Tugas Siswa

TUGAS PENGGANTI MID SEMESTER 2

lmRNuDlgZ8m 7oR0 cN363gM49lvr0iZHWamlze7qsfQL2RwXh8ml7rrX D E79FeTqdeLAAAAAElFTkSuQmCC
Elfi Rahmani
Ditulis Oleh Elfi Rahmani

TUGAS PENGGANTI MID SEMESTER 2

1.  Buatlah sebuah teks negosiasi

Jual Beli HP

Suatu hari ada seorang pembeli datang ke sebuah toko handphone. Ia bertujuan untuk membeli sebuah HP.

 

Pembeli : Selamat sore pak

Penjual  : Selamat sore mbak, ada yang bisa saya bantu?

Pembeli : Saya mau beli Handphone yang merknya asus zenfone 5 ada tidak ya pak?

Penjual  : Ada mbak, mbak inginnya warna apa hpnya?

Pembeli : Warna hitam aja pak

Penjual  : Ini mbak silahkan dilihat

Pembeli : Berapa harga HP ini pak?

Penjual  : Rp 3.000.000,00 mbak

Pembeli : Kok mahal sekali  pak? Apa tidak bisa kurang pak? Bagaimana kalau Rp2.300.000,00?

Penjual  : Itu terlalu murah mbak, bahkan modalnya saja lebih mahal daripada itu

Pembeli : Jika begitu bagaimana kalau Rp2.450.000,00?

Penjual  : Masih terlalu murah mbak, bagaimana kalau Rp2.850.000,00?

Pembeli : Mahal sekali pak, saya kan sering beli disini pak masa tidak ada diskon? Rp2.700.000,00 saja bagaimana pak?

Penjual  : Ya sudah mbak Rp2.700.000,00. Mau beli apa lagi mbak?

Pembeli : Tidak, itu saja ini uangnya pak.

Penjual  : Terima kasih ya mbak.

Pembeli : sama-sama pak.

 

Akhirnya handphone tersebut terjual dengan harga Rp2.700.000,00. Yang mana harga tersebut merupakan hasil negosiasi kedua belah pihak yang akhirnya memberikan keputusan yang menguntungkan kedua belah pihak.

 

2.  Analisislah struktur teks di atas beserta kutipan

1)       Orientasi      : Pembukaan atau awalan sebelum melakukan negosiasi.

Kutipan pada teks :

Suatu hari ada seorang pembeli datang ke sebuah toko handphone. Ia bertujuan untuk membeli sebuah HP.

Pembeli : Selamat sore pak

Penjual  : Selamat sore mbak, ada yang bisa saya bantu?

 

2)      Permintaan  : Suatu hal yang diinginkan oleh pihak pertama

Kutipan pada teks :

Penjual  : Selamat sore mbak, ada yang bisa saya bantu?

Pembeli : Saya mau beli Handphone yang merknya asus zenfone 5 ada tidak ya pak?

 

3)      Pemenuhan  : Kesanggupan pihak lain untuk memenuhi permintaan.

Kutipan pada teks :

Pembeli : Saya mau beli Handphone yang merknya asus zenfone 5 ada tidak ya pak?

Penjual  : Ada mbak, mbak inginnya warna apa hpnya?

Pembeli : Warna hitam aja pak

Penjual  : Ini mbak silahkan dilihat

 

4)      Penawaran   : Terjadinya proses tawar menawar antara satu pihak dengan pihak lain.

Kutipan pada teks :

Pembeli : Berapa harga HP ini pak?

Penjual  : Rp 3.000.000,00 mbak

Pembeli : Kok mahal sekali  pak? Apa tidak bisa kurang pak? Bagaimana kalau Rp2.300.000,00?

Penjual  : Itu terlalu murah mbak, bahkan modalnya saja lebih mahal daripada itu

Pembeli : Jika begitu bagaimana kalau Rp2.450.000,00?

Penjual  : Masih terlalu murah mbak, bagaimana kalau Rp2.850.000,00?

Pembeli : Mahal sekali pak, saya kan sering beli disini pak masa tidak ada diskon? Rp2.700.000,00 saja bagaimana pak?

