Tugas Siswa

Sekolah Bertaraf Internasional DAN Puntung Rokok

55654ccb0423bdf6228b4567
Tiffani Zahira Martin

SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

Suatu hari di suatu sekolah negeri Antah Barantah seorang guru memberi tahu kepada bahwa sekolah mereka akan menjadi SBI.

Guru : “Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Sekolah kita sebentar lagi akan menjadi SBI (Sekolah Bretaraf Internasional). Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan. Joni, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut ini?”

Joni : “Belajar Bahasa Inggris agar lebih mahir dalam berbicara Bahasa Inggris.”

Guru : “Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?”

Jono : “Harus siap uang, Pak.”

Guru : “Lho kok uang?”

Jono : “Ya Pak. Soalnya kalau status sekolah kita sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih SBI bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti akan diminta iuran untuk ini itu.”

Guru : “Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, kalau sekolah kita bertaraf internasional  artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri.”

Jono : “Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, melainkan Sekolah Bertarif Internasional.”

Akhirnya guru tersebut kebingungan membalas kata-kata Jono dan langsung membahas materi pelajaran.

STRUKTUR

1. Abstrak

Suatu hari di suatu sekolah negeri Antah Barantah seorang guru memberi tahu kepada bahwa sekolah mereka akan menjadi SBI.

2. Orientasi

Guru : “Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Sekolah kita sebentar lagi akan menjadi SBI (Sekolah Bretaraf Internasional). Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan. Joni, apa yang akan kamu lakukan untuk menyambut ini?”

Joni : “Belajar Bahasa Inggris agar lebih mahir dalam berbicara Bahasa Inggris.”

3. Krisis

Guru : “Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?”

Jono : “Harus siap uang, Pak.”

Guru : “Lho kok uang?”

Jono : “Ya Pak. Soalnya kalau status sekolah kita sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih SBI bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti akan diminta iuran untuk ini itu.”

4. Reaksi

Guru : “Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, kalau sekolah kita bertaraf internasional  artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri.”

Jono : “Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, melainkan Sekolah Bertarif Internasional.”

5. Koda

 Akhirnya guru tersebut kebingungan membalas kata-kata Jono dan langsung membahas materi pelajaran.

PUNTUNG ROKOK

Singapura termasuk salah satu negara yang bersih, bagi siapapun yang membuang sampah sembarangan akan didenda, termasuk puntung rokok sekalipun. Suatu ketika Jeki sedang berlibur, tapi nampaknya dia tak tahu akan adanya aturan itu, dia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokok sudah hampir habis, dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kananya. Tanpa disangaka, tiba-tiba datang petugas.

Petugas : “Tahukah anda, bahwa anda telah melakukan palanggaran?” (Tegasnya)

Jeki : “Tidak tahu, apa gerangan yang telah  saya perbuat?”

Petugas: “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok.” (Tegasnya lagi)

Jeki: (Dengan sigap) “Oh. Maaf terjatuh.

Dan lalu diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi.

STRUKTUR

1. Abstrak

Singapura termasuk salah satu negara yang bersih, bagi siapapun yang membuang sampah sembarangan akan didenda, termasuk puntung rokok sekalipun.

2. Orientasi

Suatu ketika Jeki sedang berlibur, tapi nampaknya dia tak tahu akan adanya aturan itu, dia merokok sendirian sambil duduk di bangku. Karena rokok sudah hampir habis, dibuanglah begitu saja dan persis jatuh di sisi kaki kananya. Tanpa disangaka, tiba-tiba datang petugas.

3. Krisis

Petugas : “Tahukah anda, bahwa anda telah melakukan palanggaran?” (Tegasnya)

Jeki : “Tidak tahu, apa gerangan yang telah  saya perbuat?”

4. Reaksi

Petugas: “Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok.” (Tegasnya lagi)

Jeki: (Dengan sigap) “Oh. Maaf terjatuh.

5. Koda

 Dan lalu diambilnya puntung rokok itu serta langsung dihisapnya lagi.

Tentang Penulis

Tiffani Zahira Martin

Tiffani Zahira Martin

Tinggalkan Komentar