Tugas Siswa

TEKS ANEKDOT

13015201_1075967959134793_1804104526742024041_n
Adelia Lausan
Ditulis Oleh adelia lausan

13606433_1133723116692610_7230028177380284365_n

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

X mipa 7

Nama anggota kelompok 2:

1.Adelia Lausan

2.Yuliana Atika Suri

3.Shahibul Ikhsan

4.Ifandra Leodi

5.Irsyad

Analisis 1 :

Beo Nakal

 

      Ita, dan Nina bertetangga dan selalu bersama-sama pergi ke kantor. Sebelum mencapai jalan raya untuk naik bus, mereka harus melewati sebuah gang yang di salah satu rumahnya ada burung beonya.

     Setiap kali ketiga perempuan tersebut melewati di depannya, si beo selalu menyebutkan tiga warna. Ira curiga bahwa beo tersebut mengetahui warna celana dalam mereka bertiga. Untuk membuktikannya mereka janjian memakai warna celana dalam yang sama.

    Keesokan harinya ketika mereka lewat, si beo berkata, “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga perempuan tersebut terpana dan kagum. Hari berikutnya dengan tepat si beo menebak warna celana dalam mereka dengan berkata, “Kuning, kuning, kuning.”

    Nina mempunyai ide yang agak konyol. “Bagaimana kalau besok kita tidak pakai celana? Coba mau bilang apa si beo usil itu,” katanya yang disambut setuju oleh kedua temannya. Keesokan harinya ketika mereka lewat, si beo mondar-mandir di dalam sangkarnya seperti kebingungan.

Nina dan kawan-kawannya mulai tertawa senang karena bisa ngerjain beo tersebut. Tapi tertawa mereka tidak berlangsung lama, karena si beo lalu berkata, “Lurus, lurus, keriting.”

 

Struktur  Cerita Anekdot :

1.abstrak : Ita, dan Nina bertetangga dan selalu bersama-sama pergi ke kantor. Sebelum mencapai jalan raya untuk naik bus, mereka harus melewati sebuah gang yang di salah satu rumahnya ada burung beonya.

2.Orientasi : Setiap kali ketiga perempuan tersebut melewati di depannya, si beo selalu menyebutkan tiga warna. Ira curiga bahwa beo tersebut mengetahui warna celana dalam mereka bertiga. Untuk membuktikannya mereka janjian memakai warna celana dalam yang sama.

3.Krisis : Keesokan harinya ketika mereka lewat, si beo berkata, “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga perempuan tersebut terpana dan kagum. Hari berikutnya dengan tepat si beo menebak warna celana dalam mereka dengan berkata, “Kuning, kuning, kuning.”

4.Reaksi : Nina mempunyai ide yang agak konyol. “Bagaimana kalau besok kita tidak pakai celana? Coba mau bilang apa si beo usil itu,” katanya yang disambut setuju oleh kedua temannya. Keesokan harinya ketika mereka lewat, si beo mondar-mandir di dalam sangkarnya seperti kebingungan

5.Koda : Nina dan kawan-kawannya mulai tertawa senang karena bisa ngerjain beo tersebut. Tapi tertawa mereka tidak berlangsung lama, karena si beo lalu berkata, “Lurus, lurus, keriting.”

 

ciri kebahasaan :

1.       Kata kias atau konotasi: Ira curiga bahwa beo tersebut mengetahui warna celana dalam mereka

2.       Kalimat sindiran: Nina dan kawan-kawannya mulai tertawa senang karena bisa ngerjain beo tersebut. Tapi tertawa mereka tidak berlangsung lama, karena si beo lalu berkata, “Lurus, lurus, keriting.”

3.       Pertanyaan retoris: . “Bagaimana kalau besok kita tidak pakai celana? Coba mau bilang apa si beo usil itu,”

4.       Konjungsi : (konjungsi temporal) Keesokan harinya

5.       Pesan moral : -kita tidak boleh melakukan hal-hal yang bodoh/ konyol

 

 

 

 

 

Analisis 2 :

Dunia


      Suatu hari terdapat dua warga negara indonesia sedang mengobrol disekitar pesisir pantai salah satu tempat di indonesia, mereka bernama Doni dan Dodi. Mereka sedang membicarakan seseorang warga asing. “Hey lihat tuh, ada orang bule yang hanya memakai pakaian dalamnya saja.” kata Doni. Si Dodi hanya menjawab “Ah… itu hanya hal yang sudah biasa bagi dia.” lalu Doni heran dan berfikir apa benar sudah biasa? dan bertanya. “sudah biasa darimana? tuh, teman kita yang asli orang indonesia memakai pakaian yang sama malah ditertawakan dan dia dianggap gila oleh orang lain.” Dodi berfikir dan mengerutkan keningnya. “iya juga sih, lantas siapa yang gila?.”

     lalu mereka terdiam karena memikirkannya dan beberapa menit kemudian mereka mengabaikannya lalu melanjutkan aktifitas seperti biasa.


1.abstrak : Suatu hari terdapat dua warga negara indonesia sedang mengobrol disekitar pesisir pantai salah satu tempat di indonesia, mereka bernama Doni dan Dodi.

2.orientasi : Mereka sedang membicarakan seseorang warga asing. “Hey lihat tuh, ada orang bule yang hanya memakai pakaian dalamnya saja.

3.krisis : “Hey lihat tuh, ada orang bule yang hanya memakai pakaian dalamnya saja.kata Doni. Si Dodi hanya menjawab “Ah… itu hanya hal yang sudah biasa bagi dia.” lalu Doni heran dan berfikir apa benar sudah biasa? dan bertanya.

4.Reaksi : “sudah biasa darimana? tuh, teman kita yang asli orang indonesia memakai pakaian yang sama malah ditertawakan dan dia dianggap gila oleh orang lain.” Dodi berfikir dan mengerutkan keningnya. “iya juga sih, lantas siapa yang gila?.”


5.Koda : lalu mereka terdiam karena memikirkannya dan beberapa menit kemudian mereka mengabaikannya lalu melanjutkan aktifitas seperti biasa.

 

Ciri kebahasaan :

1.Kata kias : teman kita yang asli orang indonesia memakai pakaian yang sama malah ditertawakan dan dia dianggap gila oleh orang lain.

2.Kalimat sindiran : “Hey lihat tuh, ada orang bule yang hanya memakai pakaian dalamnya saja.”

Tentang Penulis

Adelia Lausan

adelia lausan

Tinggalkan Komentar