 

5)      Persetujuan : Kesepakatan atas hasil tawar menawar

Kutipan pada teks :

Penjual  : Ya sudah mbak Rp2.700.000,00. Mau beli apa lagi mbak?

6)      Pembelian : Terjadi transaksi antara masing masing pihak.

Kutipan pada teks :

Penjual  : Ya sudah mbak Rp2.700.000,00. Mau beli apa lagi mbak?

Pembeli : Tidak, itu saja ini uangnya pak.

 

7)      Penutup : Biasanya ucapan salam atau terima kasih.

Kutipan pada teks :

Penjual  : Terima kasih ya mbak.

Pembeli : sama-sama pak.

 

Akhirnya handphone tersebut terjual dengan harga Rp2.700.000,00. Yang mana harga tersebut merupakan hasil negosiasi kedua belah pihak yang akhirnya memberikan keputusan yang menguntungkan kedua belah pihak.

 

3.  Buatlah sebuah surat penawaran, kemudian analisis

images.jpg

 

PT. MAJU SENDIRI

Jalan Budah Laut No. 45 Tasikmalaya

Website : WWW.Ptmaju.sendiri.com

Email : Pt.majusendiri@yahoo.co.id

 

Nomor      : 032/PNWRN/2014                                             Jakarta, 19 Maret 2014

Hal           : Penawaran Barang

Lampiran  : Satu lembar

 

Yth. PT. Lambat Naik

Jalan Dr.Sukardjo

Tasikmalaya

 

Dengan Hormat,

Dengan surat ini kami bermaksud memperkenalkan perusahaan kami PT. Maju Sendiri, dengan alamat di Jl. Budah Laut No. 45 Tasikmalaya. Kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang distributor kosmetik dan telah bekerja sama dengan berbagai toko dan perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik.

Karena itu sesuai informasi yang kami peroleh, CV Lambat Naik adalah perusahaan yang menjual berbagai produk kosmetik yang sedang berkembang pesat dan membutuhkan pasokan kosmetik dengan harga yang bersaing.

Sehubungan hal itu, kami mengajukan penawaran untuk menjadi pemasok bagi kosmetik untuk perusahaan dan toko-toko yang bapak kelola. Harapan kami, penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk kerjasama sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai bahan perbandingan, silahkan bapak lihat di lampiran yang berisikan daftar harga produk kosmetik yang kami sediakan. Jika perusahaan bapak berminat kami siap melakukan pembicaraan lebih lanjut.

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami sampaikan banyak terima kasih.


Hormat kami,

PT. Maju Sendiri


Azka Putra Pratama

 

Analisisnya:

a)  Kepala surat / kop surat

images.jpg

 

PT. MAJU SENDIRI

Jalan Budah Laut No. 45 Tasikmalaya

Website : WWW.Ptmaju.sendiri.com

Email : Pt.majusendiri@yahoo.co.id

 

 

b)  Tempat & tgl pembuatan surat

Jakarta, 19 Maret 2014

c)   Nomor, hal, lampiran & tujuan surat

Nomor      : 032/PNWRN/2014                                     

Hal           : Penawaran Barang

Lampiran  : Satu lembar

 

Yth. PT. Lambat Naik

Jalan Dr.Sukardjo

Tasikmalaya

 

d)  Salam pembuka

Dengan Hormat,

 

e)   Pembuka surat

Dengan surat ini kami bermaksud memperkenalkan perusahaan kami PT. Maju Sendiri, dengan alamat di Jl. Budah Laut No. 45 Tasikmalaya.

 

f)    Isi surat

Kami adalah perusahaan yang bergerak dibidang distributor kosmetik dan telah bekerja sama dengan berbagai toko dan perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik.

Karena itu sesuai informasi yang kami peroleh, CV Lambat Naik adalah perusahaan yang menjual berbagai produk kosmetik yang sedang berkembang pesat dan membutuhkan pasokan kosmetik dengan harga yang bersaing.

