Teknologi

Ternyata Bukan Dual SIM Hybrid – Ponselmu.com

1503841707_ternyata-bukan-dual-sim-hybrid-ponselmu-com.jpg
Arias Bell
Ditulis Oleh Arias Bell

Pada Juli lalu, di sesi tanya jawab acara peluncuran Motorola Moto Z2 Play di Bangkok, Thailand, penulis alias HSW mengajukan pertanyaan kepada narasumber. “Dual SIM di Moto Z2 Play berwujud dual SIM hybrid atau dua selot SIM dan satu selot untuk kartu microSD?” tanya HSW.

Saat itu Danny Adamopoulos, Senior Director, Portfolio and Product Operations of Asia Pacific, Lenovo Mobile Business Group & Motorola Mobility, menjawab tegas, “Dual SIM hybrid.” Danny malahan sempat menjelaskan, hal tersebut dilakukan agar Moto Z2 Play bisa tampil lebih tipis.

Realitanya ternyata tidak demikian. Moto Z2 Play bergaransi resmi yang HSW uji pakai terbukti bukan menganut selot dual SIM hybrid. Dua kartu nano SIM leluasa diletakkan di satu sisi baki kartu. Sedangkan di sisi sebaliknya, pengguna bisa menempatkan satu kartu microSD. Tiga keping kartu itu kemudian dapat diselipkan bersamaan ke ponsel.

Dua nomor seluler bakal siaga bersamaan. Pengguna bebas memilih akan berinternet memakai nomor di selot SIM1 atau SIM2. Mana pun yang dipilih, nomor itu leluasa masuk ke jaringan 4G. Kalau dianggap perlu, langsung dari menu ponsel pengguna bisa mengunci nomor tersebut di jaringan 4G. Satu nomor lainnya takkan terbenam di jaringan 2G. Ia masih dapat menduduki jaringan 3G.

Moto Z2 Play kompatibel dengan layanan semua operator 4G LTE di Indonesia. Kala dipadukan dengan kartu Smartfren, pengguna bisa pula merasakan layanan native VoLTE. Aktivitas bertelepon dan ber-SMS di jaringan 4G dapat dilakukan tanpa perlu menginstalasikan aplikasi tambahan.

Saatnya membicarakan tampilan fisik. Kesan tipis langsung mencuat kala melihat Moto Z2 Play. Maklum, tebalnya cuma 5,99 milimeter. Panjang dan lebarnya 156,2 x 76,2 milimeter, sedangkan bobotnya 145 gram. Sisi belakang ponsel berbahan logam, bukan lagi kaca seperti yang digunakan di Moto Z Play.

Ada dua varian warna Moto Z2 Play yang beredar resmi di Indonesia. Yaitu, emas dan abu-abu. Nano coating yang diterapkan membuat ponsel tahan terhadap percikan air. Pantang iseng merendamnya ke dalam air, kecuali ingin beranjangsana ke pusat perbaikan resmi Motorola.

Ponsel Android 7.1.1 Nougat itu dibekali layar Super AMOLED 5,5 inci beresolusi full HD 1.920 x 1.080 piksel. Permukaan layarnya mengadopsi Corning Gorilla Glass. Gambar dan tulisan mampu disajikan dengan ciamik. Beberapa wallpaper bernuansa Indonesia, misalnya batik dan stupa Candi Borobudur, siap dipakai untuk mempercantik tampilan home screen.

Tombol navigasi virtual terdapat di bagian bawah layar. Agar tampilan layar lebih luas, pengguna bisa mengaktifkan fitur one button navigation. Dengan fitur itu, tombol navigasi bakal berpindah dari layar ke pemindai sidik jari.

Pemindai sidik jari? Ya. Normalnya pemindai sidik jari hanya berfungsi untuk mengunci dan membuka layar. Bila fitur one button navigation berstatus aktif, pemindai sidik jari akan memiliki fungsi tambahan. Sapuan jari ke kiri berfungsi sama dengan menekan tombol back, sedangkan sapuan jari ke kanan diterjemahkan ponsel sebagai tekanan atas tombol recent apps.

Bagaimana kalau ingin kembali ke home screen? Sentuhlah pemindai sidik jari dengan cepat. Satu kali saja. Kalau jari dibiarkan menempel agak lama di pemindai sidik jari, layar ponsel akan padam dan terkunci. Untuk membukanya, tempelkan lagi jari pengguna di sana.

Pemanfaatan pemindai sidik jari untuk menggantikan tombol navigasi awalnya terasa aneh. Namun, setelah HSW memakainya selama beberapa jam, fitur itu terbukti lebih praktis dan asyik. Enak tenan wis.

Kamera utama Moto Z2 Play beresolusi 12 megapiksel dengan fokus otomatis berpiksel ganda (dual pixel autofocus) dan lampu kilat. Lensanya memiliki bukaan f/1,7. Kalau difungsikan sebagai perekam video, ia sanggup menghasilkan klip video 4K Ultra HD.

Pengguna yang gemar bereksperimen layak mencoba mode profesional di kamera ponsel itu. Parameter pemotretan dapat diatur secara manual. Contohnya, pemfokusan, white balance, ISO, dan Ev compensation. Kecepatan rana juga bebas diubah mulai 1/6.000 detik sampai 1/3 detik.

Beralih ke kamera depan. Kamera dengan bukaan lensa f/2,2 itu mampu memproduksi foto beresolusi lima megapiksel dan klip video full HD 1080p. Tersedia lampu kilat untuk menambah pencahayaan di lokasi yang kurang terang.

