebih dahulu kita membuat kerangkanya secara lengkap dan sistematis.

 

5.    Mengembangkan kerangka menjadi karangan.

Teks eksposisi yang Anda tulis dapat membahas mengenai lingkungan, masalah sosial, atau yang berhubungan dengan membaca. Bahasa yang digunakan harus mudah dimengerti oleh banyak orang sehingga setiap orang yang membaca tulisan Anda menjadi tergerak dan terpacu untuk melakukan pesan yang Anda tulis. Hal yang ditulis harus positif, santun dan disiplin.

 

·         Menginterpretasi Teks Eksposisi

Menginterpretasikan atau menafsirkan adalah proses pemberian kesan terhadap makna yang disampaikan, baik secara lisan maaupun tulisan. Pemberian kesan atau tafsiran akan muncul bila dalam pesan yang disampaikan melalui lisan atau tulisan tersebut terdapat makna tersirat atau implisit.

            Menurut definisi, interpretasi hanya digunakan sebagai suatu metode jika dibutuhkan. Jika suatu objek (karya seni, ujaran, dll) cukup jelas maknanya, objek tersebut tidak akan mengundang suatu interpretasi. Istilah interpretasi sendiri dapat merujuk pada proses penafsiran yang sedang berlangsung atau hasilnya. Menginterpretasikan teks eksposisi berarti memahami makna atau pesan yang dipaparkan dalam teks eksposisi.

Cermati teks eksposisi berikut.

 

Model dan Rincian Telepon Pintar Mozilla

 

Mozilla mengumumkan rincian tentang telepon pintar pertama yang menggunakan sistem operasi Firefox dengan meluncurkan dua contoh telepon. Platform didasarkan pada bahasa program web HTML5  dan ditawarkan kepada pengembang piranti lunak sebagai alternatif yang menawarkan “kebebasan” lebih besar.

     Dua telepon genggam baru diberi nama Keon dan Peak. Keon adalah model sederhana yang dilengkapi dengan layar 8,9 sentimeter, kamera 3 megapixel dan prosesor Snapdragon S1 dari Qualcomm. Model kedua, Peak, mempunyai layar lebih lebar dan dilengkapi dengan kamera 8 megapixel dan prosesor lebih cepat, Snapdragon S4. Dua contoh telepon tersebut dibuat oleh pabrik kecil yang berkantor di Spanyol, GeekPhone.

     Yayasan Mozilla mengatakan produk itu diharapkan akan menjadi bagian dari serangkaian telepon pintar murah yang dapat dijual di seluruh dunia. “Kalau Anda adalah pengembang yang tertarik dengan teknologi web dan telepon, kini tiba waktunya untuk mencoba Firefox OS,” kata seorang pejabat Mozilla, Stormy Peter. Namun, upaya Mozilla menghadapi saingan dari sistem-sistem lain yang dijadwalkan akan segera diluncurkan. Blackberry 10, Ubuntu, Tizen dan Sailfish direncanakan akan diluncurkan untuk aplikasi telepon pintar sebelum akhir tahun 2013, sekaligus memperebutkan pasar yang antara lain telah dipegang oleh Android, Ios, Windows Phone, Blackberry 7 dan Symbian.

                                    Sumber: Dikutip dengan adaptasi dari www. Beritakaget.com.

Bacalah puisi berikut ini dengan penuh penghayatan!

 

SEONGGOK JAGUNG

Karya W.S Rendra

 

Seonggok  jagung di kamar,

takkan  menolong seorang pemuda

yang pandangan hidupnya hanya berasal dari buku,

dan tidak dari kehidupan…

 

Yang tidak terlatih dalam metode,

dan  hanya penuh hafalan kesimpulan,

yang hanya terlatih sebagai pemakai,

tetapi kurang latihan bebas berkarya,

 

Pendidikan  telah memisahkannya dari kehidupannya!

Aku bertanya

Apakah gunanya pendidikan,

bila hanya akan membuat seseorang menjadi asing

di tengah kenyataan persoalannya?

 

Apakah gunanya pendidikan bila hanya mendorong seseorang

menjadi  layang-layang di ibu kota,

menjadi sekrup-sekrup di Schlumberger, Freeport, dan sebagainya,

kikuk pulang ke daerahnya?

 

Apakah gunanya seseorang

belajar teknik, kedokteran, filsafat, sastra,

atau apa saja,

ketika ia pulang ke rumahnya, lalu berkata:

 

“Di sini aku merasa asing dan sepi!!”

  Ekonomi Indonesia melebihi Jerman dan Inggris pada tahun 2030 

– Indonesia menjadi buah bibir pada saat pelaksanaan Sidang Tahunan International Monetery Fund (IMF) / World Bank (WB) 2012 Tokyo. Newsletter resmi yang dibagikan kepada seluruh peserta sidang mengangkat satu topik khusus mengenai Indonesia. Media itu mengangkat hasil riset dari McKinsey dan Standard Chartered yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan melampaui Jerman dan Inggris pada tahun 2030.