Sehubungan hal itu, kami mengajukan penawaran untuk menjadi pemasok bagi kosmetik untuk perusahaan dan toko-toko yang bapak kelola. Harapan kami, penawaran ini dapat terwujud dalam bentuk kerjasama sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak. Sebagai bahan perbandingan, silahkan bapak lihat di lampiran yang berisikan daftar harga produk kosmetik yang kami sediakan. Jika perusahaan bapak berminat kami siap melakukan pembicaraan lebih lanjut.

 

 

g)  Penutup

Demikian surat penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja samanya kami sampaikan banyak terima kasih.

 

h)  Salam penutup

Hormat kami,

PT. Maju Sendiri

 

4.  Buatlah sebuah teks debat

Perlukah pelaksanaan UN di Indonesia?

 

Pemimpin Diskusi          : Mutia Lasiama Azizah

Moderator                      : Najwah Syarifah

Pembicara                      : Faradhysa Camila

Notulis                            : Faradhysa Camila

Peserta Diskusi               : Tim Pro         : – Aldhafa Namira A.P

                                                                  – Inas Zulfa S

                                          Tim Kontra    : – Nisrina Sukma D

                                                                  – Salwa Shofiya H

                                          Tim Netral     : Semua anggota debat

 

Pemimpin Diskusi (Mutia Lasiama A):

(salam)

(berdoa)

“Hari ini kita akan mendiskusikan tentang perlukah pelaksanaan Ujian Nasioanal di Indonesia. Diskusi ini akan dipandu oleh moderator kita Najwah Syarifah. Untuk itu, saya serahkan kepada moderator.”

 

Moderator (Najwah Syarifah):

(salam)

Saya sebagai moderator didiskusi kali ini akan memperkenalkan notulis dan pembiacaranya yaitu Faradhysa Camila. Peserta terdiri dari dua bagian, pro dan kontra. Selanjutnya, permasalahan lebih lanjut akan dibahas oleh pembicara, Faradhysa Camila.

 

Pembicara (Faradhysa Camila):

Saya akan memaparkan masalah yang didiskusian pada kesempatan kali ini. Di negara Indonesia, semua sekolah baik dari sekolah dasar sampai sekolah menengah melaksanakn UN. Kelulusan mereka disekolah hanya ditentukan oleh 3-4 hari saja. Hal ini harus membuat siswa belajar lebih giat lagi dengan mengikuti jam tambahan dari sekolah atau mengikuti program les diluar sekolah. Tetapi tidak sedikit dari mereka menjadi stress akibat adanya UN ini. Dalam diskusi kali ini, kita akan membahas lebih mendetail tentang adanya UN di Indonesia, perlukah Indonesia melaksanakan Ujian Nasional? Berikut ini  adalah pendapat secara umum dari siswa yang pro dan kontra terhadap pelaksanaan UN di Indonesia.

 

Pendapat secara umum

Tim Pro:

UN diperlukan oleh siswa agar bisa meningkatkan mutu siswa dalam proses pembelajaran. Agar siswa itu menjadi SDM yang bermutu, mungkin dalam proses belajar siswa tidak serius dalam menerima pembelajaran, tetapi setelah mendengar kata UN siswa akan serius belajar.

 

Tim Kontra:

Guru hanya akan mengajarkan beberapa topik atau kompetensi (berdasarkan panduan SKL) yang  diprediksi bakal keluar dalam UN, dan kemudian cenderung mengabaikan kompetensi lainnya yang diperkirakan tak akan diujikan dalam UN, walaupun sangat mungkin kompetensi itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari pasca anak didik keluar dari ruangan ujian. Silakan kepada moderator untuk bertanya tentang pendapat peserta diskusi tentang tema kali ini.

 

Moderator:

(mempersilahkan kelompok Pro untuk mengungkapkan pendapat)

 

Aldhafa:

“Saya berharap dengan adanya UN bisa meningkatkan mutu siswa. Mutu dalam proses belajar-mengajar. Karena dengan UN, siswa lebih giat belajar dan memacu diri agar bersungguh-sungguh memasuki sekolah negeri favorit.”

 

Moderator

Kesimpulan: Agar siswa lebih giat belajar.