Sama dengan Moto Z (dan sepertinya Moto Z Play yang tak pernah HSW uji pakai), saat ponsel terkunci, ada jalur cepat untuk mengaktifkan kamera. Putar/goyangkan ponsel sekitar 90 derajat dengan agak keras. Aplikasi kamera bakal langsung terbuka.

Prosesor delapan inti (octa core) Snapdragon 626 MSM8953 Pro 2,2 GHz, Wi-Fi, bluetooth, NFC, GPS, Miracast, RAM 4 GB, dan ROM 64 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Moto Z2 Play. Saat ponsel baru dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal mencapai 49,78 GB.

Radio FM di ponsel tersebut bisa diaktifkan tanpa perlu menancapkan handsfree berkabel. Siaran yang sedang didengarkan juga dapat direkam. Tak seperti Moto Z Play yang dibekali baterai tanam 3.510 mAh, kapasitas baterai tanam di Moto Z2 Play 3.000 mAh saja. Di tangan HSW, sekali diisi ulang baterai itu sanggup bertahan maksimal 16 jam.

Moto Z2 Play yang dijual Rp 6,499 juta tersebut memakai konektor charger USB tipe C. Bila dipadukan dengan charger bawaan atau charger lain yang mendukung Qualcomm Quick Charge 3.0, proses isi ulang dapat berlangsung secara cepat. Takkan menembus 1,5 jam.

Selama menguji pakai Moto Z2 Play, secara umum HSW merasa puas. Walaupun spesifikasinya tergolong kelas menengah, sensasi ber-Moto Z2 Play mendekati ponsel flagship. Dipakai menjalankan aneka aplikasi pun tetap selalu gegas. Temperatur sisi belakang-atas ponsel sesekali memang lebih tinggi dibandingkan kala hanya siaga. Namun, suhunya masih dalam batas wajar. Hangat, bukan panas yang berlebihan.

Daya tahan baterainya walaupun tidak istimewa masih bisa ditoleransi. Dengan durasi hingga 16 jam, HSW seringkali sudah sempat pulang ke rumah atau kamar hotel sebelum ponsel padam. Hanya beberapa kali ponsel telah padam ketika HSW masih berada di jalan atau mal.

Terkait kamera, tanpa mempertimbangkan harga ponsel yang Rp 6 jutaan, foto yang dihasilkan Moto Z2 Play tergolong cukup bagus. Namun, ketika faktor harga turut diperhitungkan, sejujurnya HSW berharap hasil jepretan kamera ponsel itu lebih bagus daripada sekarang.

Oh ya. Selama menguji pakai Moto Z2 Play, ada satu fitur yang sering bertingkah semau gue. Namanya, Moto Voice. Fitur itu memungkinkan pengguna mengakses aplikasi tertentu hanya dengan memberikan perintah suara. Misalnya, show me Gmail dan show me the calendar.

Entah mengapa, fitur tersebut berkali-kali mendadak terhenti. Kalau sudah demikian, restart takkan menyelesaikan masalah. Factory reset menjadi solusi satu-satunya. Untunglah Moto Voice bukanlah fitur favorit HSW. Seandainya ia merupakan fitur kesukaan, repot deh harus sering melakukan factory reset.

Jadi, apakah Moto Z2 Play layak dibeli? Anda yang mengidamkan ponsel tipis dengan kinerja umum memuaskan pantas membawa pulang ponsel itu. Supaya lebih maksimal, tak ada salahnya pemilik Moto Z2 Play melirik pula aneka Moto Mods yang sebagian di antaranya pernah HSW bahas di sini.

Bayangkan Anda memadukan ponsel itu dengan Moto Insta-Share Projector saat melakukan presentasi di hadapan bos. Beliau amat mungkin bakal terkesima. Salah satu Moto Mods generasi kedua, Moto Gamepad, kabarnya segera beredar resmi di Indonesia.

Sedikit informasi tambahan, Moto Mods kompatibel dengan semua tipe yang termasuk seri Z dan Z Play. Moto Mods yang dulu dibeli untuk Moto Z, misalnya, sekarang dapat digunakan di Moto Z2 Play. Jika ponsel generasi berikutnya kelak muncul, anggap saja namanya Moto Z3 dan Moto Z3 Play, peranti yang sama masih bisa dipakai.

Buat Anda yang senang sekali berganti ponsel, HSW menyarankan Anda berburu Moto Z2 Play bekas saja. Selisih harganya lumayan tajam. Harga ritel yang disarankan Rp 6,499 juta, harga pasar Rp 6 juta hingga Rp 6,1 juta, sedangkan harga bekasnya sekitar Rp 4,5 juta. Asumsinya, Moto Z2 Play bekas itu wajib dalam kondisi sangat mulus, lengkap, dan bergaransi resmi.

***

Berikut foto-foto yang dihasilkan kamera Moto Z2 Play. Semua dijepret tanpa mengaktifkan lampu kilat. Olah digital yang dilakukan hanya resize foto dan kompresi ukuran file.

Sejak kapan sambal pecel menjadi oleh-oleh khas Makassar ya?

Ketika mendengar nama Erajaya, Anda mungkin langsung terbayang dengan ponsel Xiaomi, gerai Erafone, atau garansi TAM. Tahukah Anda kalau mereka juga memiliki hotel di Makassar? Namanya, Gammara Hotel. Awal Agustus lalu HSW menginap di sana. Seperti inilah bagian luar hotel dan interior kamarnya.

Satu foto di bawah ini dijepret memakai kamera depan.

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

 

Source link

قالب وردپرس

Tentang Penulis

Arias Bell

Arias Bell

Tinggalkan Komentar