Teknologi

Wah, Ada Lima Juta Serangan Siber di Kuartal Kedua 2017

Jakarta, PCplus. Berdasarkan laporan Kaspersky Lab belum lama ini, di kuartal kedua di tahun 2017 terdapat sekitar lima juta serangan berbahaya. Menurut Kaspersky Lab, hal ini disebabkan karena sejumlah eksploitasi telah bocor di web.

Eksploitasi sendiri menurut Kaspersky Lab merupakan sejenis malware yang memanfaatkan bug di perangkat lunak, dengan maksud menginfeksi perangkat dengan kode berbahaya tambahan seperti trojan perbankan, ransomware, atau malware untuk kepentingan spionase siber.

Kasperksy menambahkan bahwa serangan yang dilakukan dengan bantuan eksploitasi termasuk yang paling efektif. Ini karena pada umumnya serangan ini tidak memerlukan interaksi pengguna, dan mereka dapat mengirimkan kode berbahaya tanpa dicurigai pengguna.

Terlepas dari kenyataan bahwa sebagian besar kerentanan ini sudah terprediksi sebelumnya dan sudah diamankan oleh Microsoft sebelum terjadinya eksploitasi, Kaspersky menyatakan bahwa publikasi tersebut tetap menyebabkan konsekuensi yang cukup merugikan. Jumlah rata-rata serangan per hari juga terus meningkat, sebanyak 82% serangan terdeteksi dalam 30 hari terakhir di kuartal ini.

Kaspersky menyatakan bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh malware yang menggunakan eksploitasi dari arsip tersebut serta jumlah pengguna yang terinfeksi tidak terhitung lagi, dengan wabah global ExPetr dan WannaCry menjadi contoh yang paling menonjol.

Contoh lainnya menurut Kaspersky Lab adalah kerentanan CVE-2017-0199 di Microsoft Office, yang ditemukan pada awal April. Meskipun kerentanan itu sudah diamankan pada bulan yang sama, jumlah pengguna yang terkena serangan tersebut mencapai puncaknya sebanyak 1,5 juta. Secara keseluruhan, Kaspersky Lab menyatakan bahwa sebanyak 71% serangan terhadap pengguna ini memanfaatkan kerentanan CVE-2017-0199.

Kasperksy Lab menyatakan bahwa statistik ancaman online lainnya di kuartal kedua 2017 meliputi:

  • sebanyak 342.566.061 serangan berbahaya yang berhsil dideteksi dan digagalkan Kaspersky Lab. Serangan ini menurut Kaspersky Lab berasal dari sumber online yang terletak di 191 negara pada kuartal kedua 2017. Kaspersky Lab menambahkan bahwa jumlah ini berkurang dibandingkan periode sebelumnya, di mana terdeteksi sebanyak 479.528.279 serangan berbahaya dari sumber online yang terletak di 190 negara pada kuartal pertama 2017.
  • percobaan infeksi oleh malware yang bertujuan mencuri uang melalui akses online ke rekening bank. Ini ditemukan di 224.675 komputer milik pengguna, dibandingkan dengan di kuartal pertama 2017 yang ditemukan di 288.000 komputer milik pengguna.
  • serangan crypto-ransomware berhasil diblokir pada 246.675 komputer khusus, dibandingkan di kuartal pertama 2017 yang ditemukan pada 240.799 komputer.
  • sebanyak 185.801.8835 objek berbahaya dan unik yang berpotensi membahayakan pada kuartal kedua berhasil dideteksi, dibandingkan hanya sebanyak 174.989.956 objek berbahaya dan unik yang berpotensi membahayakan pada kuartal kesatu.
  • rata-rata, sebanyak 17,26% komputer di dunia yang tersambung ke Internet setidaknya pernah menghadapi serangan web yang menggunakan objek berbahaya sekelas malware.

Untuk mengurangi risiko terinfeksi, pengguna disarankan melakukan langkah-langkah pencegahan:

  • selalu memperbaharui perangkat lunak yang terpasang di PC Anda, dan mengaktifkan fitur pembaruan otomatis jika tersedia.
  • sedapat mungkin, pilihlah vendor perangkat lunak yang memiliki solusi yang andal dalam mengatasi permasalahan kerentanan. Periksa apakah vendor perangkat lunak tersebut memiliki program bounty bug terhadap solusi milik mereka.
  • gunakan solusi keamanan yang kuat dan pastikan solusi tersebut terus diperbaharui.
  • lakukan pemindaian sistem secara teratur untuk memeriksa kemungkinan infeksi.

 

 

Tanggapan Kamu

komentar

قالب وردپرس

Tentang Penulis

Albert Aprillio

albert aprillio

Tinggalkan Komentar