Tugas Siswa

Resensi Novel

IMG_20161020_201630
Cindy Wulandari octo
Judul : Gawang Merah Putih
Penulis : FX Rudi Gunawan
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : 2014
Tebal : 196 halaman
ISBN : 978-602-291-034-3
Alamat penerbit : Jln. Plemburan No. 1, Pogung Lor, RT 11 RW 48 SIA XV, Sleman, Yogyakarta 55284
Cetakan pertama, April 2014




Kaki-kaki itu masih kecil ketika menendang bola pertamanya. Kaki-kaki dekil berkuku hitam yang menjadi perkasa diterpa kesahajaan. Kaki tanpa sepatu, yang tungkainya masih pendek dan kurus waktu gol pertama dibuat di sebuah lapangan tanpa gawang. Kaki-kaki Putu, Ravi, Evan, Muchlis, dan Maldini, kini telah membuat jejak sepatu yang dalam pada sejarah sepak bola Nusantara. Optimisme dan kerja keras menempa mereka menjadi pemain yang tangguh. Kecintaan terhadap sepak bola menggumpal di dada, menjelma lecutan semangat untuk selalu memberikan yang terbaik. Namun, prestasi demi prestasi yang mereka raih tidak datang begitu saja. Kerja keras tidak akan berbuah manis tanpa dukungan orang-orang tercinta. Sebab, ada perjuangan di balik setiap kemenangan. Ada cerita di balik setiap asa.

Ini adalah novel reportase., yang artinya novel dimana seluruh tokoh di luar karakter utama (dalam buku ini mengacu pada Timas U-19) adalah tokoh fiktif namun kejadian-kejadian yang terjadi pada karakter tokoh utama sebagian besar ditulis berdasarkan observasi penulis kepada tokoh utama dan sebagian lainnya merupakan kreativitas serta imajinasi penulis.


Cerita dibuka ketika Timnas U-19 berlaga melawan timnas Korea Selatan. Menjadi tim yang tidak diunggulkan malah memacu semangat Evan Dimas dan teman setimnya untuk membuktikan kalau mereka juga layak untk dipandang dan dielu-elukan. Hasilnya, 3 gol berhasil mereka sarangkan di gawang timnas Korea Selatan. Masyarakat Indonesia terhenyak. Baru menyadari kalau mereka memiliki timnas yang patut dibanggakan.

Cerita kemudian berlanjut mundur semakin jauh kebelakang. Bercerita tentang masa kecil pemain timnas U-19 seperti Ravi Murdianto, Evan Dimas, Putu Gede, Muchlis Hadi, dan Maldini Pali. Masa kecil yang bisa dibilang nyaris mirip satu sama lain. Hidup sederhana bahkan nyaris kekurangan namun punya kecintaan besar pada sepak bola. Kecintaan yang membuat latihan-latihan keras yang harus dijalani dan perjalanan yang jauh yang harus ditempuh menjadi tidak berarti. Cerita-cerita yang membuat haru namun juga  menjadi penegasan bahwa mimpi hanya bisa tercapai melalui kerja keras dan doa.

Pada dasarnya Gawang Merah Putih mengambilsetting diantara pertandingan-pertandingan yang dijalani timnas U-19 dalam Tur Nusantara I. Tak cuma reportase tentang jalannya pertandingan yang membuat pembaca seolah-olah sedang berada di stadion tempat berlangsungnya pertandingan. Tapi juga cerita tentang keseharian para pemain dan official timnas U-19.

Cerita tentang anak-anak muda yang sederhana dan rendah hati yang kini menjelma menjadi idola baru para bocah, gadis-gadis remaja, hingga orang dewasa. Tentang kegalauan mereka sebagai remaja dengan kehidupan percintaan mereka. Tentang kerinduan terhadap rumah, ibunda dan masakan spesial beliau. Tentang kekhawatiran terhadap degradasi yang menghantui mereka.

Uniknya di dalam buku ini terselip bonus yang tidak terduga. Sebuah postcard bergambar para skuad timnas U-19. Postcard yang saya miliki adalah postcard dengan wajah ganteng salah satu kiper timnas U-19, Ravi Murdianto. Ada yang senang dengan Ravi? Mau saya kirimin postcardnya? *lalu dihajar yang punya buku*

Meski singkat, buku ini adalah sebuah gambaran akan sebuah kerja keras, kecintaan terhadap sepakbola (dan hal positif lainnya), dan mimpi yang terwujud dalam satu nama yang menjadi kebanggan banyak masyarakat Indonesia : Timnas U-19

Tentang Penulis

Cindy Wulandari octo

Cindy Wulandari octo

Tinggalkan Komentar