Tugas Siswa

Tugas Pengganti MID Semester 2

garuda-pancasila-logo-30B3C3EE1D-seeklogo.com
Ilham Ramadhan
Ditulis Oleh Ilham Ramadhan

v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}

Normal
0
false

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}

Negosiasi Jual Beli

 

Saat itu ada seorang ibu sedang berbelanja di pasar, dia ingin membeli baju untuk Anaknya, inilah percakapnnya dengan penjual baju,

Penjual : “Silahkan masuk bu, nyari apa Bu?”

Mama : “Bu saya mau beli baju yang itu untuk anak saya, berapa harganya?”

Penjual : “Kalau baju yang itu harganya 200 ribu Bu.”

Mama : “Harganya boleh kurang nggak Bu?”

Penjual : “Hmmm, boleh. Mau nawar berapa Bu?”

Mama : “150 ribu aja gimana Bu?”

Penjual : “Wah, harga segitu rasanya tidak bisa Bu.”

Mama : “Kalau 155 ribu? Bagaimana?”

Penjual : “Naikin dikit Bu, saya kasih 165 ribu deh buat Ibu.”

Mama: “Gak bisa kurang apa Bu?”

Penjual : “Gak bisa bu, itu udah harga pasnya Bu, gimana Bu?”

Mama : “Baiklah, saya beli yang itu satu yaa.”

Penjual : “Baiklah Bu, tunggu sebentar yaa Bu, saya ambilkan.”

Mama: “Baiklah Bu, makasih yaa.”

Panjual: “Sama-sama Bu.”

 

Analisis Strukturnya :

 

1.      Orientasi

Saat itu ada seorang ibu sedang berbelanja di pasar, inilah percakapnnya dengan penjual,

Penjual : “Silahkan masuk bu, nyari apa bu?”

2.      Permintaan

Mama : “Bu saya mau beli baju yang itu, berapa harganya?”

3.      Penawaran

Mama : “Harganya boleh dikurang nggak bu?”

4.      Persetujuan

Mama: “Baiklah, saya beli yang itu satu ya.”

5.      Penutup

Mama: “Baiklah bu, makasih yaa.”

Panjual: “Sama-sama bu.”

 


 

·         Surat penawaran

 

                     logo+PTSS+besar.jpgPT. SETIA SELALU

Lubuk Buaya

telp.0812125375164, Kode Pos: 243164

web : www.ptlestari.co , email : pt.lestari@gmail.com

 

 

 Lubuk Buaya, Senin 3 Mei 2021
No                   : 5G/014/07
Hal                  : Penawaran
Lampiran         : 1 (Satu) Proposal

 Yth.
PT.Setia Selalu


Dengan Hormat,

 

Dengan surat ini kami bermaksud memperkenalkan perusahaan kami PT. LESTARI, dengan alamat di Lubuk Buaya. Kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang distributor barang elektronik berbagai toko dan perusahaan yang bergerak dibidang elektronik.

 

Karena itu sesuai informasi yang kami peroleh, PT.SETIA SELALU adalah perusahaan yang menjual berbagai macam elektronik yang sedang berkembang pesat dan membutuhkan pasokan elektronik dengan harga yang bersaing.

 

Sehubungan hal itu, kami mengajukan penawaran untuk menjadi pemasok elektronik untuk perusahaan dan toko-toko yang bapak kelola. Harapan kami, penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk kerjasama sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai bahan perbandingan, silahkan bapak lihat di lampiran yang berisikan daftar harga produk elektronik  yang kami sediakan. Jika perusahaan bapak berminat kami siap melakukan pembicaraan lebih lanjut.

 

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan  banyak terima kasih.

 

     Hormat Kami,

PT. SETIA SELALU

 

 

 

·         Analisis surat penawaran

A.      Kepala Surat/ Kop Surat

Contoh :

logo+PTSS+besar.jpgDescription: Hasil gambar untuk LOGO barang elektronikPT. SETIA SELALU

Lubuk Buaya

telp.0812125375164, Kode Pos: 243164

web : www.ptlestari.co , email : pt.lestari@gmail.com

 

(a)    Nama lembaga/ Instansi/ Organisasi. Penulisannya menggunakan huruf besar/ capital.

(b)   Alamat, kontak telepon, website/email jika ada. Penulisannya menggunakan huruf besar dan kecil.

B.     Tempat dan Tanggal Surat

Tempat dan tanggal surat merupakan keterangan yang menjelaskan lokasi dan waktu ditulisnya surat. Apabila lokasi penulisan surat tersebut sudah dinyatakan dalam kepala surat, nama tempat tidak perlu dituliskan lagi.

Contoh :  Lubuk Buaya, Senin 3 Mei 2021

C.     Nomor Surat

Nomor surat meliputi nomor urut penulisan surat, kode surat, angka bulan, dan tahun.

