Puisi

puisi “kelam”

ke
Silvia Ananda
Ditulis Oleh silvia ananda

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}

KELAM

Di saat cahaya kelam mendekati hati

Dan cahaya terang yang semakin menjauh

Diri ini mencoba untuk berlabuh melawan kelam

Namun, itu tak mungkin

 

Kucoba untuk berteriak

Tapi lidahku terasa kaku

Disaat cahaya kelam mendekati hati

Tubuh ini semakin kaku

 

Ku bercerita pada kertas yang polos

Dan kucurahkan dengan ayunan tinta

Tapi, cahaya kelam terus mendekat

Namun cahaya terangku semakin jauh

Jauh… jauh… meninggalkan tubuh kaku ini.

 

 

 

 

Tentang Penulis

Silvia Ananda

silvia ananda

Tinggalkan Komentar