 

Salwa:

“Menerut pendapat Aldhafa tadi, dengan adanya UN mutu siswa meningkat.

Jadi, jika tidak ada UN mutu siswa menurun? Kan banyak hal yang dapat membuat mutu seorang siswa meningkat, tidak hanya soal UN.”

 

Inas:

“Sebelum UN dilaksanakan, para guru sudah meberikan latihan-latihan dan PR agar siswa dapat mengerjakan UN dengan baik. Siswa akan menjadi lebih serius dalam pengisiannya.”

 

Ririn:

“Tapi guru lebih cenderung memberi latihan kepada pelajaran yang termasuk dalam UN. Jadi bagaimana pelajaran yang lainnya?”

 

Aldhafa (interupsi):

“Tolong ulangi pertanyaanya?”

 

Ririn:

“Guru lebih cenderung memberi latihan kepada pelajaran yang termasuk dalam UN. Lalu bagaimana dengan pelajaran yang lainnya? Apakah diabaikan?”

Aldhafa:

“Pemerintah memilih mata pelajaran yang umumnya sangat digunakan dikehidupan sehari-hari setelah UN. Misalnya Bahasa Inggris, siswa dituntut supaya dapat mengerjakan UN tersebut dengan maksimal. Nah, dengan demikian para siswa bisa berbicara bahasa Inggris walau hanya sedikit. Dan siswa tersebut dapat berinteraksi dengan mudah jika ia berperbgian ke luar negeri”

 

Salwa:

“Tetapi perisitiwa tersebut tidak terjadi kepada seluruh siswa. Banyak para siswa yang stress akibat UN. Bahkan sampai ada yang tewas akibat tidak lulus UN.”

 

Inas:

“Maaf? Bisa berikan contohnya?”

 

Salwa:

“Edi Hartono umurnya 19 tahun, dia malu karena gagal UN.

Sebelumnya ia mengurung diri dirumah neneknya, tetapi selang berapa hari kemudian ia ditemukan sudah meninggal akibat aksi bunuh dirinya.”

 

Inas:

“Nah itu mungkin karena kurangnya pengawasan dari keluarga dan pihak sekolah. Makanya dengan adanya UN ini siswa diminta serius agar terlahirnya generasi-generasi bangsa yang berkompeten.”

 

Aldhafa:

“Lagipula hasil UN di Indonesia belum lama ini terus meningkat. Bukankah itu pertanda baik bagi negara Indonesia tercinta ini?”

 

Ririn:

“Mm… Tapi meneurut survey yang telah dilakukan banyak sekolah di Indonesia yang melakukan kecurangan terhadap lembar jawaban murid-muridnya. Dan hanya sedikit sekolah yang bersikap jujur. Bagaimana dengan kenaikan tersebut?”

 

Salwa:

“Yap betul… Mungkin saja kenikan hasil UN itu adalah kenaikan kecurangan UN juga dalam sekolah-sekolah di Indonesia.”

 

Aldhafa:

“Entahlah, kita hanya bisa berharap semoga itu tidak benar.”

 

Salwa:

“Lagipula dengan adanya UN tidak menjamin suatu negara dapat berkembang dengan baik. Contohnya Jerman, disana tidak ada UN tapi negaranya maju dengan perkembangan yang pesat. Masih ada lagi, Amerika, Finlandia, Kanada, dan Australia. Bisa dilihatkan mereka dapat maju tanpa adanya peran UN?”

 

Aldhafa:

 “UN dibuat dengan peraturan. Dan peraturan itu memacu murid untuk berfikir kreatif. Disetiap negara maju pasti selalu ada orang kreatif didalamnya. Dan yang paling utama, UN dapat membuat siswa lebih disiplin.”

 

Ririn:

“Negara maju membutuhkan sistem pendidikan yang baik. Sistem pendidikan baik tidak selalu membutuhkan UN didalamnya. Pemerintah harus bisa mendidik dan melatih guru  agar bisa melaksakan evaluasi yang berkualitas. Itu yang terpenting.”

