Tugas Siswa

Resensi Novel Kompor 3

kiw1d
Nayundaandhika Sari
Ditulis Oleh Nayundaandhika Sari

 

1. Data buku
a. Judul buku : Genk kompor 3
          b. Penulis: Genk kompor
 c. Jumlah halaman: 165
 d. Gambar dan warna :
gambar: Pemuda dan pemudi
Warna: Hijau dan abu-abu
e. Penerbit: PT Elex Media Komputindo
          f. alamat penerbit: Jln. Palmerah barat 29-37 lt. 2 tower
2. Unsur Intrinsik
Tokoh: Abe, Deni,Eno,Erin,Nando,Sandi.
Watak:
        Abe : lucu, tapi lucu stand up comedi
        Deni: sederhana
        Eno: cupu
        Erin: peduli
        Nando: Penyayang
        Sandi: pendiam
        Alur: maju
Latar: Diruah Nando, di sekolah, di kelas
Sudut pandamg: Orang petama menceritakan
Tema:
Unsur Ektrinsik
1. Religi: Insyaallah kak, nggak telat kok

Isi Nov

ABE. Saat ini trade mark Abe ada dua, selain kibasan poni ala Justin Bieber KW2. Belakangan, karena si JB asli sudah gak berponi lagi, dia memakai trade mark TLC, artinya di mana ada Abe, disitu adaTawa, Lucu dan Cinta. Abe lucu? Bukan! bukannya jago melucu ala stand up comedy gitu. Sama sekali bukan. lucunya bukan karena sosoknya yang kadang terlihat cerdas dengan ide-ide briliannya tapi kadang sangat bego, terutama bila menyangkut soal cewek. Nah, kalo cinta soal ini, semua juga tahu hobi Abe adalah jatuh cinta. Setiap melihat cewek manis sedikit saja, dia sudah klepek-klepek dan bilang gubrak of love alias jatuh cinta. Tapi cinta sejati Abe sudah mentok pada Tria meski Tria selalu menarik ulur cintanya sesuai situasi dan kondisi secara abadi.

DENI. Adalah sosok remaja yang sederhana dengan beberapa kekurangannya. Selain kurang uang, ia juga kurang kasih sayang. Namun, ia punya kelebihan yang tak dimiliki remaja lain di SMA 1006. Kelebihannya yaitu kalau bersin pasti pas 10 kali. Kelebihan lainnya adalah bikin pantun yang tidak pernah nyambung atau asbun alias asal bunyi. Deni juga beberapa kali mengalami hal sial. Itu kelebihan yang kurang bagus semua sih. Kelebihan sebenarnya adalah ia sosok teman yang bisa diandalkan dan sangat peduli.

ENO. Biarpun kacamatanya sering melorot, dia nggak merasa perlu menggantinya dengan lensa kontak, apalagi kaca spion. Diledekin anak-anak Genk Kompor karena tas ranselnya segede karung kelapa. Dia cuek aja tuh. Sebenarnya sih dia pengen punya kantong Doraemon supaya bisa bawa banyak barang, termasuk kucing kesayangannya. Teman-temannya di Genk Kompor sering curiga, dulu ibunya Eno mungkin ngidam ketemu pendekar Shaolin yang jago kungfu tapi hobi nonton telenovela yang termehek-mehek. Soalnya, Eno itu biar tomboi dan segesit Kungfu Panda tapi ringtone hapenya selalu melo. Nggak matching banget deh.

ERIN. Hal yang mencemaskannya adalah ketika satu isi beautycase-nya habis atau tertinggal, apalagi kalau beautycase-nya sekalian. Serasa hidup di dunia lain. Baginya, penampilan dan kebersihan itu sama penting dan nggak boleh diabaikan oleh seorang cewek. Cerdas, tentus saja penting, tapi baginya bisa dinego. Sering bete sama Eno yang punya kebiasaan jauh berbeda dengannya, terutama kucing! Tetapi Erin adalah mahluk yang sangat sayang dan peduli dengan anak-anak Genk Kompor.

NANDO. Bertubuh jangkung. Walaupun kurus, Nando merasa wajahnya keren, setidaknya lebih keren dari Abe. Sempat punya obsesi jadi cover boy, sayangnya gagal. Nando sayang banget sama ibu dan Ade, adik perempuannya. Hanya mereka yang ia miliki setelah ayahnya meninggal. Nando tuh paling nggak suka Matematika. Hobinya tidur tapi herannya bangun paginya suka telat. Rumah langsung heboh jika Nando bangun kesiangan. Lebih heboh lagi kalau gel rambutnya ketinggalan di rumah. Bukan Nando kalau rambut jambulnya tak ditata rapi. Itu ritualnya setiap pagi di toilet sekolah. Hanya bel masuk yang bisa mengingatkannya untuk segera ke kelas.

SANDI. Merupakan teman masa kecil Eno sewaktu mereka tinggal di Medan. Ia dikenal misterius, bahkan sempat digosipin suka jalan sama om-om. Padahal, Sandi nggak seperti itu. Ia nggak merasa semisterius itu. Ia cuma agak bicara. Bicara seperlunya saja. Nggak kayak Nando yang cenderung bawel dan rame. Atau Eno yang kalau lagi ada marah bisa bicara tanpa henti dengan nada tinggi. Biar begitu, Sandi juga bisa usil dan lucu, loh.

 

Kelebihan: Lucu, mendidik
Kelamahan:  Covernya kurang menarik

Tentang Penulis

Nayundaandhika Sari

Nayundaandhika Sari

Tinggalkan Komentar