Tugas Siswa

teks anekdot karya sendiri”Mencerdasan Kehidupan Bangsa?katanya”

index
Dinda Marisa
Ditulis Oleh dinda marisa

 

Mencerdaskan kehidupan bangsa ??katanya

Hari ini pertama kali zafran duduk di bangku kuliah, zafran kuliah difakultas hukum salah satu perguruan tinggi di jawa, padahari ini dosen mengajar mata kuliah kewarganegaraan,dosen bernama carlen berperawakan tinggi dan manis tersebut menerangkan tentang cita-cita bangsa yang telah di rumuskan oleh founding father pada masa kemerdekaan .

Dosen charles:jadi salah satu tujuan negara kita yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang dirumuskan dalam pasal 33 ayat 3 uud 1945  mungkin sampai di sini pertemuan kita hari ini ada hal yang ditanyakan ?

Zafran :saya mau bertanya pak (sambil mengajukan tangan)

Dosen charlens: ya silahkan, dan sebutkan nama saudara

Zafran: nama saya zafran pak. Tadi bapak menjelaskan bahwa tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi kenapa tetangga saya yang dikampung tidak sekolah pak karena tidak punya uang pak, juga anak-anak yang mengamen di pinggir jalan. Padahal mereka juga warga negara indonesia.

Dosen charles: pertanyaan yang bagus zafran. Memang dalam konstitusi kita sudah diamanatkan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. tapi kenyataanya tidak. Negara seperti lepas tangan. Inilah permasalahan bangsa kita ini. Pejabat negara sibuk memupuk kekayaan dan tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Padahal mereka dipilih untuk melayani dan memperjuangakan kita.ada tanggapan zafran?

Zafran: saya juga membaca pak dalam uud juga dijelaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipeliahara oleh negara. Tapi nyatanya juga tidak dilakukan pak. Mungkin seharusnya kata “dipelihara” harus diganti ya pak. Kalau dipelihara jadi tambah banyak pak.

Dosen charles: masih banyak yang harus dilakukan untuk negara ini. Dan ini gunannya kalian semua belajar dan melakukan perubahan untuk negara kita. Apa masih ada pertanyaan?

Zafran: tidak pak.

                Karena tidak ada lagi yang bertanya, Maka kelaspun dibubarkan.

 

Tentang Penulis

Dinda Marisa

dinda marisa

Tinggalkan Komentar