 

Moderator:

Kesimpulannya adalah Ririn bilang negara maju tidak selalu membutuhkan UN didalamnya. Dan Aldahafa bilang, perarturan UN dapat membuat siswa lebih kreatif dalam berpikir.”

 

Pokok bahasan kedua:

Mutia:

“Banyak siswa yang mulai pusing menjelang UN. Karena banyak nilai ujiannya yang belum terselesaikan. Jika siswa tersebut sekolah diswasta, banyak hafalan yang belum terkejar. Akibatnya siswa tersebut menjadi stress. Lalu bagaimana tanggapanya?”

 

Tanggapan

Inas:

“Siswa tersebut harusnya bisa menyelesaikan nilai-nilai sebelum UN tiba. JIka dia belum menyelsaikan salah sendiri. Siapa suruh selama ini dia hanya bermalas-malasan?”

 

Salwa:

“Itu tanggapan kamu?”

 

Aldhafa:

“Jadi gini buat para siswa yang misalnya hafalan alqurannya belum terselesaikan, kita intropeksi diri dulu. Ini kan Al-quran ya, nggak sembarang orang yang bisa dengan mudah menghafalnya. Sebelum kita mencoba menghafal kita harus tinggalin dulu perbuatan-perbuatan maksiat, biar mudah, gitu. Sebenarnya ini sih tinggal dari diri kita masing-masing aja.”

 

Ririn:

“Sebenarnya saya lumayan setuju dengan pendapat Aldhafa. Tapi kembali lagi, jika UN dihapus, bukan kah kita dapat dengan mudah mengerjakan ujian-ujian seperti UH, UAS, UTS, UP, dan TryOUt. Dan seriously ini nggak terlalu membuat siswa stress.”

 

Inas:

“Lalu apa salahnya? UN hanya mengambil 40% bagain dari penentu kelulusan siswa. Sisanya dari gabungan nilai ujian selain UN.”

 

Salwa:

“Walaupun hanya 40% tapi sangat berpengaruh. Ada siswa yang sebelumnya berprestasi, tiba-tiba saat ada UN ia dinyatakan tidak lulus. Padahal nemnya hanya kurang 0,26 dari angka yang sudah ditentukan pemerintah.”

 

Aldahafa:

“Ya itu salah siswanya…”

 

Ririn:

“Loh kenapa salah siswanya? Siswa ini sebelumnya siswa yang berprestasi disekolah”

 

Aldhafa:

“Harusnya dia lebih bisa memanage waktu agar tidak terjadi hal seperti itu….”

 

Moderator:

(mengembalikan focus) “Hey, kita sudah melenceng dari topik. Silahkan kemabli ke topik awal yaa. Jadi sekarang tim pro dan kontra dipersilahkan untuk membuat kesimpulan.”

Tim Netral :

 “Kesimpulannya, banyak siswa yang sebelum UN nilainya bagus-bagus bahkan selalu rangking 1 dan setelah dia melaksanakan UN nilainya sangat menurun. Jauh dari harapan. Itu karena kurangnya fasilitas dari pemerintah. Banyak sekolah-sekolah diperbatasan dan propinsi tertinggal yang belum merasakan kemajuan fasilitas di Indonesia.”

 “UN bisa menambah prestasi kita. Tujuannya mulia. Kita bisa memiliki pandangan bahwa UN itu susah sekali, tetapi bagaimana kita menyikapinya. Saya harap, kita bisa berembung bersama-sama tentang UN. Kita bisa temukan plus minusnya. Bisa menyatukan plusnya dan membuat Indonesia lebih baik.”

 

Moderator :

“Jadi begini kesimpulannya?”

Pro:

Temukan plus minus UN, gabungkan, dan mebuat Indonesia lebih baik.

Kontra:

Kemajuan teknologi pendidikan di Indonesia belum dirasakan oleh siswa diperbatasan dan kota-kota tertinggal.

Selanjutnya diskusi ini saya serahkan kepada pemimpin diskusi.

 

Pemimpin Diskusi:

“Waktu untuk diskusi kali ini sudah habis, kita tutup. Terimakasih kepada tim pro dan kontra. Semoga tidak ada salah paham dan perselisihan.”

