Tugas Siswa

Tugas Bahasa Indonesia

contoh-teks-anekdot
Irfan Afrinal99
Ditulis Oleh Irfan Afrinal99

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Perbedaan Keyakinan dengan Teman

 

          Suatu hari wendi sedang main game lewat handphonenya. Saat sedang asyik-asyiknya bermain, sang sahabat yang bernama Doni datang dengan wajah sedih dan galaunya.

”kenapa ekspresi kamu kayak gitu?Lagi ada masalah?” tanya Wendi yang sedari tadi heran dengan ekspresi sahabatnya itu. “Ya aku lagi ada masalah” jawab Doni

“Masalah apa?” tanyaWendi “Aku baru aja mutusin Fani Wen” jawab Aqila.

Wendi yang terkejut lalu bertanya lagi “ Lha kok bisa bukannya kamu       sayang banget sama dia?”.

“Kita beda keyakinanWen.”Kata Doni

“Beda keyakinan…?Beda agama maksudnya?” tanya Wendi lagi.

“Bukan, aku berkeyakinan aku itu cuma kurang tinggi bukan pendek  sedangkan Fani berkeyakinan bahwa aku itu pendek”Jawab Doni

Wendi yang mendengar itu langsung tertawa dan mengatakan kalau hanya itu masalahnya berarti Doni yang salah dalam hal ini, karena menurut Wendi  Doni  terlalu kekanakan.

Wendi menyuruh  Doni lebih baik pergi menemui Fani lalu meminta maaf. Wendi yang selalu mendengarkan saran sahabatnya itu, pergi ke rumah  Fani  untuk meminta maaf atas sikap kekanakannya.

 Abstrak: Suatu hari wendi sedang main game lewat handphonenya

 Orientasi: Saat sedang asyik-asyiknya bermain, sang sahabat yang bernama Doni datang dengan wajah sedih dan galaunya.

 Krisis: “Kita beda keyakinanWen.”Kata Doni

“Beda keyakinan…?Beda agama maksudnya?” tanya Wendi lagi.

  Reaksi: “Bukan, aku berkeyakinan aku itu cuma kurang tinggi bukan pendek  sedangkan Fani berkeyakinan bahwa aku itu pendek”Jawab Doni

Wendi yang mendengar itu langsung tertawa dan mengatakan kalau hanya itu masalahnya berarti Doni yang salah dalam hal ini, karena menurut Wendi  Doni  terlalu kekanakan.

  Koda: Wendi yang selalu mendengarkan saran sahabatnya itu, pergi ke rumah  Fani  untuk meminta maaf atas sikap kekanakannya.

Tentang Penulis

Irfan Afrinal99

Irfan Afrinal99

Tinggalkan Komentar