Lain-Lain

REMEDIAL UH1 TEKS ANEKDOD

2016-11-12 21.18.33
NurNasuha Zahra
Ditulis Oleh NurNasuha Zahra

1.Jelaskan hakikat teks anekdod?
2.Buatlah sebuah anekdod yang sesuai dengan ciri-cirinya.
3.Analisis struktur dan ciri kebahasaan dari teks anekdod yang sudah anda buat pengertian masing-masingnya.
4.Apa perbedaan mengevaluasi dengan mengonversi teks anekdod?jelaskan.
5.Apa perbedaan teks anekdod dengan teks inspiratif?jelaskan.

JAWAB:
1.Jelaskan hakikat teks anekdod?
=》teks anekdod adalah sebuah cerita lucu dan menggelitik yang bertujuan untuk memberikan suatu pembelajaran tertentu.

 2.Buatlah sebuah anekdod yang sesuai dengan ciri-cirinya.
=》PENGGUNAAN TANDA TITIK
  Suatu hari seorang guru dan murud-muridnya sedang mengadakan proses pbm di sebuah kelas .
Guru  :” pagi anak-anak.”
Murid :”pagi buk.”
Guru  :”Keluarkan buku catatanya.”
Murid :”iya buk.”

  Ibuk guru yang sedang mendiktekan kalimat untuk dicatat dan ibuk bilang titik (tanda berhenti).dan ternyata dikelas ada anak yangbernama titik lalu menjawab.
Titik:”iya buk.”
Guru:”loh kok kamu bilang iya?”
Titik :”ya iyalah buk,kan nama saya titik.”

  Ibuk guru pun meminta maaf kepada titik.
Guru:” maaf ya titik tapi saya bukan memanggil kamu melainkan titik adalah tanda berhenti.”
Titik:”iya buk,saya juga minta maaf.”

3.Analisis struktur dan ciri kebahasaan dari teks anekdod yang sudah anda buat pengertian masing-masingnya.
=》♧Strukturnya
*Abstrak:isi dari cerita tersebut.
 = Suatu hari seorang guru dan murud-muridnya sedang mengadakan proses pbm di sebuah kelas .
*Orientasi:latar belakang terjadinya suatu peristiwa.
= Guru  :” pagi anak-anak.”
   Murid :”pagi buk.”
   Guru  :”Keluarkan buku catatanya.”
   Murid :”iya buk.”
*Krisis:permasalahan yang terjadi dalam teks anekdod.
= Ibuk guru yang sedang mendiktekan kalimat untuk dicatat dan ibuk bilang titik (tanda berhenti).dan ternyata dikelas ada anak yangbernama titik lalu menjawab.
*Reaksi:penyelesaian suatu masalah dalam teks anekdod.
= Titik:”iya buk.”
   Guru:”loh kok kamu bilang iya?”
   Titik :”ya iyalah buk,kan nama saya titik.”
*Koda:akhir dari sebuah teks anekdod.
=   Ibuk guru pun meminta maaf kepada titik.
Guru:” maaf ya titik tapi saya bukan memanggil kamu melainkan titik adalah tanda berhenti.”
Titik:”iya buk,saya juga minta maaf.”

♧Ciri kebahasaanya
*kata kuas atau retoris
=》Kata yang tidak mengandung makna sebenarnya.biasanya kata kias menggunakan ungkapan dan pribahasa.
♡Ungakapan :kelompok kata khusus di gunakan untuk menyatakan sesuatu.
• Titik:”iya buk.”
• Guru:”loh kok kamu bilang iya?”
• Titik :”ya iyalah buk,kan nama saya titik.”
♡Pribahasa:kata yang memiliki makna kias.

*Kalimat sindiran:kalimat yang menggunakan pengandian , perbandingan dan lawan kata atau antonim.

*Pertanyaan retoris:pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

*Di dalamnya ada terdapat ajaram moral atau pesan kebaikan.
= Ibuk guru pun meminta maaf kepada titik.
Guru:” maaf ya titik tapi saya bukan memanggil kamu melainkan titik adalah tanda berhenti.”
Titik:”iya buk,saya juga minta maaf.”

*Konjungsi: Konjungsi atau kata hubung.
  Konjungsi temporal: konjungsi yang menyatakan waktu seperti:kemudian ,selanjutnya,setelah itu dan lalu.

4.Apa perbedaan mengevaluasi dengan mengonversi teks anekdod?jelaskan.
=》☆Mengevaluasi
  Membandingakan antara 2 kriteria dengan kenyataan baik dari segi struktur isi atau bahasa yang terdapat teks ejaan , kosakatadan strukrur kalimar.
☆Mengonversi
  Mengubah teks anekdod dari suatu bentuk ke bentuk lain menjadi berbeda bentuk ,misalnya dari teks dialog menjadi bentuk monolog atau sebaliknya,teks cerita (prosa)bentuk drama atau sebaliknya.

5.Apa perbedaan teks anekdod dengan teks inspiratif?jelaskan.
=》●Teks anekdod bertujuan menghibur pembaca dengan tetap mempertahankan pesan yang disampaikan, sedangkan cerita inspiratif bertujuan menyantuh hati pembaca.
●Pada umumnya teks inspiratif lebih mudah dipahami dibandingkan teks anekdod.
●Teks anekdod biasanya berisi kejadian yang tidak biasa.
●Teks anekdod terdiri atau abstrak, orientasi, krisis,reaksi,dan koda.

Tentang Penulis

NurNasuha Zahra

NurNasuha Zahra

Tinggalkan Komentar