(berdoa)

(salam)

 

5.  Analisis Strukturnya

a.   Pengantar (Isu)  : Pelaksanaan UN di Indonesia

b.  Argumentasi      :

Tim Pro:

UN diperlukan oleh siswa agar bisa meningkatkan mutu siswa dalam proses pembelajaran. Agar siswa itu menjadi SDM yang bermutu, mungkin dalam proses belajar siswa tidak serius dalam menerima pembelajaran, tetapi setelah mendengar kata UN siswa akan serius belajar.

 

Tim Kontra:

Guru hanya akan mengajarkan beberapa topik atau kompetensi (berdasarkan panduan SKL) yang  diprediksi bakal keluar dalam UN, dan kemudian cenderung mengabaikan kompetensi lainnya yang diperkirakan tak akan diujikan dalam UN, walaupun sangat mungkin kompetensi itu sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari pasca anak didik keluar dari ruangan ujian. Silakan kepada moderator untuk bertanya tentang pendapat peserta diskusi tentang tema kali ini.

c.   Simpulan :

“Kesimpulannya, banyak siswa yang sebelum UN nilainya bagus-bagus bahkan selalu rangking 1 dan setelah dia melaksanakan UN nilainya sangat menurun. Jauh dari harapan. Itu karena kurangnya fasilitas dari pemerintah. Banyak sekolah-sekolah diperbatasan dan propinsi tertinggal yang belum merasakan kemajuan fasilitas di Indonesia.”

 “UN bisa menambah prestasi kita. Tujuannya mulia. Kita bisa memiliki pandangan bahwa UN itu susah sekali, tetapi bagaimana kita menyikapinya. Saya harap, kita bisa berembung bersama-sama tentang UN. Kita bisa temukan plus minusnya. Bisa menyatukan plusnya dan membuat Indonesia lebih baik.”

 

6.  Analisis Unsurnya

1.  Mosi: Hal atau topik yang diperdebatkan. {Perlu atau tidak pelaksanaan UN di Indonesia}

2.  Tim Afirmasi: Tim yang setuju terhadap hal yang diperdebatkan. { Aldhafa Namira A.P ,Inas Zulfa S }

3.  Tim Oposisi: Tim yang tidak setuju atau menentang mosi. { Nisrina Sukma D, Salwa Shofiya H }

4.  Tim Netral: Tim yang memberikan argumen 2 sisi,baik dukungan maupun sanggahan terhadap mosi. {Semua anggota debat}

5.  Moderator: Orang yang memimpin jalannya debat. { Najwah Syarifah }

6.  Penulis: Orang yang menulis kesimpulan suatu debat. { Faradhysa Camila }

 

7.  Tentukan cara menyimpulkan hasil debat tersebut

Sebab Akibat: dalam pola ini sebab bisa menjadi gagasan utamanya,sedangkan akibat menjadi gagasan penjelasan.

“Kesimpulannya, banyak siswa yang sebelum UN nilainya bagus-bagus bahkan selalu rangking 1 dan setelah dia melaksanakan UN nilainya sangat menurun. Jauh dari harapan. Itu karena kurangnya fasilitas dari pemerintah. Banyak sekolah-sekolah diperbatasan dan propinsi tertinggal yang belum merasakan kemajuan fasilitas di Indonesia.”

 “UN bisa menambah prestasi kita. Tujuannya mulia. Kita bisa memiliki pandangan bahwa UN itu susah sekali, tetapi bagaimana kita menyikapinya. Saya harap, kita bisa berembung bersama-sama tentang UN. Kita bisa temukan plus minusnya. Bisa menyatukan plusnya dan membuat Indonesia lebih baik.”

 

 

 

8.  Buatlah sebuah teks biografi

Biografi Silvia Maharani

Silvia Maharani yang kerap di panggil Via ini lahir di Padang tanggal 23 september 1989. Ia merupakan anak pertama dari delapan bersaudara. Orang tuanya bernama Anas Malik dan Siti Rahmah yang keduanya terkenal sebagai orang yang suka menolong di kalangan masyarakat.

