Tugas Siswa

Resensi Novel Autumn In Paris Karya Ilana Tan

Screenshot_2016-11-22-17-05-49-1
Ladea Fitir Diansi
Ditulis Oleh Ladea Fitir Diansi

RESENSI NOVEL AUTUMN IN PARIS

1.       Data Buku

a.       Judul         : Autumn In Paris

b.  pengarang      : Ilana Tan 

C.    Penerbit     : PT. Gramedia Pustaka Utama

D. Alamat penerbit  : Jl. Palmerah Barat, Jakarta

E. warna buku       : Screenshot_2016-11-22-17-08-02-1Screenshot_2016-11-22-17-07-14-1Screenshot_2016-11-22-17-10-27-1

F. Tahun        : 2015

G. Tebal buku : 269

H. Genre     : romance

 

2. Unsur Instriksi Novel

A. Tokoh 

⚫Tara Dupont

⚫ Tatsuya Fujisawa

⚫ Èlise Lavoie

⚫ Sebastian Giraudeau

⚫ Julliet

⚫ Jean

⚫sanae Nakata

⚫ Éduoard

 

B. Watak tokoh 

⚫tara dupont adalah : wanita cantik, yang pintar dalam berbahasa, yang rasa penasaran sangat tinggi, tetapi dia sangat cerewet

⚫ Tatsuya Fujisawa adalah :  tidak memilih milih makanan dalam menyangkut makanan, pintar memasak, penyayang, dan romantis

⚫Elise Lavoie adalah :  sahabat Tara, dan sangat pandai dalam menjaga rahasia.

⚫sebastian giraudeau adalah :  playboy, tetapi sangat perhatian

⚫julliet adalah : perempuan cantik

⚫Jean adalah : ayah tara, orang yang baik.

⚫sanae nakata adalah : cantik

⚫eduoard adalah :peduli kepada teman

C. Latar

⚫latar tempat 

◾Bistro : “… sampai di depan bistro, ia melihat Tara masih ada di sana.” (Hal. 162)

◾La Vue :“… mereka tiba di depan kelab mewah bernama La Vue.” (Hal.112)

◾Arc de Triomphe“… berdiri di puncak Arc de Triomphe dan memandangi kota Paris…” (Hal. 189)

 ◾Basement : Élice sendiri dipakir di basement ( halaman 12).

◾ Restoran : Tatsuya keluar dari restoran ( halaman 25).

◾ Apartemen : “… Di lantai ruang tengah apatemennya (paragraf 1 kalimat 1 halaman 25)

◾ Brasserie : “Tara memilih makan siang di brasserie” (halaman 36).

◾Museum Rodin : “Merek sudah berada di museum … “ (halaman 53).

◾Jardin du Luxemboung : “Mereka berjalan – jalan di Jarin de Luximboung: ( halaman 57).

◾ Restoran Italia : “ Tara ampai di restoran Italia itu” ( halaman 70.)

◾ Apartemen tatsuya : “Apartemenmu bagus” (halaman 78).

◾ Sungai Seine : “lalu beralih menatap pandangan Sunga Seie di luar jendela” ( halaman 90).

◾ Kelab: “Ini kelab paling keren …” (halaman 112).

◾ Rumah sakit : “ … Oliver sebeum keluar dari rumah sakit “ (halaman 137).

◾ Kantor ayah Tara : “Tara tiba di kantor ayahnya” (halaman 169).

◾ Tokyo : “Begitu mereka tiba di Tokyo” ( halaman 244).

