Tugas Siswa

TUGAS KELOMPOK 1

Hydrangeas
Calsha Satya Nanda
Ditulis Oleh Calsha Satya nanda

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Tugas Menentukan Teks Anekdot dan Ciri Kebahasaan

Disusun Oleh Kelompok 1

Nama Anggota :

1.Calsha Satya Nanda

2.Dea Ayu Paramita

3.Redha Maulana Yusra

4.Fadhil Rachmat Darman

5.Irfan Afrinal

6.Ilham Ramadhan

 

Bikin Undang-Undang

Dodi datang bertandang ke rumah sepupunya yang bernama Alan. Ia berdomisili disebuah kota. Suatu pagi yang lengang Dodi diajak cari sarapan,mereka naik mobil, tentu Alan yang menyopir. Di perempatan jalan, waduh….. , lampu merah menyala, tapi Alan melaju terus, maka dari itu Dodi menegur sepupnya itu.

Dodi : Lampu merah, mengapa engkau melaju terus ?

Alan : Alah…tenang aja, di negri ini aku bisa bikin undang-undang kok..!   jawabnya santai

Dodi : Bagaimana bisa ? bukan kan yang membuat undang-undang itu DPR plus Pemerintah ?

Alan : ( meminggirkan mobilnya )

Dodi : kenapa minggir ?

Alan : mau menjawab pertanyaan mu !!! jawabnya ketus

Dodi : Kenapa harus minggir ?

Alan : ( lalu dirogoh saku celananya serta diambil dompetnya yang tebal itu dan ditaruhnya didepan Dodi ) ini jawabannya!!!

Dodi : oohhh..

 

Struktur Teks Anekdot Dalam Cerita Bikin Undang-Undang

1.     Abstrak : Dodi datang bertandang ke rumah sepupunya yang bernama Alan. Ia berdomisili disebuah kota.

2.     Orientasi : Suatu pagi yang lengang Dodi diajak cari sarapan,mereka naik mobil, tentu Alan yang menyopir.

3.     Krisis : Di perempatan jalan, waduh….. , lampu merah menyala,   tapi Alan melaju terus, maka dari itu Dodi menegur sepupnya itu.

Dodi : Lampu merah, mengapa engkau melaju terus ?

4.     Reaksi :

Alan : Alah…tenang aja, di negri ini aku bisa bikin undang-undang kok..!   jawabnya santai

Dodi : Bagaimana bisa ? bukan kan yang membuat undang-undang itu DPR plus Pemerintah ?

Alan : ( meminggirkan mobilnya )

5.     Koda :

Alan : ( lalu dirogoh saku celananya serta diambil dompetnya yang tebal itu dan ditaruhnya didepan Dodi ) ini jawabannya!!!

Dodi : oohhh..

Ciri Kebahasaan  :

1.     Ungkapan : Di negeri ini aku bisa buat undang-undang kok

2.     Konjungsi temporal : Dalam suatu pagi

3.     Konjungsi sebab akibat : Di perempatan jalan, waduh….. , lampu merah menyala, tapi Alan melaju terus, maka dari itu Dodi menegur sepupnya itu.

4.     Pesan moral :  a. Jangan melanggar aturan lalu lintas

b. Jangan gunakan uang sebagai alat untuk menyogok dan menebus   kesalahan

 

Puntung Rokok

Singapore termasuk salah satu Negara yang bersih. Bagi siapa yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, termasuk puntung rokok. Suatu ketika Jacky sedang berlibur, tapi nampaknya ia tidak tahu akan adanya aturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk dibangku. Oleh sebab rokok sudah hampir habis, maka dibuanglah begitu saja. Tanpa disangka tiba-tiba datang petugas.

Petugas : Tahukah Anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran !!!!

Jacky : Tidak tahu, apa yang telah saya langgar ?

Petugas : Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok

Jacky : Oh…., maaf terjatuh…,

 lalu diambilnya punting rokok tadi serta dihisapnya lagi.

Struktur teks anekdot dalam cerita puntung rokok

1.     Abstrak : Singapore termasuk salah satu Negara yang bersih. Bagi siapa yang membuang sampah sembarangan bisa didenda, termasuk puntung rokok.

2.     Orientasi : Suatu ketika Jacky sedang berlibur, tapi nampaknya ia tidak tahu akan adanya aturan itu. Ia merokok sendirian sambil duduk dibangku.

3.     Krisis : Oleh sebab rokok sudah hampir habis, maka dibuanglah begitu saja. Tanpa disangka tiba-tiba datang petugas.

Petugas : Tahukah Anda, bahwa anda telah melakukan pelanggaran !!!!

Jacky : Tidak tahu, apa yang telah saya langgar ?

4.     Reaksi :

Petugas : Anda telah membuang sampah sembarangan, yaitu puntung rokok

Jacky : Oh…., maaf terjatuh

5.     Koda :   lalu diambilnya punting rokok tadi serta dihisapnya lagi.

 

Ciri Kebahasaan :

1.     Konjungsi temporal : Suatu ketika Jacky sedang berlibur

2.     Konjungsi sebab akibat : Oleh sebab rokok sudah hampir habis, maka dibuanglah begitu saja.

3.     Pesan moral : Janganlah buang sampah sembarang dimanapun berada walaupun sepuntung rokok.

 

SELESAI

Tentang Penulis

Calsha Satya Nanda

Calsha Satya nanda

Tinggalkan Komentar