Coontoh : No : 5G/014/07

D.    Lampiran

Lampiran merupakan penjelas atas jumlah dokumen yang disertakan dalam surat tersebut. Lampiran berguna sebagai penunjuk bagi penerima surat tentang adanya keterangan-keterangan tambahan selain surat itu sendiri.

Contoh : Hal : Penawaran

E.     Hal

Hal surat merupakan inti surat tersebut.

Contoh : Lampiran : 1 (Satu) Proposal

F.      Alamat Penerima Surat

Dalam sebuah surat ada dua jenis alamat, yaitu alamat luar dan alamat dalam. Dalam contoh surat yang ditulis Ladzidzan, alamat yang ditulis termasuk ke dalam alamat surat dalam. Oleh karena itu, penulisannya tidak didahului kata kepada.

Contoh : dengan alamat di Lubuk Buaya

G.    Salam Pembuka

Salam pembuka berfungsi sebagai bentuk penghormatan. Lazimnya menggunakan kata Dengan hormat yang diikuti dengan tanda baca koma (,). Salam pembuka lainnya yang digunakan oleh agama islam adalah Assalamualaikum warahmatullah wabarokatuhu,.

Contoh :

Dengan surat ini kami bermaksud memperkenalkan perusahaan kami PT. SETIA SELALU, dengan alamat di Lubuk Buaya. Kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang distributor barang elektronik berbagai toko dan perusahaan yang bergerak dibidang elektronik.

 

 

H.    Isi Surat

Terdiri dari bagian pembuka, isi atau maksud surat, dan penutup.  Isi surat merupakan bagian terpenting karena bagian tersebut merupakan wadah dari segala persoalan yang hendak disampaikan penulisnya.

Contoh :;

Karena itu sesuai informasi yang kami peroleh, PT. Setia Selalu adalah perusahaan yang menjual berbagai macam elektronik yang sedang berkembang pesat dan membutuhkan pasokan elektronik dengan harga yang bersaing.

 

Sehubungan hal itu, kami mengajukan penawaran untuk menjadi pemasok elektronik untuk perusahaan dan toko-toko yang bapak kelola. Harapan kami, penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk kerjasama sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai bahan perbandingan, silahkan bapak lihat di lampiran yang berisikan daftar harga produk elektronik  yang kami sediakan. Jika perusahaan bapak berminat kami siap melakukan pembicaraan lebih lanjut.

 

I.       Salam Penutup

Salam penutup yang lazim dalam surat dinas adalah hormat saya, hormat kami, atau wassalam.

Contoh :

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan  banyak terima kasih.

 

J.       Nama Jenis Pengirim

Pengirim surat adalah pihak yang menulis atau menyampaikan surat. Nama jelas oengirim biasanya dilengkapi dengan tanda tangan dan nama terang pembuat surat.

Contoh :

 Hormat Kami,

PT. Setia Selalu


 

 

CONTOH TEKS DEBAT
Perpustakaan, masih perlukah?

 

Moderator:
Terima kasih atas kehadiran rekan rekan pada siang ini, kita akan membahas terkait tentang “Perpustakaan, masih perlukah?”.kelompok 1 yaitu kelompok afirmasi, kelompok 2 yaitu kelompok oposisi, dan kelompok 3 yaitu kelompok netral.

 

Tim Afirmasi :
Kita mengetahui betapa pentingnya buku dalam dunia pendidikan dan setiap sekolah pasti memiliki sebuah perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran. Kami juga mengakui bahwa peran perpustakaan mulai tersingkirkan sejak perkembangan teknologi yang banyak mendukung dunia pendidikan pula. Tetapi, perlu kita sadari, bahwa peran perpustakaan tidak tergantikan. Ketika mencari sumber-sumber yang terbukti validasnya, perpustakaan adalah tempat yang kita tuju.

Tim Oposisi :
Kami dari tim oposisi berpendapat bahwa perpustakaan pada era perkembangan teknologi ini, tidak memiliki peran yang penting lagi. Selain membutuhkan waktu khusus untuk mengunjungi perpustakaan dan mencari narasumber, perpustakaan pun kadang tidak menyediakan fasilitas buku secara lengkap. Dan juga, ruang perpustakaan di sekolah-sekolah pun tidak efektif karena secara lokasi, perpustakaan pun tidak nyaman dan tenang sebagai sarana pembelajaran.