 

⚫Latar Waktu

◾Siang hari :“Oh ya, ia punya janji makan siang dengan Sebastien…” (Hal. 33)

◾Malam hari :“Langit sudah gelap. Ia melirik jam tangan dan mendesah. Jam tujuh lewat.” (Hal. 9)

◾Larut malam : “Jam sudah menunjukkan pukul 02:24 dini hari dan ia tidak mengantuk sedikitpun.” (Hal. 129)

◾Sore hari : “… menikmati jalan-jalan sore di taman ini seperti mereka.” (Hal. 57)

◾ Pagi  : “Matahari terbit dari arah timur” (paragraf 3 kalimat 6 halaman 9)

 

⚫Latar Suasana

◾Meriah : “Malam semakin larut dan suasana semakin meriah.” (Hal. 121)

◾Sepi : “Ruangan itu sudah sepi sejak satu jam yang lalu.” (Hal. 9)

◾Gembira : “’Sebastien!’ kata gadis itu dengan gembira.” (Hal. 61)

◾ Menyebalkan : Tara nyis tidak percaya melihat Sebasian bangkit dari kursi …” ( halaman 72).

◾ Bahagia : “ … Tara milihat Élice sedang memerhatikan sambil tersenyum – senyum (hal 87).

◾Mengecewakan : “ Ayah Tara adalah Jean – Daniel Lemercier “ (halaman 122)

◾Mencemaskan : “Monitor itu masih menampilkan garis tidak teratur… “ ( halaman 256)

◾Menyedihkan : “Lalu engar bunyi panjang dn datar yang membuatnya bulu kuduknya meremang” (halaman 259).

 

D. Alur

  Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju, karena menceritakan dari awal berjumpa, berkenalan, menjalin hubungan dan terjadi masalah, lalu mengatasi masalah dari satu waktu berlanjut ke waktu yang lain.

E. Tema 

  Tema yang di gunakan adalah percintaan.

F. Sudut pandang

  Pengarang sebagai orang ke – 3, karena Pengarang tidak masuk dalam cerita hanya menceritakan apa yang terjadi saja.

3. Unsur Ekstretik

  Novel berjudul Autumn in Paris ini ditulis oleh Ilana Tan yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2007. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini menjadi best-seller sehingga dicetak ulang puluhan kali. Penulisnya sendiri sangat misterius dan tidak pernah menampilkan biodata spesifiknya sekalipun. Bahkan di novel Autumn In Paris ini juga tidak terdapat keterangan tentang latar belakang penulisnya. Konflik yang disajikan tidak mengecewakan sehingga pembaca dapat terbawa masuk ke dalam suasana cerita. Pembawaan bahasa yang tidak terlalu berat juga membuat pembaca mudah memahami isi cerita novel ini.

 

4. Isi novel 

 Tara Dupont adalah gadis keturunan Indonesia dan Eropa. Dia tinggal bersama ayahnya di Paris sejak berumur enam belas tahun.Pada awal perceraian orang tuanya, Tara tinggal bersama ibunya di Indonesia. Tara mempunyai sahabat, Sebastien Giraudeau. 

  Kehidupan cinta Tara tidak berakhir pada Sebastian. Itu semua berawal dari pertemuan Tara dengan pria Jepang bernama Tatsuya Fujisawa. Tara dan Tatsuya berjumpa secara kebetulan. Awalnya secara tidak sengaja Tatsuya berjumpa dengan Tara di sebuah kafe di Bandara Charles De Gaulle, kemudian pertemuan kedua mereka di sebuah club pada malam harinya. Ternyata beberapa hari kemudian Sebastian mengajak Tara makan malam dan memperkenalkannya dengan seseorang, itulah Tatsuya Fujisawa. Tara tidak menyadari bahwa dia pernah bertemu dengan Tatsuya sebelum malam itu, karena pada saat pertemuan sebelumnya, Tara dalam pikiran kalut tidak karuan.