Walaupun hidup di keluarga yang tidak berada tidak membuat Via berhenti mengejar cita-cita. Sedari kecil ia dikenal sebagai anak yang patuh, solehah dan mengetahui kekurangan ekonomi keluarganya, sehingga sehari-hari Via yang SD sudah mulai berjualan untuk biaya sekolah dan membantu orang tuanya. Walaupun sering di ejek teman-temannya, ia tetap berjualan untuk melanjutkan sekolahnya. Ia dikenal di kalangan para guru karena kepintarannya dan kesantunannya. Di kelas ia selalu mendapat rangking 1 sampai ia menyelesaikan sekolah dasarnya dengan nilai yang sangat memuaskan.

Saat di Smp Via tidak terpengaruh oleh teman-temannya yang kadang berfoya-foya. Ia lebih memilih untuk menabung hasil jualannya dan selalu membawa bekal ke sekolah. Di Smp ia sangat sering memenangkan olimpiade. Walau memiliki kecerdasan yang luar biasa tidak pernah membuatnya besar kepala, ia dikenal sebagai anak yang mau membagi ilmunya kepada orang lain. Ia mengakhiri masa Smp nya dengan menjadi rangking 1 UN di sekolahnya.

Memasuki Sma ayahnya meninggal dunia yang membuat nya harus bekerja lebih ekstra untuk membantu ibunya dan membiayai adik-adiknya. Di sekolah ia menjual setelah pulang sekolah ia bekerja di sebuah rumah makan. Walaupun waktunya habis karena bekerja, ia tetap meraih 3 besar di kelasnya. Saat kelas XI ia berteman dengan Annisa yang waktu itu baru kelas X, Annisa ini bisa dibilang berasal dari keluarga yang berkecukupan. Suatu hari orang tua Annisa datang kepada Via dan mengatakan akan membiayai sekolahnya sampai ke perguruan tinggi tetapi dengan syarat Via mau menjadi guru privat Annisa. Mendapat jaminan tidak membuat Via berleha leha, ia tetap menjadi anak yang rajin dan cerdas.

Saat memasuki bangku perkuliahan ia tidak bisa lagi menjadi guru privat Annisa tetapi walaupun begitu ternyata orang tua Annisa tetap membiayai nya dengan alasan mereka sudah menganggap bahwa Via anak mereka dan karena Via membawa pengaruh yang baik pada Annisa, contohnya saja Annisa termasuk orang yang sering meninggalkan kewajibannya, sejak berteman dengan Via membuat Annisa berubah menjadi seorang yang rajin beribadah kepada Yang Maha Kuasa. Di bangku perkuliahan ia selalu mendapat nilai diatas 3. Via menyelesaikan kuliahnya dalam tiga tahun dengan cumlaude.

Setelah menjadi sarjana ia bekerja di sebuah stasiun televisi menjadi tulang punggung keluarga karena ibunya yang mulai sakit-sakitan. Ia bekerja sangat giat dan rajin karena itu orang- orang yang bekerja dengannya sangat menyukainya. Ia sangat menyayangi adik dan keluarganya, saat ia mendengar adiknya yang ke 6 kecelakaan ia langsung mengambil cuti dan pulang ke rumah.

Walaupun berasal dari keluarga yang tidak berada tidak menciutkan rasa semangatnya mengejar cita-cita. Kerja keras selama ini berbuah manis padanya. Ia selalu bersyukur kepada Allah SWT. dengan cara selalu mengerjakan perintah-Nya. Kepintaran dan rasa pantang menyerahnya telah membuat Via meraih cita-citannya. Ia menuturkan bahwa kesuksesannya mengejar cita-cita tidak terlepas dari kerja keras, tawakal, dan doa orang tuanya.

 

9.  Tulis hal-hal yang yang patut diteladani dari tokoh tersebut

*      Pekerja keras

*      Shalehah

*      Tekun dan sungguh-sungguh

*      Patuh pada orang tua

*      Pantang menyerah

*      Mandiri

Tentang Penulis

Elfi Rahmani

Elfi Rahmani

Tinggalkan Komentar