Tim Netral:
Harus kita akui, dunia pendidikan tidak akan jauh dari dunia buku pula. Terutama di sekolah-sekolah yang sudah seharusnya menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap bagi siswa-siswanya. Perpustakaan, bagi kami, termasuk sarana dan prasarana yang penting. Di sinilah kita dapat menemukan sumber-sumber yang jelas dan dapat dijadikan narasumber pembelajaran. Tetapi, pihak sekolah juga perlu mengadakan perbaikan-perbaikan agar perpustakaan menjadi tempat yang diperlukan oleh siswa. Semisal, dengan melengkapi fasilitas buku, menyiapkan tempat yang nyaman dan tenang, dan lain-lain. Tidak bisa kita pungkiri bahwa teknologi sudah menggantikan peran perpustakaan. Boleh saja menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Asal dapat dipertanggungjawabkan isi dan sumbernya.                                                                                                          

 

Analisis Unsur

 

1.        Mosi: Hal atau topik yang diperdebatkan.

2.        Tim Afirmasi: Tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan.

3.        Tim Oposisi: Tim yang tidak setuju atau menentang mosi.

4.        Tim Netral: Tim yang memberikan argumen 2 sisi,baik dukungan maupun sanggahan terhadap mosi

5.        Moderator: Orang yang memimpin jalannya debat.

6.        Penulis: Orang yang menulis kesimpulan suatu debat.

 

 

Analisi struktur

 

1.    Pengenalan
Pada pengenalan, setiap tim (tim afirmasi, tim oposisi dan tim netral) memperkenalkan diri

Contoh :

Terima kasih atas kehadiran rekan rekan pada siang ini, kita akan membahas terkait tentang pentingnya ekonomi keluarga .kelompok 1 yaitu kelompok afirmasi , kelompok 2 yaitu kelompok oposisi dan kelompok netral

2.    Penyampaian argumentasi
Pada penyampaian argumentasi, setiap tim menyampaikan argumentasi terhadap topik yang dimulai dari tim afirmasi, kemudian tim oposisi dan tim netral

Contoh :

Tim Afirmasi :
Kita mengetahui betapa pentingnya buku dalam dunia pendidikan dan setiap sekolah pasti memiliki sebuah perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran. Kami juga mengakui bahwa peran perpustakaan mulai tersingkirkan sejak perkembangan teknologi yang banyak mendukung dunia pendidikan pula. Tetapi, perlu kita sadari, bahwa peran perpustakaan tidak tergantikan. Ketika mencari sumber-sumber yang terbukti validasnya, perpustakaan adalah tempat yang kita tuju.

Tim Oposisi :
Kami dari tim oposisi berpendapat bahwa perpustakaan pada era perkembangan teknologi ini, tidak memiliki peran yang penting lagi. Selain membutuhkan waktu khusus untuk mengunjungi perpustakaan dan mencari narasumber, perpustakaan pun kadang tidak menyediakan fasilitas buku secara lengkap. Dan juga, ruang perpustakaan di sekolah-sekolah pun tidak efektif karena secara lokasi, perpustakaan pun tidak nyaman dan tenang sebagai sarana pembelajaran.

Tim Netral:
Harus kita akui, dunia pendidikan tidak akan jauh dari dunia buku pula. Terutama di sekolah-sekolah yang sudah seharusnya menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap bagi siswa-siswanya. Perpustakaan, bagi kami, termasuk sarana dan prasarana yang penting. Di sinilah kita dapat menemukan sumber-sumber yang jelas dan dapat dijadikan narasumber pembelajaran. Tetapi, pihak sekolah juga perlu mengadakan perbaikan-perbaikan agar perpustakaan menjadi tempat yang diperlukan oleh siswa. Semisal, dengan melengkapi fasilitas buku, menyiapkan tempat yang nyaman dan tenang, dan lain-lain. Tidak bisa kita pungkiri bahwa teknologi sudah menggantikan peran perpustakaan. Boleh saja menggunakan internet sebagai media pembelajaran. Asal dapat dipertanggungjawabkan isi dan sumbernya.

3.     Debat
Pada debat, setiap tim mengomentari setiap argumentasi dari tim lain.

4.    Simpulan
Pada simpulan, setiap tim memberikan ungkapan penutup terhadap pernyataan topik sesuai dengan posisinya.

 

Cara menyimpulkan hasil debat :

1.      Merumuskan perhatian

2.      Menyiapkan alat tulis

3.      Mendengarkan / membaca bacaan dengan teliti dan cermat

4.      Mencatat secara cepat isi bacaan

5.      Menentukan tema / inti bacaan

6.      Menceritakan kembali isi bacaan secara padu dan utuh

 

Dewi Sartika

Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi daerah Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Walaupun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah ibunya bersih keras untuk menyekolahkan Dewi Sartika di sakola Belanda.

Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika di asuh oleh pamannya yang pada saat itu menjadi patih di Cicalengka. Oleh pamannya, ia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda.

Sedangkan wawasan kebudayaan barat ia dabatkan dari seorang Nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda.

Dari kecil, Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidikan dan kegigihan yang dimilikinya untuk dapat meraih kesuksesan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, ia sering melakukan kegiatan-kegiatan yang pernah ia dapat di sakola.