 Hari-hari berlalu, tanpa sengaja Tara bertemu dengan Tatsuya di sebuah bistro kecil, kali ini Tara menyapa Tatsuya terlebih dahulu. Mulai saat itu Tara dan Tatsuya menjadi sering bertemu.  Tatsuya juga mengirim surat di acara yang diselenggarakan oleh stasiun radio di mana Tara bekerja. Ia menceritakan kisah-kisahnya di Paris bahkan ia menceritakan pertemuannya dengan gadis Paris, di mana gadis yang ia maksud adalah Tara Dupont. Tara juga sempat mendengar surat yang dikirim oleh Tatsuya hanya saja ia tidak menyadari bahwa ialah gadis itu. Ia hanya senang mendengar kisah-kisah Tatsuya, bahkan ia menjadi penasaran akan kelanjutan kisah Tatsuya.

 Kedatangan Tatsuya ke Paris ternyata selain untuk bekerja di salah satu proyek yang ditanganinya bersama Sebastian juga untuk mencari seseorang. Orang yang dia cari adalah cinta pertama ibunya. Ibu Tatsuya meninggal setahun lalu karena mengidap penyakit kanker tepat ketika musim gugur. Itulah sebabnya ia membenci musim gugur dan Paris. Ibunya mengaku bahwa sebelum menikah dengan ayah Tatsuya, ia sempat menjalin hubungan dengan pria Prancis bernama Jean- Daniel Lamercier. Ternyata lelaki itu adalah ayah kandung Tatsuya. Tatsuya sedih, kecewa dan marah saat itu karena merasa dibohongi selama ini, tapi ia takkan bisa mengubah kenyataan. Tatsuya berusaha mempersiapkan diri sebelum menemui lelaki yang dimaksud ibunya, tetapi suatu hari ia bertekad untuk segera menyelesaikan ini semua. Ia menemui lelaki yang adalah ayahnya. Tatsuya tidak pernah menuntut pengakuan ia hanya ingin melihat bagaimana sosok yang menjadi ayahnya itu. Ternyata hal itu tidak seperti yang Tatsuya bayangkan, Monsieur Lamercier menerima Tatsuya.

 Kisah hubungan Tara dan Tatsuya berjalan lancar, mereka semakin dekat mereka sering jalan-jalan bersama, keliling Paris bersama bahkan mereka makan malam bersama di apartemen Tatsuya dengan makanan hasil masakan Tatsuya. Hubungan mereka semakin dekat singkatnya mereka pacaran.

 Suatu hari adalah acara ulang tahun Elise, sahabat Tara. Elise berniat merayakan ulang tahun di club ayah Tara. Club itu adalah club di mana Tatsuya dan Tara bertemu yang kedua kalinya. Di sanalah semuanya terungkap, Tatsuya menceritakan semuanya kepada Tara, bahwa gadis yang ia maksud dalam suratnya di acara radio itu adalah dia. Kebahagiaan terasa begitu hangat di antara mereka, tetapi semua berubah ketika sesuatu hal terjadi. Ayah Tara muncul di klub itu. Tara memanggil ayahnya dan mengajaknya berkenalan kepada teman teman nya.Wajah Tatsuya berubah pucat panik ketika mendengar Tara memanggil lelaki berusia setengah abad itu Ayah. Begitu pula Monsieur Lamercier terlihat gelisah ketika mendengar pengakuan putrinya bahwa lelaki itu adalah teman dekatnya.Tatsuya gelisah karena ayah kandungnya tersebut tidak lain adalah ayah Tara.Tetapi kebenaran itu tidak langsung terungkap karena Tatsuya dan Ayah Tara bersikap seolah tidak ada apa-apa.

  Beberapa hari setelah kejadian itu Tatsuya terlihat aneh, ia berubah menjadi pendiam dan selalu menyibukan diri terus-menerus. Sampai suatu hari ia memutuskan untuk meminta Monsieur Lamercier melakukan tes DNA untuk membuktikan kebenarannya.      Ternyata harapan Tatsuya pupus sudah, ia dan Tara telah ditakdirkan sebagai kakak beradik. Berbagai perasaan berkecamuk dalam diri Tatsuya rasa benci, sedih, kecewa dan putus asa menjadi satu.