Indonesia saat ini sedang berada pada laju transformasi yang pesat menuju ke arah tersebut. Saat ini, ekonomi Indonesia berada pada posisi 16 dunia dengan pendapatan domestik nasional sebesar 846 milliar dolar AS tahun 2011. Angka itu akan terus tumbuh hingga mencapai 1,8 trilliun dolar AS mulai tahun 2017. Pada tahun 2030 hanya Amerika Serikat, Cina, Indoa, Jepang, Brasil, dan Rusia yang berada di atas ekonomi Indonesia.

Apabila potensi itu tidak diwujudkan dalam aksi dan momentum yang baik dilewatkan begitu saja karena kita begitu asyik dengan urusan lain, prediksi para investor tersebut tidak akan menjadi kenyataan. Tentunya pilihan ada di tangan kita semua ini.

 

Integrasi Asean Dalam Plurilingualisme

1 .  Bangsa-bangsa Asia Tenggara segera berintegrasi. Organisasi  Association of Southeast Asian Nations (Asean) telah merancang bentuk komunitas sosial budaya.
Komunitas Asean mulai berlaku pada tahun 2015. Warga komunitas, termasuk kita semua sebagai rakyat Indonesia akan dituntut plurilingual untuk memiliki kompetensi berbahasa negara lain.
2.   Komunitas sosial budaya Asean dibentuk dengan semangat persatuan dalam keanekaragaman. Pada kenyataannya, semangat Komunitas Asean sama dengan masyarakat Uni Eropa (Europeans United in Diversity). Di Uni Eropa untuk memasuki pintu gerbang budaya setiap negara, semua orang tentu telah mengenal kebijakan Europass Language Passport yang dikeluarkan oleh the Council of Europe dengan Politik bahasa yang akan kalian pelajari berkenaan dengan kebijakan negara Indonesia untuk membentuk sebuah komunitas dengan negara lain dalam satu kawasan Asia Tenggara. dokumen teknis  Common European Framework of Reference (CEFR) for Languages. Kebijakan bahasa itu mendorong warga masyarakat Uni Eropa menjadi plurilingual sehingga semua bahasa Eropa dapat duduk pada posisi yang sama, misalnya di parlemen Uni Eropa.
3.   Lebih lanjut, keanekaragaman bahasa Eropa dikelola dalam satu model kompetensi berbahasa Eropa. Model CEFR itu ditetapkan berisi enam peringkat kompetensi, yaitu A1, A2, B1, B2, C1, dan C2. Europass Language Passport sudah menetapkan C2 sebagai peringkat tertinggi dan A1 terendah. Menurut pengalaman seorang warga Uni Eropa, sebagai contoh penerapan kebijakan ini, siapa pun yang berasal dari luar Jerman (bukan warga negara Jerman)–ketika hendak menikah dengan pasangannya di negara ini–wajib memiliki paspor bahasa Jerman dengan lulus uji bahasa Jerman sekurang-kurangnya peringkat kompetensi A1.
4.   Jika skema “paspor bahasa” seperti yang berlaku di Uni Eropa itu diadopsi oleh bangsa-bangsa Asia Tenggara dalam kerangka Komunitas Asean, yakinlah kebijakan bahasa ini akan multiguna. Selain berguna untuk penghormatan atas adanya perbedaan bahasa kebangsaan negara anggota Asean, sebagaimana disebutkan dalam Cetak Biru Komunitas Sosial Budaya Asean, kebijakan ini juga memberikan kegunaan praktis bagi rakyat Asean untuk saling berkomunikasi sesuai dengan latar bahasa dan budaya setiap warga Asean.
5  Sebagai organisasi yang berbasis kerakyatan (people-centered organization),
Asean tentu tidak boleh bermain ”pukul rata” agar semua rakyat Asean saling berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Apabila Komunitas Asean dibentuk tanpa kebijakan plurilingualisme, agaknya rakyat Indonesia pun akan sulit bernasib mujur. Jika penghuni kawasan Asean dituntut hanya berbahasa Inggris, saya percaya bahwa posisi bahasa Indonesia akan bergeser di negeri kita sendiri. Ketika itu, bangsa Indonesia bukanlah pemenang, melainkan pecundang!
(Diadaptasi dari artikel pendapat yang ditulis oleh Maryanto, pemerhati politik bahasa, di Koran Tempo, 13 Desember 2010)
(1)  Teks yang telah kalian baca di atas berisi pandangan politik dari penulis teks mengenai kebijakan bahasa Komunitas Asean. Betulkah teks itu dimaksudkan untuk mengusulkan kebijakan bahasa Asean seperti halnya kebijakan bahasa Uni Eropa?
(2)  Teks tersebut memiliki struktur teks yang sama seperti teks eksposisi pada umumnya, tetapi pada tahap argumentasi terdapat penjelas-penjelas yang berfungsi untuk memperkuat argumentasi yang dimaksud.
Berikut ini struktur teks tersebut dibuat diagram. Bagian-bagian tertentu dihilangkan.
Lengkapilah bagian-bagian yang dihilangkan itu dengan mengisikan pilihan yang telah disediakan.

 

 

 

Tentang Penulis

Rita Anggraini, S. Pd

Rita Anggraini, S. Pd

Tinggalkan Komentar