Yaitu belajar membaca, belajar menulis, belajar bahasan Belanda, bersama anak-anak pembantu di Kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannnya sebagai media untuk mereka belajar bersama.

Waktu itu, Dewi Sartika baru berusia sekitar sepuluh tahun. Ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca tulis dan beberapa kalimat yang diucapkan oleh anak-anak pembantu dengan menggunakan bahasa Belanda.

Hal itu membuat masyarakat menjadi heboh, karena pada saat itu belum ada anak-anak yang memiliki kemampuan untuk berbahasa Belanda.

Setelah beranjak Remaja, Dewi Sartika kembali lagi kepada ibunya di Bandung. Jiwanya yang telah tumbuh menjadi dewasa semakin membawanya untuk dapat mewujudkan cita-citanya.

Hal ini di dorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, yang memang mempunyai keinginan yang sama dengan Dewi Sartika. Tetapi, meski keinginan yang sama dengan pamannya, tidak menjadikan cita-cita tersebut dapat terwujud dengan mudah.

Karena pada saat itu terdapat adat yang mengekang kaum wanita. Hal itulah yang membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir terhadap Dewi Sartika.

Namun karena kegigihan dan perjuangannya, akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan mendapatkan izin untuk mendirikan sekolah untuk perempuan.

Sejak tahun 1902, Dewi Sartika sudah dapat merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, tepatnya di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan beberapa anggota keluarganya yang perempuan.

Merendam memasak, membaca, menulis, jahit-menjahit menjadi materi pelajaran pada saat itu. 

Usai berkonsultasi dengan Bupati R.A Martanagara pada tanggal 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka sebuah Sakola Istri yang merupakan sekolah perempuan pertama se- Hindia Belanda.

Tenaga pengajarnya ada 3 orang, yaitu Dewi Sartika sendiri dan dibantu oleh dua saudaranya, Nyi Poerwa dan Nyi. Oewid, Murid-muridnya pada saat itu terdiri dari 20 orang.

Setahun kemudian tepatnya pada tahun 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi ini dibeli oleh Dewi Sartika dengan uang tabungannya sendiri. Serta bantuan dana dari Bupati Bandung.

Lulusan pertama keluar pada tahun 1909, bahasa Sunda lebih memenuhi syarat kelengkapan sekolah formal.

Pada tahun-tahun berikutnya, dibeberapa wilayah di Pasundan bermunculan beberapa sakola Istri, terutama sekolah yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang mempunyai cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika.

Pada tahun 1912 sudah berdiri sembilan sakola Istri di kota-kota Kabupaten Se-Pasundan. Memasuki usia yang ke sepuluh, nama sekolah ini diganti menjadi Sakola Keutamaan Istri.

Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang lainnya yang belum memiliki Sakola Keutamaan Istri hanya tinggal di tiga tempat. Semangat ini sampai menyebrang ke Bukit Tinggi, dimana Sakola Keutamaan Istri di dirikan oleh Encik Rama Saleh.

Seluruh wilayah Pasundan lengkap mempunyai Sakola Keutamaan Istri di tiap daerahnya pada tahun 1920. Ditambah lagi beberapa yang berdiri di kota Kewedanaan.

Pada bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang berusia 25 tahun itu, yang kemudian berganti nama lagi menjadi “Sakola Raden Dewi”. Atas jasa dalam bidang pendidikan, Dewi Sartika dianugrahi bintang jasa oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Dewi Sartika meninggal pada tanggal 11 September 947 di Tasikmalaya dan dimakamkan di Cigagadon Desa Rahayu, Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dia dimakamkan kembali di kompleks pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.

Sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda harus mengenang jasa Dewi Sartika. Semangat dan jasanya dalam memperjuangkan pendidikan untuk kaum wanita tidak sepantasnya kita lupakan begitu saja.

Semoga dengan apa yang telah dilakukannya, wanita-wanita di Indonesia dapat memperoleh pendidikan yang lebih baik lagi untuk masa depan yang lebih cerah.

Itulah pembahasan singkat mengenai pengertian teks biografi, unsur kebahasaan teks biografi, ciri ciri teks biografi, struktur teks biografi, jenis jenis teks biografi, dan contoh teks biografi singkat beserta strukturnya. Semoga dengan artikel ini kamu dapat lebih memahami apa itu teks biografi.

 

Hal yang patut diteladani dari DEWI SARTIKA :

·         Gigih Berjuang

·         Kritis Pada Keadaan

·         Rendah Hati

·         Sabar dan Biar Waktu Yang Menentukan

·         Menolong Yang Lemah

·         Pemberani Melawan Tanpa Kekerasan

·         Cinta Keluarga

Tentang Penulis

Ilham Ramadhan

Ilham Ramadhan

Tinggalkan Komentar