 Suatu hari Tatsuya kecelakaan, ia tertimpa balok di lokasi proyek di mana ia bekerja. Tara panik mendengar hal itu, ia dan ayahnya segera ke rumah sakit untuk melihat kondisi Tatsuya. Ketika Tara berjalan melewati koridor rumah sakit ia mendengar obrolan ayahnya dengan seorang dokter yang tidak lain sahabat lama ayahnya. Ternyata mereka sedang membicarakan masalah Tara dan Tatsuya yang sebenarnya bersaudara saudara.

  Tara kaget mendengar hal itu, dadanya terasa sesak dan sakit, ternyata orang yang selama ini ia cintai adalah kakaknya sendiri.

  Setelah Tatsuya sembuh dari sakitnya, Tara dan Tatsuya  mencoba menerima hal itu, sebagai kakak adik, karena itulah kenyataannya. Tetapi begitu sulit bagi mereka berdua.

   Tatsuya berencana kembali ke Jepang dan berusaha melupakan perasaannya kepada Tara.Pertemuan Tara dan Tatsuya yang terakhir kalinya benar-benar menyakitkan hati mereka berdua.

 Sebulan setelah kepergian Tatsuya ke Jepang. Tara mendapat telepon dari Jepang. Telepon itu dari seorang wanita, ia mengabarkan bahwa Tatsuya jatuh dari lantai 3 sebuah gedung. Kemudian Tara segera lepas landas menuju Jepang bersama Ayahnya.  Tara tidak sanggup melihat Tatsuya, sehingga Tara memilih untuk duduk di ruang tunggu terlebih dahulu.

          Sapaan seorang wanita menyadarkan lamunan Tara. Ia mengajak Tara ke apartemen Tatsuya. Tara masuk ke apartemen Tatsuya dan melihat semua hal yang berkaitan dengan Tatsuya. Tara melihat amplop di dalam sebuah laci dan membukanya, itu adalah kumpulan foto Tara yang diambil Tatsuya tanpa ia sadari. Ia juga membaca beberapa kiriman email Tatsuya kepada Sebastian yang ternyata yang Tatsuya tanyakan hanyalah kabar  Tara.

 Beberapa lama kemudian, Tara kembali ke rumah sakit. Ia memberanikan diri masuk ke ruang rawat Tatsuya dan duduk di kursi samping tempat Tatsuya dibaringkan. Kata dokter, Tatsuya tidak dapat bertahan lama karena gegar otak yang menimpanya cukup parah.

   Tara berbicara terbata-bata kepada Tatsuya dan berharap ada jawaban atau respon darinya. Namun Tatsuya hanya tetap diam dan nampak Tatsuya meneteskan air mata dan tersenyum ketika Tara mulai terhanyut dalam isak tangis. Tak lama, terdengar bunyi monitor dan terlihat garis di layar monitor itu lurus, dokter dan perawat segera masuk ke ruang rawat itu dan berusaha semampunya, tetapi Tuhan memiliki jalan lain Tatsuya tidak dapat diselamatkan

5. Komentar

⚫Kelebihan 

◾Kalimat yang tidak rumit dan mudah dimengerti pembaca.

◾Isi dari novel ini menarik apalagi untuk kalangan remaja.

◾ Alur ceritanya dapat membuat pembaca ikut terhanyut didalamnya sehingga membuat kita menangis membaca novel ini.

◾Alur ceritanya sangat sederhana dan mudah dimengerti.

  sedikit susah ditebak

⚫Kekurangan 

◾ Latar belakang penulis tidak disertakan dalam novel.

6. Amanat

◾ Kita harus bisa menghadapi kenyataan walau sepahit apapun itu.

◾Kita harus selalu tegar dalam hidup karena hidup harus terus berjalan

◾Harus berusaha selalu jujur walau kejujuran itu menyakitkan.

Tentang Penulis

Ladea Fitir Diansi

Ladea Fitir Diansi

Tinggalkan Komentar